Jumat, 27 Mei 2022

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi

Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Juli 2021, saya periksa ke dokter untuk kali pertama. Terhitung hingga saat ini, saya bolak balik ke dokter sudah hampir satu tahun. Periksa tiga bulan pertama, dokter memberi resep obat untuk dikonsumsi satu minggu, jadi saya harus kembali lagi satu minggu kemudian. Bulan berikutnya, saya periksa dan menebus resep satu bulan sekali.

Saya bukan tipe orang yang sangat gampang minum obat, kecuali memang karena terpaksa. Dan kini saya harus minum obat rutin. Bosan? Pastinya. Beberapa bulan berjalan, bukan hal mudah saya lakukan. Belum terbiasa dan sangat terpaksa. Tapi saya harus sadar, saya harus bersyukur dipertemukan dengan salah satu jalan kesembuhan atas penyakit ini. Bagaimana jadinya jika hingga detik ini saya membiarkannya. Pasti kondisi tubuh saya sudah tidak karuan.

Semoga lantaran minum obat rutin, bisa mencegah pembesaran kelenjar tiroid yang ada di organ tubuh saya. Setiap saat memang saya perlu berpikir optimis jika saya pasti sembuh. Pikiran seperti itu perlu saya tanamkan dalam diri, agar saya tidak merasa terbebani dan seakan tidak sedang terjadi apa-apa.

“Sampai kapan, dok saya harus minum obat?” Tanyaku pada suatu waktu.

“Sabar ya, Bu. Obat ini fungsinya untuk menghambat produksi tiroid berlebih dan menormalkan kadar tiroid yang ada dalam tubuh. Selama belum normal, obat harus dikonsumsi rutin,” terangnya.

Memang dua kali cek lab terbaca jika hormon tiroid dalam tubuh saya belum normal. Kadar TSH (thyroid stimulating hormone) masih rendah. Artinya ketika kadar TSH rendah, maka kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang banyak. Hormon tiroid dalam tubuh ini punya peran penting untuk proses metabolisme. Akibatnya, ketika tubuh memproduksi hormon tiroid berlebih, proses metabolisme tubuh pun bekerja lebih cepat dari kondisi normal dan akan membuat segala sesuatu di dalam tubuh berjalan lebih cepat dari seharusnya.   

Sejauh ini sudah banyak perubahan kondisi kesehatan yang saya rasakan. Tremor saya sudah berkurang, denyut jantung yang dulunya terasa sangat berdebar kini berangsur membaik, tidak lagi mengeluarkan keringat berlebih, nodul atau benjolan di leher semakin lunak, meskipun masih merasakan ada benjolan saat meraba leher sebelah kanan, dan masih banyak lagi perubahan yang saya rasakan. Alhamdulillah.

Bukan foto narsis 😁 Terlihat mataku lebar sebelah

Memang ada beberapa kondisi tubuh yang masih saya keluhkan. Salah satunya mata saya yang sebelah kiri lebih lebar dan sedikit menonjol. Sebenarnya, sudah tidak separah dulu, sebelum saya minum obat rutin. Menurut penjelasan dokter, mata saya ini sudah sulit kembali normal, karena saat diobati kondisinya memang sudah parah dan terlambat. Ketika diperiksakan ke dokter mata sekalipun hasilnya juga demikian, tapi saya belum mencoba mengkonsultasikan.

Selain masalah mata, juga masalah rambut rontok berlebih dan berat badan saya yang sulit sekali bertambah. Selama menderita hipertiroid, nafasu makan saya bertambah. Saya gampang sekali merasa lapar. Porsi makan pun terkadang bisa dibilang ‘porsi kuli’. Banyak juga yang bilang ‘okeh tibake panganane cah iki’. Tapi anehnya berat badan saya berhenti di angka yang sama. Selama kadar hormon tiroid belum seimbang, saya masih kesulitan menaikkan berat badan, karena proses metabolisme dalam tubuh belum bekerja secara normal.

