Sabtu, 26 Desember 2015

Bahagia yang Sederhana Versi Saya



Hati saya begitu marem jika setiap bertemu beliau dimanjakan dengan kata-kata "Are you happy today?"...Kata-kata-nya memang sederhana, tapi dibalik kata-kata itu saya menganggap banyak sekali kesan yang sangat berarti bagi saya. Happy disini saya yakin mengandung arti yang sangat luas, bisa jadi menanyakan kabar, kenyamanan, atau keadaan-keadaan yang lain.

Karena keterbatasan Bahasa diantara kami, kadang-kadang hanya sepotong-sepotong kata yang bisa kami ucapkan. Mungkin beliau sebenarnya mau berbicara banyak dengan saya, tapi karena saya belum bisa memahami betul jika diajak cakap pakai Bahasa Thai, akhirnya beliau jika bertemu berbicara dengan Bahasa Inggris.

Beliau yang saya maksud disini adalah Poo'o (Guru Nuha). Beliau menjadi pengasuh sekolah yang saya tempati ini. Saya sungguh kagum dengan beliau. Disiplin, serius, dan Tegas. Jiwa pemimpinya sangat luar biasa meskipun beliau seorang perempuan. 

Ditanya tentang keadaan oleh seseorang yang begitu saya kagumi disini, bisa jadi vitamin semangat saya. Ha a (lebay). Kami tadi bertemu di jam siang yang begitu meletihkan. Setelah bertemu dengan beliau dan dilontarkan pertanyaan yang mengesankan (bagi saya), letih saya bisa terobati.

Songkhla, 23.12.15

Edisi Kangen Masakan Simbok



Simbok, begitulah panggilan kesayangan saya kepada nenek saya. Selain masakan emak saya yang sangat enak, masakan Simbok juga terasa special di lidah saya. Ibu saya sangat telaten memang jika memasak, ia sangat teliti ketika memberikan bumbu-bumbu pada masakan, wajar saja jika masakannya sangat lezat.

Berbeda dengan simbok, setiap kali memasak Simbok tidak pernah terpaku pada resep. Bisa dibilang hanya masak ala kadarnya, tidak neko-neko. Yang penting bumbu-bumbu pokok, seperti bawang merah, bawang putih, dan garam sudah masuk, tidak perlu repot-repot untuk menambahkan bumbu yang lainya, kecuali jika harus memasak masakan yang memerlukan bumbu tambahan. 

Kalau saya perhatikan cara simbok saya memasak juga lebih tidak istimewa lagi. Ia melakukan segalanya serba cepat. Misalnya, tidak telaten Simbok saya ketika memasak harus memberikan takaran pada bumbu masakan, biasanya pakai takaran perasaan saja. Tapi entah apa yang membuat masakan si-mbok memiliki rasa yang special di lidah saya. Setiap kali memasak bumbu-bumbu racikan sederhana simbok terasa pas.

Entah kenapa, lidah saya tiba-tiba terasa gatal ingin menikmati masakan simbok. Bukanlah masakan mewah yang saya rindukan, tapi masakan yang sangat sederhana tapi begitu terasa nikmat dilidah saya ketika yang memasak adalah simbok. Seperti contohnya, masakan berbau tempe khas simbok, sayur thewel khas simbok, sambal khas simbok, sayur sop khas simbok, dan masakan-masakan khas simbok yang lain.

Lidah saya begitu sulit untuk menyesuikan dengan makanan yang neko-neko disini. Terasa enak jika melihat mereka semua melahap makanannya. Ketika giliran saya yang merasakan, lidahku berkata lain. Meskipun sekarang saya berada disini, ha a a serasa lidahku masih menancap di kampung halaman.


Hatyai-Songkhla, 24-12-2015

Ini Baru Jambu Bangkok





Jambu Bangkok-Thailand
Jambu Bangkok, itulah orang biasa menyebut buah berbiji dan rasanya masam ini. Berbicara tentang Jambu Bangkok, saya sedikit punya cerita. Saya punya pohon Jambu Bangkok di pekarangan rumah, tepatnya di tengah sawah. Rupanya ketidaksengajaan pohon jambu Bangkok tumbuh disitu, karena saya pernah menanyakan ke orang-orang rumah tidak ada yang menanam. Pohon itu tumbuh dengan sendirinya. Saya ingat sekali, jika waktu saya SD dulu, saya pernah membawa Jambu Bangkok yang saya petik dari tengah sawah itu ke sekolah dan menjualnya ke teman-teman saya. Mereka begitu senang membelinya. Setiap kali membawa jambu Bangkok  satu keranjang plastik berukuran sedang, selalu habis dibeli oleh teman-teman. Saat itu harganya 100-300 rupiah, berdasarkan ukuran buahnya. 

