Rabu, 16 Desember 2015

Mencatat Lalu Menjaga



            Ada beberapa siswa yang tiba-tiba menemui saya di kantor. Disaat saya terlihat duduk di kantor memang sering kali ada saja siswa yang mampir, meskipun hanya sekedar mengucap salam atau menyapa. Kadang juga ada yang kepo, bertanya sana-sini sampai lelah menjawabnya. Jika ada siswa yang datang ke saya, dengan senang hati saya welcome. Memang saya disini sebagai tamu, jadi maklum saja jika mereka yang menjadi tuan rumahnya bertanya apapun yang ingin mereka ketahui, seperti keluarga, rumah, sekolah, dll.

            Untuk segrombolan siswa kali ini, mereka ingin bertanya tentang tugas Matematika, sepertinya tugas itu harus dikumpulkan hari ini. Mereka adalah anak kelas M-4/2 atau setara dengan kelas 2 SMA. Saya pikir saya masih mudah mengerjakan soal-soal yang mereka ajukan, ternyata saya benar-benar blank untuk menyelesaikan soal itu. Waktu SMA saya sering mengerjakan soal tentang integral seperti ini, dan terasa mudah. Tapi kali ini saya tidak berdaya. Ma’afkan saya, karena saya benar-benar lupa  dengan materi ini. Sudah saya coba untuk menyelesaikanya, tidak ketemu juga jawaban akhirnya. Kalau saya paksakan, takutnya nanti malah salah.

            Kejadian ini mengingatkan saya dengan buku catatan saya waktu duduk di bangku SMA dulu, khususnya buku catatan Matematika dan Kimia. Kedua mata pelajaran ini menjadi mata pelajaran favoritku. Entah kenapa, pelajaran yang konon menakutkan dan bikin stress ini bagiku begitu sangat mnegasyikkan. Saya cukup senang mempelajarinya. Jika dibandingkan dengan pelajaran-pelajaran yang lain, catatan saya untuk kedua mata pelajaran ini memang lebih lengkap. Materi yang telah saya pahami, langsung saya catat dalam buku catatan. Meskipun tidak diminta oleh guru, jika saya memahami materi baru, saya langsung mencatatnya. Cara ini memang ampuh sekali. Beberapa kali ulangan dilaksanakan, saya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan berkat belajar dari buku catatan saya.

            Seandainya catatan itu sekarang ada di tangan pasti saya bisa membantu mereka menyelesaikan soal-soal itu. Yang dulunya saya paham , sekarang saya sudah tidak berdaya dengan kedua mata pelajaran ini. Saya ingin buku catatan lengkapku akan mata pelajaran tersebut kembali lagi ke tanganku. Sekarang buku catatan itu entah dimana berada.

 Karena saya mengira tidak perlu lagi menggunakan buku-buku itu, selepas lulus SMA saya pinjamkan buku-buku catatan kepada adhik kelas agar bisa mereka gunakan untuk belajar. Malangnya, setelah saya menanyakan tentang buku-buku catatan tersebut sudah tidak tahu keberadaanya. Padahal saya menuliskan materi-materi dalam buku catatan itu dengan sepenuh hati, dan juga dengan rasa senang, jadi menyesal juga ketika buku itu entah kemana. 

            Benar-benar saya ingin otak saya bisa memainkan rumus-rumus kimia dan matematika yang dulu pernah saya jadikan idola. Saya sangat ingin mempelajarinya kembali  lewat buku catatan saya itu. Dengan harapan, jika di lain waktu ada yang bertanya lagi, saya bisa menjawabnya atau setiap kali saya membutuhkan saya bisa mengingatnya kembali dengan membuka catatan saya.  Sebenarnya bisa mempelajarinya kembali dengan membeli buku panduan di toko buku, tapi sepertinya itu belum bisa mewakili pola pikir saya yang telah saya tuangkan ke dalam buku catatan saya. Jika saya bisa membuka catatan yang telah saya tuliskan, saya pasti mudah menapak tilas dari apa yang telah saya pikirkan waktu itu. Sungguh berharga sekali buku catatan itu.

            Sebagai pelajaran, saya akan menyimpan rapi buku-buku catatan yang telah saya buat. Selama di bangku kuliah ini, sudah ada beberapa buku catatan, khususnya untuk mata kuliah favorit saya. Saya menuliskan setiap hal yang saya pahami kedalam buku catatan tersebut. Ternyata catatan tersebut sangat ampuh dipakai saat ingin mempelajari kembali materi-materi yang kita pelajari beberapa waktu yang lalu. 

Ingatan lupa, catatan mengingatkan…IT’S ABSOLUTELY TRUE.
                                               
Khuanlang-Hatyai, 14-12-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...