Obat tiroid dosis rendah yang saya konsumsi secara rutin

Obat tiroid yang selama ini saya minum rutin adalah  propanolol dan Propylthiouracil. Obat ini berbentuk pil dengan dosis paling rendah. Sehari saya minum dua kali, diminum rutin selama satu bulan. Dan bulan depannya saya kembali mengulang hal yang sama. Selain dua obat khusus ini, obat tambahannya berbeda-beda, seperti Lupred, Kalbion, dll. Karena keluhanya sudah berkurang, jumlah obat yang diberikan juga semakin sedikit, tidak seperti awal-awal periksa. Alhamdulillah.

Selama ini tindakan yang dilakukan untuk merekam perkembangan kesehatan saya, masih dengan wawancara medis dan pemeriksaan kondisi tubuh. Setiap kali periksa, dokter menanyakan semua keluhan yang saya alami dan juga melakukan pemeriksaan seperti denyut nadi, detak jantung, tekanan darah, meraba benjolan di leher, menimbang berat badan, dll. Juga setiap 3 bulan sekali dilakukan pemeriksaan lab hormon tiroid.

Rencana tindakan selanjutnya yaitu harus melakukan USG leher untuk mengofirmasi pembesaran kelenjar tiroid. Jika memang nodul/benjolanya tergolong kecil dan masih bisa dicegah dengan pengobatan rutin, tidak perlu dilakukan operasi. Tapi, jika benjolannya mengharuskan untuk diangkat, saya pun siap untuk itu.

Saya sadar sepenuhnya jika sakit itu sebuah ujian dan untuk menghadapinya saya memilih untuk berupaya sembuh. Sebuah ungkapan “setiap penyakit ada obatnya” juga menjadi pengingat diri, sebagai isyarat perintah untuk berobat. Sebagaimana saat kita lapar lalu mencari makanan, saat haus kita mencari minum, dan kondisi lainnya yang memang perlu diatasi bukan hanya dihadapi dengan diam. Dalam kondisi seperti ini kesabaran pun sedang diuji.

“Setiap penyakit memiliki obat. Bila cocok obat dengan penyakitnya maka akan sembuh dengan izin Allah”

BISMILLAH

Panggul-Trenggalek, 28 Mei 2022

 

 

 

Sabtu, 25 Juli 2020

IBU, SEMOGA KHUSNUL KHOTIMAH

Oleh: Eka Sutarmi

Aku merasa sangat kehilangan ibuku mertua. Aku benar-benar tidak mengira jika Allah menggariskan usia beliau sedemikian singkat. Sungguh, masih banyak anganku yang ingin aku lakukan bersama ibu mertuaku.

Entah kenapa, semenjak ibu sakit aku merasakan kasih sayang lebih dan perhatian penuh dari beliau. Aku selalu berdoa untuk kesembuhannya. Suamiku juga pernah bilang bahwa harapan terbesar dalam hidupnya ketika nantinya aku melahirkan dengan lancar, dede bayi sehat dan mertuaku sembuh dari penyakitnya.

Kurang lebih satu tahun ibu berjuang melawan sel kangker dalam tubuhnya.

Awalnya, ada benjolan sebesar telur ayam di paha kirinya. Karena tidak merasakan sakit, suamiku menganggap itu tidak bahaya. Lama-lama benjolan itu membesar dan tubuh terasa panas ketika ibu kecapekan.

Suamiku memeriksakan ibu ke spesialis bedah di RSUD. Setelah menjalani beberapa kali periksa, ternyata terdeteksi ada sel kanker dalam tubuh ibuku. Dokter menyarankan 3 rumah sakit yang bisa menangani penyakitnya, RS Dr Soetomo Surabaya, RS Saiful Anwar Malang, dan RS Bayangkara Kediri.

Karena pertimbangan jarak tempuh, suami memilih memeriksakan ibu ke RS Bhayangkara Kediri. Jarak tempuh sekitar 4 jam perjalanan menggunakan mobil.

Satu tahun wira-wiri berobat ke Kediri bukan hal yang mudah dijalani, terutama suami dan ibuku. Suamiku memang anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara, jadi ia harus bertanggung jawab penuh untuk mengurus pengobatan Ibu.

Perlu perjuangan yang luar biasa, terutama bagi Ibu saat awal-awal berobat ke Kediri. Jarak tempuh yang jauh, capek sudah pasti.