 Selain itu, Jambu Bangkok juga menjadi buah yang sangat pas ketika dimakan sambil menunggu tanaman padi dari serangan burung di sawah. Setiap kali Jambu Bangkok berbuah, saya begitu semangat jika disuruh untuk menunggu tanaman padi di sawah, karena bisa sambil makan jambu Bangkok. Entah apa yang membuat teman-teman saya dan juga saya senang sekali makan buah yang satu ini, padahal buahnya keras, rasanya asam, dan juga banyak bijinya. Sebagai orang yang tinggal di desa yang jauh dari pasar buah, jadi tidak ada saingan buah-buahan yang lain. Jambu klutuk-pun terasa nikmat.

Pohon jambu yang tumbuh di pekarangan rumah itu sudah lama di tebang. Kakekku yang menebangnya. Jamanya sudah modern, masak makan buah jambu Bangkok terus. he e e. Setelah itu, saya sangat lama sekali tidak makan jambu Bangkok lagi.

Buahnya yang keras, berbiji, dan kadang rasanya yang masam, menjadikan buah Jambu Bangkok ini memang jarang diminati oleh sebagian besar orang.  Sepertinya kebanyakan orang lebih memilih buah-buahan jenis lain yang rasanya lebih manis dari pada buah Jambu Bangkok ini, seperti apel, melon, semangka, mangga, jeruk, dll.  Jika melihat buah-buahan yang di jejerkan di pasar buah, rasanya hampir tidak ada yang menjualnya. Selain sangat sedikit orang yang berminat membeli buah ini, orang-orang yang mungkin punya buahnya di rumah enggan untuk menjualnya karena harganya yang murah Mungkin jika dibandingkan dengan jambu biji yang warna merah, orang-orang lebih memilih yang satu ini. Meskipun sama- sama banyak bijinya, tapi lebih manis dan empuk, serta kalau dibuat jus lebih lezat daripada jambu Bangkok.

Ternyata buah jambu Bangkok yang tidak begitu diminati oleh sebagian besar orang tersebut, di Thailand jambu Bangkok menjadi buah andalan dan memang cukup populer.

Bahasa Melayu Thailand, jambu Bangkok disebutnya Buah Kayu. Bukan karena buahnya yang seperti kayu (keras), tapi pohonnya berkayu, seperti halnya buah mangga, rambutan, dll dan Bahasa Siamnya adalah fa’rang. Hanya beberapa orang saja yang biasa menyebutnya dengan buah kayu, mereka biasa memakai kata Fa’rang.

Jambu Bangkok (Fa’rang) menjadi buah andalan orang-orang disini. Saya juga heran ketika istirahat tiba, selepas makan siang, banyak dari murid-murid atau para guru yang lebih memilih Jambu Bangkok sebagai makanan pencucui mulut. Karena banyak buah yang disediakan, saya mending pilih buah yang lain. 

Selama disini saya belum merasakan yang namanya Jambu Bangkok yang konon menjadi buah andaan itu. Kebetulan tadi pagi saya diajak ke pasar, karena saya begitu penasaran, akhirnya saya membeli 3 buah Jambu Bangkok, semua dihargai 60 bath atau setara dengan 24.000. 

Sangat berbeda dengan jambu Bangkok yang pernah saya makan waktu itu, keras, asam dan banyak bijinya. Wajar saja jika banyak orang disini yang berminat untuk membeli buah Jambu Bangkok, karena buahnya begitu yummmiii. Lihat saja 3 buah jambu itu beratnya hampir 2 kg, karena ukuranya cukup besar. Rasanya juga manis, berdaging tebal, hampir tidak berbiji, hanya sedikit saja bijinya, dan ketika di makan Sooo Crunchy. Inilah Jambu Bangkok yang Asli.

Songkhla-South Thailand, 27-12-2015


Senin, 21 Desember 2015

Sensasi Mengajar di SD (1) : Media Sederhana untuk Hari Ini


Frog Family


Green Leaves in The Water
Setiap hari Selasa jadwal mengajar saya adalah di Prathom atau setara SD, dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Saya  diminta untuk mengajar  B. Inggris di kelas 1. Saya bertatap muka dengan mereka sudah beberapa kali pertemuan, dan hari ini adalah yang kesekian kalinya. 

Pengarahan yang diberikan oleh guru Bahasa Inggris  saat saya akan mengajar, bahwa untuk kelas 1, mereka masih belajar B. Inggris lewat lagu, kartu gambar (flashcard), atau dengan meminta mereka  menggambar, selebihnya mereka masih kesulitan untuk memahaminya.

