Sabtu, 26 Desember 2015

Ini Baru Jambu Bangkok





Jambu Bangkok-Thailand
Jambu Bangkok, itulah orang biasa menyebut buah berbiji dan rasanya masam ini. Berbicara tentang Jambu Bangkok, saya sedikit punya cerita. Saya punya pohon Jambu Bangkok di pekarangan rumah, tepatnya di tengah sawah. Rupanya ketidaksengajaan pohon jambu Bangkok tumbuh disitu, karena saya pernah menanyakan ke orang-orang rumah tidak ada yang menanam. Pohon itu tumbuh dengan sendirinya. Saya ingat sekali, jika waktu saya SD dulu, saya pernah membawa Jambu Bangkok yang saya petik dari tengah sawah itu ke sekolah dan menjualnya ke teman-teman saya. Mereka begitu senang membelinya. Setiap kali membawa jambu Bangkok  satu keranjang plastik berukuran sedang, selalu habis dibeli oleh teman-teman. Saat itu harganya 100-300 rupiah, berdasarkan ukuran buahnya. 

 Selain itu, Jambu Bangkok juga menjadi buah yang sangat pas ketika dimakan sambil menunggu tanaman padi dari serangan burung di sawah. Setiap kali Jambu Bangkok berbuah, saya begitu semangat jika disuruh untuk menunggu tanaman padi di sawah, karena bisa sambil makan jambu Bangkok. Entah apa yang membuat teman-teman saya dan juga saya senang sekali makan buah yang satu ini, padahal buahnya keras, rasanya asam, dan juga banyak bijinya. Sebagai orang yang tinggal di desa yang jauh dari pasar buah, jadi tidak ada saingan buah-buahan yang lain. Jambu klutuk-pun terasa nikmat.

Pohon jambu yang tumbuh di pekarangan rumah itu sudah lama di tebang. Kakekku yang menebangnya. Jamanya sudah modern, masak makan buah jambu Bangkok terus. he e e. Setelah itu, saya sangat lama sekali tidak makan jambu Bangkok lagi.

Buahnya yang keras, berbiji, dan kadang rasanya yang masam, menjadikan buah Jambu Bangkok ini memang jarang diminati oleh sebagian besar orang.  Sepertinya kebanyakan orang lebih memilih buah-buahan jenis lain yang rasanya lebih manis dari pada buah Jambu Bangkok ini, seperti apel, melon, semangka, mangga, jeruk, dll.  Jika melihat buah-buahan yang di jejerkan di pasar buah, rasanya hampir tidak ada yang menjualnya. Selain sangat sedikit orang yang berminat membeli buah ini, orang-orang yang mungkin punya buahnya di rumah enggan untuk menjualnya karena harganya yang murah Mungkin jika dibandingkan dengan jambu biji yang warna merah, orang-orang lebih memilih yang satu ini. Meskipun sama- sama banyak bijinya, tapi lebih manis dan empuk, serta kalau dibuat jus lebih lezat daripada jambu Bangkok.

Ternyata buah jambu Bangkok yang tidak begitu diminati oleh sebagian besar orang tersebut, di Thailand jambu Bangkok menjadi buah andalan dan memang cukup populer.

Bahasa Melayu Thailand, jambu Bangkok disebutnya Buah Kayu. Bukan karena buahnya yang seperti kayu (keras), tapi pohonnya berkayu, seperti halnya buah mangga, rambutan, dll dan Bahasa Siamnya adalah fa’rang. Hanya beberapa orang saja yang biasa menyebutnya dengan buah kayu, mereka biasa memakai kata Fa’rang.

Jambu Bangkok (Fa’rang) menjadi buah andalan orang-orang disini. Saya juga heran ketika istirahat tiba, selepas makan siang, banyak dari murid-murid atau para guru yang lebih memilih Jambu Bangkok sebagai makanan pencucui mulut. Karena banyak buah yang disediakan, saya mending pilih buah yang lain. 

Selama disini saya belum merasakan yang namanya Jambu Bangkok yang konon menjadi buah andaan itu. Kebetulan tadi pagi saya diajak ke pasar, karena saya begitu penasaran, akhirnya saya membeli 3 buah Jambu Bangkok, semua dihargai 60 bath atau setara dengan 24.000. 

Sangat berbeda dengan jambu Bangkok yang pernah saya makan waktu itu, keras, asam dan banyak bijinya. Wajar saja jika banyak orang disini yang berminat untuk membeli buah Jambu Bangkok, karena buahnya begitu yummmiii. Lihat saja 3 buah jambu itu beratnya hampir 2 kg, karena ukuranya cukup besar. Rasanya juga manis, berdaging tebal, hampir tidak berbiji, hanya sedikit saja bijinya, dan ketika di makan Sooo Crunchy. Inilah Jambu Bangkok yang Asli.

Songkhla-South Thailand, 27-12-2015


1 komentar:

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...