Karena dari rumah berangkat naik travel, jadi waktu tiba di sana tidak bisa disesuaikan dengan jam praktek dibuka. Sampai di sana ibu harus mengantri berjam-jam menunggu praktek dokter onkologi buka. Belum, kalau mendapatkan nomor antrian yang banyak. Kalau sudah dilayani, Ibu tidak bisa langsung pulang, karena harus menunggu travel dari Surabaya datang.

Perjalanan ke Kediri dilakukan Ibu selama serangkaian pengobatan sebelum operasi. Butuh berkali-kali tatap muka dengan dokter sebelum Ibu dioperasi.

Perjalanan PP yang melelahkan seringkali dijalani. Jika esok hari diminta dokter untuk kembali ibu dan suami memilih mencari kos terdekat dengan rumah sakit. Beberakali ibu diajak menginap di kos.

Pernah juga, karena keterbatasan informasi mengenai rumah sakit, sampai di tempat mendadak ditempel pengumuman jika poli di hari tersebut tidak buka. Sungguh, kasihan.

Ya Allah mudahkanlah Ibuku menjalani proses pengobatan. Doa yang setiap kali kuucapkan saat ibu diantar berobat.

Bersambung

Jumat, 24 Juli 2020

MY PREGNANCY STORY

Oleh: Eka Sutarmi
Setelah mengalami keguguran pada kehamilan pertama, rasa was-was terhadap kesehatan janin selalu menghantui pikiran sewaktu-waktu. Namun, berusaha untuk menjaga pola hidup sehat dan senantiasa berpikir positif terhadap kesehatan dan perkembangan janin senantiasa saya tanamkan.
Pada trisemester pertama kehamilan, keluhan demi keluhan memang seringkali saya rasakan. Periksa pertama ke puskesmas, HB dan lingkar lengan saya kurang memenuhi kriteria normal. Tablet tambah darah yang disarankan oleh bidan rutin saya minum dan mengonsumsi makanan bergizi yang bisa menambah kadar HB juga rutin saya lakukan. Syukurlah, setelah dua kali dicek lab, HB saya sudah normal.
Selain kurangnya kadar HB dan lingkar lengan, di semester pertama saya juga sering gemetar, terkadang hingga seperti terkena parkinson. Tapi alhamdulillah, lama-kelamaan keluhan itu tanpa saya sadari hilang dengan sendirinya.
Untuk trisemester kedua dan ketiga ini, alhamdulillah tidak ada keluhan yang saya rasakan. Hanya saja ketika terlalu banyak bergerak atau duduk, kedua kaki saya gampang bengkak.
Mulai awal kehamilan hingga saat ini, saya mendapatkan jatah gizi dari puskesmas. Gizi ini diperuntukkan bagi siapa yang memiliki berat badan dan lingkar lengkar lengan di bawah rata-rata waktu pertama periksa kehamilan. Gizi yang diberikan berupa susu hamil dan biskuit. Saya pun tidak menyia-nyiakan bantuan gizi ini. Susu saya minum rutin dan biskuit sedikit demi sedikit saya buat ngemil. Meskipun saya kurang suka ngemil yang manis-manis, tapi demi kesehatan janin saya paksakan.
Setiap kali periksa berat badan saya semakin meningkat. Senang rasanya. Semoga ini pertanda baik untuk perkembangan janin dalam kandungan saya.
Kehamilan saya kini sudah memasuki usia 7 bulan. Pergerakan janin sudah semakin kuat saya rasakan.
Saya dan suami semakin antusias menyaksikan perkembnagannya lewat USG. Usia kandungan 3 bulan sebenarnya sudah saya USG di puskesmas. Namun karena fasiitas yang kurang canggih, hasilnya pun tidak maksimal. Selain itu, yang menangani juga bukan dokter spesialis, jadi kurang detil saat menjelaskan. Diberitahu mengenai berat janin dan usia kandungan yang sudah sesuai, ada rasa bahagia tersendiri.
Beberapa minggu yang lalu, saya dan suami memutuskan untuk pergi ke dokter spesialis di Trenggalek. Karena kalau periksa ke RSUD harus mengantri berjam-jam, kami memutuskan periksa ke tempat prakteknya langsung.
Sesuai  rekomendasi dari teman-teman, saya periksa ke Dr. Indri Hapsari yang ada di Surodakan Trenggalek. Sebelumnya saya sudah mendaftar lewat WA untuk shift sore. Berangkat dari rumah pukul  17.00 dan sampai di sana pukul 19.00. Terlihat kursi antrian sudah hampir terpenuhi, tinggal tersisa beberapa saja.
Sampai di sana, saya langsung menuju pendaftaran. Tidak berselang lama setelah menunggu, saya dipanggil. Saya mengajak suami ke ruangan untuk bersama-sama menyaksikan perkembangan dede bayi dalam kandungan.
Subhanallah. Seketika kalimat tersebut terucap secara spontan menyaksikan gerakan yang begitu aktif si janin. Dokter menjelaskan sedemikian rupa mengenai kondisi dan perkembangan janin. Alhamdulillah kondisi janin sehat dan perkembangannya juga baik. Ya Allah, sungguh besar nikmat dan karunuia yang engkau limpahkan kepada kami.
Besar harapan untuk kelahiran buah hati kami, semoga semoga persalinan nantinya berjalan dengan lancar, semoga ibu dan bayi sehat. Aamiin