Saya sebenarnya bingung saat Guru. Bahasa Inggris waktu itu bilang seperti itu kepada saya. Lagu apa yang harus saya berikan? terus gambar-gambar apa saya harus saya berikan kepada mereka juga. Akhirnya selama dua kali pertemuan saya meminta izin untuk melihat terlebih dahulu bagaimana Guru Bahasa inggris disini menyampaikan materinya. 

Setelah saya mengamati, akhirnya bisa tahu juga, dan berikut ini garis besar teknik yang beliau gunakan saat mengajar. Lagu diputar siswa menirukan, sesekali mereka mengekspresikan gerakan yang ada dalam lagu tersebut. Sesekali guru menunjukkan gambar yang sesuai dengan lagu tersebut. Setelah selesai, guru meminta siswa untuk melihat activity book, siswa mengerjakan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh guru. Setiap pelajaran berakhir buku tersebut dikumpulkan kepada guru untuk dikoreksi hasil pekerjaanya.

Oh…begitu caranya mengajar, sudah cukup lega dan saya merasa lebih lega lagi karena sebelum saya mulai mengajar mereka, Mrs. Robi’ah (guru Bahasa Inggris) menyerahkan Lesson Procedure, satu paket lagu untuk mengajar mereka, flashcard dan activity book untuk saya mengajar.  Ternyata itu sudah satu paket, jadi antara Lesson Procedure, lagu, flashcard dan activity book saling berkaitan. Setiap bab selalu ada lagu, flashcard, dan activity yang harus di kerjakan siswa. Alhamdulillah, jadi saya tidak perlu bingung lagi, dan juga repot-repot untuk membuat RPP dari awal lagi, menyiapkan media, dll. Dengan begini, saya tinggal memahami perangkat pembelajaran yang diberikan dan mengembangkannya jika perlu.

Beberapa kali pertemuan mengajar mereka masih mendapatkan satu unit saja dan hari ini mereka akan bertemu dengan materi baru. Akhir-akhir ini siswa banyak yang malas ketika saya ajar, tidak seperti awal-awal dulu, begitu semangat dan selalu memperhatikan. Aku baru sadar, jika saya hanya membahas hal yang sama di beberapa kali pertemuan, mungkin mereka sudah bosan (lagu dan gambar kok hanya itu-itu saja). Saya tidak berniat untuk membuatnya bosan, tapi ingin membuat mereka bisa ingat, bahkan ingat di luar kepala tentang apa yang saya sampaikan.

Saya jamin dengan materi baru yang saya berikan hari ini, semangat mereka bisa kembali lagi. Tidak hanya siswa saja yang senang untuk menyampaikan materi baru, saya sebenarnya juga senang. He e.

Kalau pembahasan sebelumnya mengenai emotions (happy, sad, surprise, & angry), dengan lagu If You’re happy dan flashcard bergamabar monster feeling, untuk kali ini saya berharap akan lebih menarik lagi. Tidak hanya lagu dan gambar saja, tetapi hari ini saya juga ingin memeberikan cerita kepada mereka (telling the story). Ceritanya tentang Frog Family (Father frog, mother frog, brother frog, sister frog, and baby frog).

Tadi malam saya sudah membuat media sederhana untuk menyampaikan materi hari ini, berupa puppet dan gambar untuk mendukung cerita dan tak lupa juga untuk memahami ceritanya. Untuk flashcard materi ini kebetulan hanya ada satu saja, jadi gambarnya harus buat sendiri. Meskipun dengen media sangat sederhana dan acak adul, semoga materi untuk hari ini bisa tersampaikan dengan baik. 

Songkhla, South Thailand

Sabtu, 19 Desember 2015

Ketika Akhir Pekan Tiba

      
          Saat akhir pekan tiba anak-anak  sekolah pastinya merasa senang. Mereka yang setelah beberapa hari harus perge ke sekolah, berangkat pagi dan juga dengan banyak tugas yang harus di kerjakan, membuat mereka begitu senang saat akhir pekan tiba. “Horeee besuk libur”. Mungkin itulah ungkapan yang cocok bagi mereka untuk menggambarkan kegembiraanya saat berjumpa lagi dengan akhir pekan.

