Senin, 21 Maret 2016

Mengantarkan Teman Hingga Senja Tiba


Setelah dua hari dua malam menginap di asrama, Hari Sabtu kemarin teman saya kembali lagi ke tempat tinggalnya, di Chana. Sebenarnya ia berencana pulang pagi hari, tetapi karena suatu hal ia memutuskan untuk pulang siang hari, sehabis Sholat Dhuhur. Sebagai rasa terima kasih saya karena telah bersedia menginap dan menemani saya selama dua hari itu, saya tidak memebiarkan teman saya pulang seorang diri, saya ikut menemani ia pulang. Meskipun hanya sampai di terminal bus saja, tidak sampai rumahnya.


Perjalanan kami dimulai dari sekitar pukul 13. 30, kami berangkat dari asrama untuk menunggu angkutan lewat. Sesaat lagi angkot datang.. Tujuan kami adalah ke terminal Van (Bus kecil) yang letaknya tidak jauh dari asrama. Ya, saya hanya mengantarnya sampai disitu saja, karena setelah itu Van akan mengantarnya hingga tempat tinggalnya di Chana.


Terminal Van yang letaknya tidak jauh itu berdekatan dengan Lotus Khuanlang (Department store). . Karena teman saya mengajak mampir kesitu terlebih dahulu, maka saya memberhentikan angkot tepat di depan Lotus. Tidak lama-lama di dalam karena takut tidak ada bus lagi. Setelah selesai, kami langsung keluar lalu menuju ke terminal Van.


Entah memang tidak ada bus yang pergi ke Chana atau sudah tertinggal, yang jelas setelah kami bertanya kepada beberapa petugas disana tidak ada Van yang menuju ke Chana. Waduh, terus bagaimana. 

Mungkin kami terlihat monda-mandir di terminal waktu itu, beberapa petugas ojek yang ada disitu memanggil kami untuk kemari. Saya bertanya lagi soal Van yang ke Chana. Mereka juga mengatakan tidak ada. Sempat di tawari tukang ojek tersebut untuk diantar sampai di tempat, tetapi teman saya tidak mau karena harganya terlalu mahal, yaitu 100 baht. Padahal jika naik van ke Chana dengan fasilitas lengkap hanya bayar 60 bhat saja.


Memang sebelumnya tenang-tenang saja karena saya kira ada Van yang pergi ke Chana di terminal ini, ternyata tidak ada. Untungnya saya pulsa saya masih ada …akhirnya saya telpon teman saya di sekolah dan bertanya mengenai angkutan yang pergi ke Chana. Beliau menyarankan untuk naik Van dari terminal besar di Hat Yai. Jarak untuk kesana lumayan jauh … tidak apa-apa yang penting teman saya bisa pulang karena sudah terlanjur bilang ke Umi-nya untuk pulang Hari Sabtu. 


Kami akhirnya keluar dari terminal untuk menunggu Songthaew lewat lagi menuju ke Teminal di Hat Yai. Saya harus menemani teman saya ke terminal di hat yai. Ia belum tahu lokasinya. Sebenarnya saya juga belum tahu persis, tapi saya harus pura-pura ngerti saja, siapa tahu bisa mengerti beneran he he.


Tidak lama kenudian angkot lewat. Sebelum naik, saya tentu bertanya dulu ke sopirnya, apakah lewat Bokoso (terminal) apa tidak. Syukurlah, bisa. Perjalanan menggunakan angkutan ke terminal cukup memakan waktu yang lama. Saya pikir hanya sebentar saja. Sampai-sampai saya kepikiran jika ini bukan jalan ke Terminal, lalu kami dibawa kemana gitu ha ha. Karena saya tidak sabaran, kok belum juga sampai di terminal, berkali-kali saya turun ketika ada penumpang yang turun lalu bertanya kepada sopirnya apakah sudah sampai atau belum. Lagi-lagi belum sampai …. 


Ketika ada papan penunjuk arah ke Van Station, barulah sedikit merasa lega karena masih beberapa KM lagi. Ternyata kami menjadi penumpang yang terakhir turun. Kami diantar hingga masuk terminal. Kulihat suasana sudah seperti terminal (memang saya pernah datang kesini sebelumnya), saya pun memutuskan untuk pencet bel. Angkotpun berhenti, lalu kami turun. 30 baht ongkos yang harus kami bayarkan. 


Ternyata saya salah memberhentikan angkot. Begini nih kalau lagi panik …. Kami harus mencari letak terminalnya. Sekilas tempat ini layaknya terminal, Oowhh ternyata bukan. Namun masih satu area dengan terminal. Cukup jauh kami harus berjalan, belum lagi harus mencari lokasinya dimana. Jalan lagi, jalan lagi, he he. Ma’afkan aku ya teman….


Setelah dicari dan dicari akhirnya sampai juga. Selanjutnya adalah mencari papan nama yang bertuliskan tempat yang ingin dituju, yaitu Chana. Ahh, letaknya paling pojok sendiri. Langsung saja saya minta teman saya untuk membeli tiket. Benar kan, tiketnya seharga 60 baht. Teman saya tidak langsung naik ke mobil. Karena mobil belum datang, jadi teman saya diminta untuk menunggu sebentar bersama penumpang lainya. Saya tidak langsung pergi, tapi menunggu hingga teman saya masuk ke dalam mobil. Tak lama lagi Van datang. Yang semula penumpang duduk, langsung menuju ke mobil untuk mengambil posisi duduk, termasuk teman saya. Alhamdulillah, akhirnya ….Setelah masuk ke mobil, lega rasanya, berarti urusan jalan kaki dan cari mobil sudah selesai. 


Sementara teman saya sudah masuk ke mobil, saya pergi ke Mushola di Terminal untuk Sholat ‘Asar. Karena lapar, terlebih dahulu saya membeli roti disana sama minuman teh satu botol, lalu saya makan di dalam Mushola. Setelah itu Sholat ‘Asar.


Kulihat jam sudah menunjukkan pukul lima lebih. Saya harus segera keluar dari terminal untuk menunggu angkot pulang. Tanpa harus menunggu, ternyata di depan pintu terminal sudah ada Songthaew yang menunggu penumpang disitu. Setelah saya naik, langsung jalan saja tidak lagi menunggu penumpang disitu padahal waktu itu saya saja yang naik. Tapi, setelah jalan, banyak penumpang yang ikut.


Hampir pukul enam belum juga sampai, karena memang cukup jauh. Santai saja … sudah tidak ada yang dikhawatirkan sekarang, sudah ahli naik angkot he he. Hampir setengah tujuh baru saya baru sampai. Dari angkot tampak matahari sudah bersiap untuk tenggelam. Terima kasih langit sore, sudah menyertai kepergian saya dari terminal untuk mengantarkan teman saya.


Dari dalam angkot, terlihat langit sore yang telah menemani saya dari terminal...Ahayy


Thailand, 21.03.2016



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...