Rabu, 22 Juli 2020

MEMAHAMI KEHENDAK-NYA

Oleh: Eka Sutarmi

Allah sebaik-baik perencana. Maka yakinilah bahwa apapun itu, selalu ada hikmah dibalik rencana-Nya-­Anonim 
Pengalaman yang cukup pahit dan mengerikan itu sama sekali tidak terbayangkan jika harus terjadi pada diri saya. Tepatnya pada 17 Agustus lalu, janin yang ada dalam kandungan saya tidak bisa terselamatkan. Waktu itu usia kandungan saya kurang lebih 3 bulan.
Kami menikah pada awal Oktober 2019. Bulan November saya menyadari kalau telat haid. Saya cek menggunakan test pack, hasilnya pun positif. Alhamdulillah, perasaan senang hadir dalam keluarga kami setelah mengetahui saya hamil, terutama suami saya.
Kecapekan yang berlebihan dan emosi yang tidak menentu saat beradaptasi di rumah mertua membuat si janin yang masih muda ini terganggu. Dan Allah berkehendak lain. Kami harus bersabar.
Karena di rumah mertua masih ada adik ipar dan anaknya, saya dan suami memutuskan untuk mengontrak. Sebenarnya adik ipar sudah membuat rumah sendiri yang rencananya saya dan suami yang tinggal bersama mertua. Namun, karena suaminya masih bekerja rumahnya belum bisa ditinggali.
 Tujuan kami ingin mengontrak tak lain bukan untuk meninggalkan ibu mertua dan tidak memperdulikannya, tapi kami ingin menata perasaan kami sehingga kami berharap ini keputusan terbaik dan bisa mengubah kondisi menjadi lebih baik.
Memang masih beberapa bulan saya tinggal bersama mertua, jadi mungkin kami belum bisa saling memahami karakter dan ego masing-masing, konflik batinpun sering saya rasakan. Suami saya sangat paham dengan kondisi saya.
Suami saya merupakan anak laki-laki yang sangat disayang ibu mertua dan ia pun sebaliknya. Saya sangat memahami itu. Jadi setelah menikah, seakan ibu mertua saya kurang rela jika melihat suami saya mengasihi dan memperhatikan saya. Sering ibu saya diam tanpa sebab dan selalu ingin tahu semua privasi saya dan suami. Belum lagi adik ipar yang kadang menambah kekesalan saya.
Memutuskan untuk pindahan ke kontrakan di saat hamil muda sebenarnya bukan hal yang mudah untuk kami lakukan. Kami kasihan dengan janin dalam kandungan. Tapi tetap kami lakukan dengan harapan semoga ini menjadi keputusan terbaik kami. Kontrakan kami tidak juah dari rumah mertua, masih satu RT. Jadi kami masih berkesempatan mengunjungi ibu sesering mungkin.
Setelah pindah selama 4 hari, saya merasakan kram perut yang luar biasa. Capek yang tidak begitu saya rasakan dan emosi yang tidak menentu benar-benar mengganggu perkembangan janin dalam kandungan. Suami membawa saya ke puskesmas terdekat. Setelah di cek, saya tidak diminta untuk rawat inap tapi diminta pulang kembali dan bed rest total di rumah.
Ya Allah, semoga janin ini masih bisa selamat.” Harapan terbesar itu senantiasa saya ucapkan dengan air mata yang tidak bisa tertahan.
Keesokan harinya, tepatnya selepas sholat maghrib suami menghibur saya. Saya pun cukup senang  dengan caranya menghibur. Tapi ada yang tidak biasa. Saya merasakan sesuatu yang keluar dari jalan lahir saya begitu deras.
“Mas, sepertinya saya pendarahan hebat,” ucap saya pada suami. Seketika suasana berubah menjadi panik. Saya pun seketika tak berdaya dan sempat hampir tidak sadarkan diri saking banyaknya darah yang keluar.
Karena sudah tidak mungkin jika harus dibawa ke puskesmas dengan motor, sehingga suami saya harus mencari mobil dan sopirnya untuk mengantar kami. Sampai di puskesmas beberapa bidan menangani saya. Keputusan dari dokter bahwa janin saya sudah tidak bisa diselamatkan. Suami saya menguatkan saya berkali-kali, bahwa Tuhan masih punya rencana lain yang lebih baik.
 Sakit yang luar biasa masih saya rasakan selama proses abortus. Pada akhirnya seluruh jaringan berhasil keluar dengan gumpalan darah yang begitu banyak. Sangat mengerikan. Keesokan harinya keadaan saya semakin membaik dan diperbolehkan pulang.
Beberapa hari kemudian saya mengecek kandungan saya di dokter spesialis, ternyata saya tidak perlu kuret selepas keguguran karena sudah abortus komplit, sudah tidak ada lagi jaringan yang tertinggal di dalam kandungan. Syukurlah.
Rencana Allah yang sangat tidak terduga datang di saat yang tepat. Di saat kehidupan saya dan suami mulai tertata dan keluarga juga mulai nyaman dengan situasi yang kami jalani, Allah memberi hadiah untuk keluarga kami.
Enam bulan setelah saya pindah ke kontrakan, saya positif hamil. Saya dan suami masih berkesempatan menjaga karunia-Nya ini dengan sebaik-baik. Tidak hanya saya dan suami yang berbahagia, tapi juga ibu mertua dan seluruh keluarga saya. Pesan-pesan penting di sampaikan oleh mereka demi keselamatan dan kesehatan buah hati kami. Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan.