            Hal serupa saya kira tidak hanya dirasakan oleh  anak sekolah saja, tetapi mungkin juga dirasakan oleh orang-orang yang dalam enam atau lima hari memiliki kewajiban untuk menjalan tugas dan tanggung jawabnya, misalnya sebagai guru, karyawan, pegawai, dll. Kebahagiaan yang muncul saya kira banyak macamnya, ada yang ketika hari-hari biasa harus bangun lebih awal, ketika akhir pekan tiba bisa ditunda sedikit, he e. Ada juga yang saat akhir pekan bisa menjadi momen rekreasi bareng keluarga untuk menghilangkan kepenatan karena bekerja hampir selama satu minggu. Intinya, ketika akhir pekan tiba itu meluangkan waktu untuk beristirahat dari segala beban pekerjaan dan merehatkan tenaga, pikiran dan fisik tentunya, dengan cara yang berbeda-beda.

            Sekolah yang saya tempat untuk menjalankan tugas KPL ini masuk aktif sampai hari Jum’at dan setiap hari harus berangkat pagi pulang sore, istirahat satu jam di siang hari (makan siang dan sholat Dhuhur). Sebenarnya saya ingin sekali di saat istirahat itu pergi ke asrama untuk hanya sekedar membaringkan badan beberapa menit saja, tapi malangnya, setelah semua siswa yang tinggal di asrama berangkat ke sekolah, pintu masuk di kunci dan dibuka ketika sore hari. Pernah saya tanyakan alasanya, karena beberapa siswa jika istirahat pulang ke asrama, saat waktu masuk pelajaran  mereka terlambat, atau bahkan ada yang malas untuk tidak mengikuti pelajaran di siang hari. 

Dengan menjalani rutinitas seperti itu, tidak salah jika saya juga sangat merasakan kedamaian hati ketika akhir pekan tiba. Jika saya bisa menikmati jalannya waktu dalam sehari, saya tidak begitu merindukan akhir pekan. Biarlah hari itu datang dengan sendirinya, lalu menikmatinya. Tapi kadang saya merasa waktu sehari itu begitu lamanya, jarum jam seperti tidak berputar setiap detik sekali. Saat seperti inilah yang kadang membuat saya merindukan sekali akan hadirnya akhir pekan. 

Saya begitu senang ketika akhir pekan tiba. Saya bisa merasakan nikmatnya hari libur setelah hampir seminggu menjalankan tugas dan tanggung jawab saya di sekolah.

Saat akhir pekan tiba begitu berharap sekali ada orang yang mengajak saya untuk jalan-jalan keluar. Kenapa tidak jalan sendiri? Jika ingin pergi ke suatu tempat saya harus ditemani oleh seseorang yang sudah berpengalaman. Sebagai pendatang, saya tidak boleh bebas jalan sendirian, harus keluar bersama orang lain. Beberapa minggu yang lalu, saya diajak oleh salah seorang guru ke rumahnya dan menginap disana. Tapi, beberapa minggu ini saya mengisi akhir pekan saya di asrama saja, belum ada lagi tawaran relawan untuk mengajak saya pergi ketika akhir pekan tiba. Ya, mungkin bukan akhir pekan yang tepat untuk dibuat jalan-jalan, menikmati tempat-tempat indah di negara yang saya tempati saat ini. 

Sejauh saya tidak pergi keluar saat akhir pekan, maka saya melakukan aktivitas akhir pekan saya di asrama. Meskipun hanya stay di asrama, tetap saja tidak melunturkan rasa senang saya saat akhir pekan tiba. Ada beberapa hal yang saya kerjakan sehingga membuat saya begitu menikmati akhir pekan meskipun hanya stay di asrama.

1.  Mencuci dan Membersihkan Ruangan
Mencuci dan membersihkan ruangan yang saya tempati adalah pekerjaan yang begitu seru untuk dilakukan saat akhir pekan. Betapa tidak, ketika hari-hari aktif sekolah, rasanya tidak sempat untuk melakukan kedua aktivitas ini. Saya kumpulkan baju-baju kotor saya selama lima hari tersebut, lalu saya mencucinya ketika akhir pekan seperti ini. Yang semula ruangan yang cukup berantakan dan pakian kotor yang menumpuk, saat akhir pekan tiba jadi cling, semuanya kembali rapi. Setelah semua selesai, lalu saya mandi. Ketika badan sudah bersih dan rapi, ruangan-pun juga sudah bersih, rasanya plooong. Inilah keseruan yang saya rasakan ketika menjalan kedua aktivitas tersebut di akhir pekan.