Panggul-Trenggalek, 23 Juli 2020

Minggu, 08 September 2019

SERBA SERBI PERINGATAN HUT RI KE 74 SMKN 1 PANGGUL


Bulan Agustus memang sudah berlalu. Namun kenangan euporia kegiatan peringatan HUT RI masih terkenang dalam benak saya, meskipun saya bukan sebagai peserta kegiatan. Saya sebenarnya iri menyaksikan para peserta yang tergabung dalam berbagai kegiatan PHBN, terutama iri kepada rekan kerja.


Saya tidak boleh mengikuti serangkaian kegiatan karena waktu itu saya memang tengah hamil dan usia kandungan saya masih muda. Tepat pada 17 Agustus saya mengalami keguguran disaat mereka yang lain tengah menyaksikan kemeriahan serangkaian kegiatan PHBN. Semoga tulisan ini bisa membayar kesedihan yang datang di kala peringatan kemerdekaan tiba.


Serangkaian kegiatan PHBN tingkat kecamatan diikuti oleh instansi dan umum se-kecamatan Panggul, Trenggalek. SMKN 1 Panggul menjadi salah satu sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan PHBN tingkat kecamatan. Kegiatan yang diikuti cabang perlombaan seni maupun olahraga.


Untuk beberapa cabang olahraga yang diikuti, SMKN 1 Panggul memperoleh beberapa prestasi yang cukup memuaskan. Berkat persiapan yang maksimal, siswa mampu memenangan beberapa pertandingan. Salah satu siswa SMKN 1 Panggul kelas XI atas nama Haidzati Aryani, sosok atlet karate dan bulu tangkis tingkat nasional memperoleh juara 2 cabang OR bulu tangkis Pi tingkat Kabupaten dan juara 1 tingkat Kecamatan. SMKN 1 Panggul juga telah punya atlet baru di bidang OR bulu tangkis yang telah mendapatkan juara 1 Pa tingkat kecamatan, yaitu atas nama Afrian Tito kelas X. Cabang OR sepak takraw Pi juga tengah mempertahankan kejuaraannya dari tahun kemarin, yaitu juara 1.


Salah satu kegiatan PHBN tingkat kecamatan yang membuat hati ini ingin ikut yaitu kegiatan baris berbaris variasi. Kesan kegiatan baris berbaris tahun lalu masih sangat membekas hingga seakan tidak rela jika diri ini tidak bisa mengikuti.

Hal yang menarik dari kegiatan gerak jalan SMKN 1 Panggul dari pleton lainnya, yaitu aba-aba yang dipakai, kostum yang dikenakan, serta gerakan-gerakan yang digunakan selama berjalan kurang lebih 4 KM. Gerak jalan tahun lalu kostum yang dikenakan adalah surjan dengan busana pelengkap blangkon dan jarit barong. Aba-aba yang digunakan adalah bahasa jawa kawi serta menggunakan variasi-variasi gerakan yang membuat rasa lelah menjadi lupa. 


Sayangnya untuk tahun lalu kami mendapat nomor keberangkatan terakhir, jadi warga yang menonton di sepanjang jalan sudah tidak banyak. Namun ketika di depan panggung kehormatan terlihat banyak sekali penonton yang dengan antusias menyaksikan variasi-variasi yang kami tampilkan. Kami juga mendapat tepuk tangan meriah dari orang-orang yang ada di panggung kehormatan. Sayangnya, kami bubar tepat di depan panggung kehormatan. Seharusnya tempat pembubaran berada di depan pendapa, sehingga kami tidak memperoleh nilai saat di finish. Padahal kami sudah memperoleh nilai yang tinggi saat di start.


Rasa kecewa terbayarkan dengan kegiatan gerak jalan tahun ini yang diakan pada hari Kamis, 15 Agustus 2019. Tidak jauh beda dengan yang tahun kemarin, gerak jalan tahun ini juga menggunakan aba-aba bahasa Jawa. Hanya saja kostum yang dikenakan berbeda, yaitu pakaian warok ala reog ponorogo dengan gerakan-gerakan khas warok. Di depan panggung kehormatan, tim gerak jalan SMKN 1 Panggul juga menampilkan drama yang menarik perhatian seluruh penonton. Rasa kecewa akan kekalahan tahun lalu terbayarkan dengan kemenangan tahun ini. Tim kami memperoleh juara 1 tingkat instansi. 

Tim warok SMKN 1 Panggul

Sekolah kami juga mengirimkan dua pleton untuk kat egori siswa dan alhamdulillah kedua pleton tersebut mendapatkan juara. Mereka senantiasa berlatih dengan penuh semangat meskipun panas terik. Kategori Pa mendapatkan juara 2 sementara kategori Pi memperoleh juara 3. 

Peserta Gerak Jalan SMKN 1 Panggul kategori Pa

Peserta Gerak Jalan SMKN 1 Panggul kategori Pi

Selain gerak jalan, kegiatan yang menarik perhatian warga adalah pawai seni budaya. Angkat tema ragmen ramayana, kelompok pawai seni SMKN 1 Panggul juga menarik perhatian warga. Tim pawai seni SMKN 1 Panggul memperoleh juara 2. Tidak hanya berjalan lenggak lenggok dengan dengan berbagai kreasi penampilan, SMKN 1 Panggul menampilkan drama singkat ragmen ramayana. Drama tersebut ditampilkan di beberapa titik yang kemungkinan di tempat tersebut ada juri yang menilai.
Antara Rama dan Shinta

Depan panggung kehormatan yang dipenuhi penonton
Kisah drama tersebut mengangkat cerita cinta Rama dan Shinta dengan tokoh Rama, Shinta, dan Rahwana menjadi pemeran utama. Dalam drama tersebut Shinta ditinggal berburu Rusa oleh Rama untuk menuruti keinginan Shinta. Nahasnya Rahwana datang untuk menculik Shinta. Salah satu prajurit kerajaan melaporkan kejadian tersebut pada sang raja, Rama. Akhirnya Rama meminta para anoman untuk membantu merebut Shinta. Peperangan pun terjadi. Singkat cerita Shinta pun kembali ke tangan Rama. Bapak camat sangat mengapresiasi penampilan tim pawai seni dari SMKN 1 Panggul. 
Tim pemeran kisah cinta Rama dan Shinta dalam ragmen Ramayana

Kegiatan penutup dari serangkaian kegiatan PHBN kecamatan Panggul adalah exposisi. Stand-stand berdiri memenuhi lapangan desa Panggul. Stand SMKN 1 Panggul menjual aneka makanan. Hari pertama, kami menjual bakso ikan, es dawet, resoles isi teri, dan pisang coklat. Sementara hari kedua menjual bakso ikan, es dawet, resoles rasa teri, dan nasi tiwul plus urap. 