2.  Membaca dan Menulis
Berdiam diri di kamar asrama dengan buku di tangan saat akhir pekan menjadi kegiatan yang juga sangat mengasikkan. Ada beberapa buku yang saya bawa kesini. Tujuan saya memang akan saya baca setiap saat, baik di sekolah, asrama, atau saat diajak bepergian sekalipun.  Membaca di waktu luang menjadi aktivitas yang begitu nikmat, khusunya pada saat akhir pekan. Menulispun saya perlakukan sama dengan membaca. Saat di sekolah ketika tidak mengajar, mungkin orang-orang yang melihat saya sok sibuk menulis, dan sok serius membaca. Ha a…mereka yang berpikiran seperti itu sudah tertipu dengan tingkah saya ketika jam kosong, saya terlihat sok sibuk membaca. padahal yang saya hanya sedang membaca cerita ringan saja. Saya terlihat sok sibuk menulis, padahal yang saya tulis hanya sekedar curhatan saja, atau menulis momen penting, bahkan hanya sekedar coret-coret saja, dan ketika akhir pekan tiba saya berusaha untuk memperbaikinya.

3.  Menghubungi Keluarga dan Teman
Mengobati rasa rindu dengan keluarga dan teman, biasanya saya menghubungi mereka di akhir pekan. Beberapa minggu sekali secara bergantian saya menelphon keluarga dan teman saya. Seperti mereka hadir dalam kesendirian saya di akhir pekan, ketika saya bisa berbicara dengan mereka. Pastinya dengan menghubungi mereka, kami jadi saling tahu keadaan kami masing-masing. Mendengar kabar baik diantara kami semua menjadi penenang dan juga obat rindu.

4.  Jadi koordinator asrama
Ada dua orang guru sekolah yang tinggal di asrama. Mereka ditugaskan sebagai koordiantor asrama, yaitu mengatur kegiatan di asrama. Ketika saya belum tinggal disini, mereka harus pulang secara bergantian. Jika salah satu pulang, yang satunya harus pulang di minggu berikutnya. Ketika saya disini, sudah beberapa kali mereka pulang di minggu yang sama. Jadilah saya yang mengatur semua aktivitas mereka ketika mereka berdua pulang ke rumah. Waktu pagi saya harus memencet bel bangun pagi, setelah itu menggedor-gedor pintu mereka agar mereka segera bangun. Ha a Kktanya, hanya bunyi bel saja tidak mempan, jadi harus di tambah dengan menggedor pintu mereka. Waktunya sholat subuh akan dimulai, pencet bel lagi. Memencet bel dilakukan ketika waktu sholat tiba dan jam makan (pagi dan sore). Selain itu menjadi iman sholat, mengingtakan mereka setiap kegiatan asrama tiba, dan juga menhkoordinir beberapa kegiatan lain yang dialkukan di asrama.

5.  Mengerjakan tugas KPL
Selama KPL di Thailand ini, kami harus membuat laporan. RPP dan  jurnal harian adalah tugas yang harus segera saya saya selesikan. Akhir pekan menjadi waktu yang tepat bagi saya untuk menyusun rencana pembelajaran yang akan digunakan untuk mengajar pertemuan selanjutnya. Berkaitan jurnal harian, saya harus menuliskan aktivitas apa saja yang sudah saya lakukan dalam setiap harinya ke dalam kolom-kolom yang sudah disediakan. Mungkin di hari-hari biasa saya hanya menuliskan secara singkat saja, tetapi ketika akhir pekan saya bisa membuatnya jurnal harian tersebut menjadi lebih lengkap. 

6.  Mengerjakan Tugas Akhir
Sebelum saya berangkat ke Thailand, skripsi baru sampai di revisi proposal. Sehingga, ketika disini saya mempunyai tanggung jawab akan hal itu. Akhir pekan menjadi waktu yang begitu mendukung untuk mengerjakannya. 

7.  Bergulat dengan Internet
Saya mengusahakan diri saya untuk selalu menyisakan paketan internet untuk akhir pekan. Dengan adanya internet membuat saya tidak jenuh ketika di asrama. Di hari-hari biasa, meskipun ada paketan internet, saya hanya bisa menggunakanya hanya waktu-waktu tertentu saja, mungkin ketika istirahat tiba, atau malam hari. Tetapi, kalau menggunakan internet di akhir pekan bisa leluasa. Bermain facebook, nge-post catatan di blog, membaca blog teman, browsing keperluan mengajar, dan aktivitas via online lainya membuat akhir pekan saya cukup menyenangkan.

Dengan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, akhir pekan saya disini menjadi seru, tidak bosan meskipun hanya stay di asrama. Mungkin akan lebih berwarna lagi, jika suatu hari nanti, ada relawan yang mengajakku untuk menikmati keindahan kota dan tempat-tempat eksotis yang ada di Thailand ketika akhir pekan tiba. Saya yakin dengan hal itu jika pasti suatu saat nanti kesempatan menyenangkan itu akan datang.  The end

Songkhla-South Thailand, 20-12-15 




           
           

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...