Siswa menjalankan tugas menjaga expo


Kunjungan Bapak Camat ke stand expo SMKN 1 Panggul

Seperti tahun lalu, kami menggunakan voucher belanja untuk stand kami. Voucher senilai lima ribu rupiah dibagikan kepada seluruh siswa SMKN 1 Panggul, sehingga siswa tinggal menukar voucher saat ingin membeli di stand kami.
Stand ekpo SMKN 1 Pangggul masih mempertahankan juara kedua layaknya tahun lalu. 
 
SMKN 1 Panggul yang baru dimulai pada tahun ajaran 2017/2018 sedikit demi sedikit tengah menorehkan prestasi baik di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan di tingkat nasional sekali pun. Semoga semakin ke depan SMKN 1 Panggul semakin maju dan unggul. Aamiin. 

#SMKBisaSMKHebat

Rabu, 31 Oktober 2018

DONOR DARAH, SIAPA TAKUT



Bayang-bayang ketakutan akan jarum suntik yang konon lebih besar dari biasanya dan menyaksikan darah yang mengalir ke kantong membuatku ragu untuk menjadi pendonor. Dalam bayangan semuku prosedur donor darah itu sangat menyakitkan. Betapa malunya diriku ketika petugas PMI menyuntikkan jarum di lenganku, tiba-tiba aku menjerit histeris. Oh…tidak.

Aku sebenarnya terinspirasi dengan teman kuliah yang rutin mendonorkan darahnya ke PMI. Sekali aku mengantarnya, namun aku takut menyaksikan prosesi ketika ia donor darah. Setelah selesai, ia tidak mengeluh kesakitan. Keadaanya baik-baik saja. Lantas kenapa aku harus takut sebelum mencoba?

Di sekolah tempatku bekerja ternyata ada teman yang sudah puluhan kali donor darah. Ia rutin mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali. Bahkan ketika sekali saja tidak donor darah, terasa ada yang kurang. Aku jadi semakin optimis kalau aku berani.

Suatu hari datang petugas PMI Trenggalek ke sekolah. “Apa mau ada donor darah ya?” pikirku. Ternyata benar ada surat pemberitahuan dari PMI kalau donor darah akan diadakan tanggal 8 Oktober di kantor kecamatan pukul 09.00. Momen yang pas banget.

Ada 6 orang dari sekolah yang ingin donor darah, termasuk aku. Kami berangkat ke posko donor darah bersama-sama. Sampai di lokasi ada beberapa orang yang sudah antri. Menyaksikan mereka baik-baik saja, aku semakin yakin saja kalau hari itu bakal sukses menjadi pendonor untuk kali pertama.

Sebelum donor, kami harus menghadap petugas untuk mengisi fomulir, tanda tangan, dan pemeriksaan kesehatan, seperti tes golongan darah, tensi darah, dan cek HB.

Ketika jari manisku disuntik dengan jarum kecil lalu dites menggunakan alat, ternyata petugas bilang HB-ku tidak memenuhi. HB normal untuk cewek dewasa yaitu 12, sementara HB-ku kurang dari itu. Pasti sangat kecewa jika petugas bilang bahwa saat ini aku tidak bisa ikut donor darah. Aku sempat memohon agar aku tetap bisa donor darah. Alhamdulillah aku lolos. May everything is all right.

Ternyata donor darah itu tidak menyakitkan dan memakan waktu yang tak lama, tidak ada satu jam.

Sebelum disuntik, petugas akan memeriksa tekanan darah lagi. Lengan dibebat dan dipompa sebentar. Setelah itu, barulah jarum suntik donor darah ditusukkan di lengan. Bagian penusukan inilah yang membuatku sedikit kaget. Tidak terlalu sakit sebenarnya. Setelah jarum suntik masuk ke dalam pembuluh darah, tidak akan merasakan sakit lagi. Mungkin proses ini hanya butuh sekitar 15 menit untuk memindahkan dari tubuh ke kantong.

Setelah semua alat dilepas, petugas meminta pendonor darah untuk istirahat sebentar, lalu dipersilahkan beranjak.

Senang sekali. Akhirnya aku berhasil membunuh rasa takut dan penasaran akan donor darah. Semoga selanjutnya aku bisa donor darah lagi.

Aku tambah senang, ternyata selepas donor darah itu dapat bingkisan hehe…


Sebelum jarum suntik meusuk lenganku☺


Sedikit menahan rasa sakit

Panggul-Trenggalek, 31 Oktober 2018


Minggu, 28 Oktober 2018

CITIZEN REPORTER: BEKAL ISTIMEWA UNTUK PEMILU 2019

Koran Harian Surya, Selasa (16/10)
Gegap gempita menjelang pesta demokrasi yang sudah di depan mata kini mulai terasa. Para penyelenggara pemilu sepertinya sudah mulai mempersiapkan sebaik mungkin untuk menghadapi pemilu 2019 demi terlaksananya pemilu yang sukses dan berjalan lancar.

Salah satunya KPU Kabupaten Trenggalek. Komisioner melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih untuk menyambut pemilu tahun 2019 mendatang. Kursus demokrasi dan kepemiluan dihelat dari satu tempat ke tempat lain di Kabupaten Trenggalek.

Kursus demokrasi dan kepemiluan gelombang II untuk zona Panggul, Dongko, Suruh, dan Pule dilaksanakan di aula SMK Negeri 1 Panggul, Rabu (10/10/2018). Acara digelar mulai pukul 09.00 hingga 16.00 dan diikuti 30 peserta.

‘Melahirkan Generasi Cerdas Berdemokrasi Meningkatkan Partisipasi Masyarakat menuju Pemilu 2019’ menjadi tema yang diusung dalam acara ini. Pembicara tunggal adalah Bapak Nurani Soyomukti, S.Sos, komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kualitas pemilu di Trenggalek.

Sesi penyampaian materi

“Acara kursus kepemiluan dan demokrasi ini adalah bagian dari acara KPU untuk menyambut pemilu 2019. Kami ingin memberikan wawasan dan pengetahuan tentang demokrasi dan teknis kepemiluan. Dengan harapan, setelah mendapat bekal dari kursus demokrasi ini, semua peserta nantinya bisa menjadi warga yang berpartispatif dan terlibat aktif dalam kepemiluan,” tegas Nurani Soyomukti.

Sesi Diskusi
Beberapa materi terkait demokrasi dan kepemiluan disampaikan dengan begitu jelas. Pembawaan beliau yang sangat interaktif menambah antusias peserta.

Sebelum beliau menyampaian beberapa materi, para peserta diminta berdiskusi kelompok. Ada empat kelompok dengan tema yang berbeda, yaitu politik uang; golput; kampanye; dan pendidikan politik bagi kaum perempuan. Kesempatan ini memberikan ruang bagi kami untuk mengkaji hal-hal baru terkait dunia politik. Diskusi menjadi lebih hidup ketika memasuki sesi tanya jawab.

Nurani menguraikan banyak hal terkait dunia demokrasi dan kepemiluan. Mulai dari sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia dari masa demokrasi parlementer hingga masa reformasi.

Beliau juga mensosialisasikan mengenai tahapan pemilu 2019, mulai dari awal hingga puncaknya pada tanggal pemungutan suara 17 April 2019. Diharapkan partisipasi masyarakat terhadap pemilu tahun 2019 ini bisa meningkat.

“Generasi muda harus peduli terhadap partai politik, wakil rakyat, dan pemerintah. Itu seperti pendapat seorang penyair Jerman, Bertolt Bracht yang menyatakan orang yang bodoh itu bukan karena buta huruf melainkan orang yang buta politik. Hampir semua kebutuhan hajat hidup seluruh masyarakat itu ditentukan oleh proses politik.” tegasnya.


Sesi Foto Bersama
Sesi Ramah Tamah

Harian Surya, 29-10-2018

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...