Sabtu, 26 April 2014

Teacher is My Ambition



Berbicara soal ambisi atau cita-cita, berarti kali ini saya akan membicarakan tentang  impian dan harapan akan masa depan. Cita-cita ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena sewaktu masih anak-anak dulu….cita-cita kita sudah terpikirkan, guru-guru kita pun juga sering menanyakan tentang hal itu. Yang menjadi persoalan…….Apakah cita-cita kita sewaktu kecil itu telah kita perjuangkan saat ini???? Belum tentu karena cita-cita kita sering berubah-ubah saat itu, mulai dari berkeinginan mulai menjadi guru hingga insinyur, bahkan menjadi doraemon-pun jadi sebuah cita-cita, konyol memang. Kita dulu dalam mengungkapkan cita-cita tidak perlu berpikir panjang, belum mengerti bagaimanaa cara mewujudkan cita-cita itu, yang terpenting  hanyalah “aku ingin jadi seperti itu”. Itulah masa kecil, saat tumbuh dewasa kita semakin memahami akan cita-cita kita, dan saat itu pula kita juga harus memutuskanya, mau jadi apa nanti?,
Aku masih ingat dengan jelas apa saja cita-citaku sewaktu kecil, diantaranya saya ingin jadi polisi, doraemon, guru, dan masih banyak lagi…… He e e, sepertinya menarik sekali bukan… kalau saat ini saya menjadi sosok doraemon, dengan begitu saya bisa ingin begini, ingin begitu tanpa susah payah langsung minta bantuan kantong ajaib, he e e. Tapi sekarang saya sadar bahwa itu tidak mungkin. Dan cita-cita saya yang masuk akal dan telah saya perjuangkan saat ini adalah GURU, saya sangat ingin sekali menjadi guru. Entah kenapa, mulai dari dulu saya senang rasanya jika melihat sosok guru….rapi, dan berilmu. Selain itu menurut saya dengan menjadi guru saya bisa membantu anak-anak belajar sehingga mereka menjadi orang yang hebat, secara otomatis keadaan itu menuntut saya  untuk  terus belajar, dan menuntut saya untuk kreatif dan inovatif. Alangkah senangnya para bapak/ibu guru yang telah berhasil membuat anak didiknya menjadi orang yang hebat……….saya bisa membayangkan akan hal itu jika saya jadi seorang guru professional yang bisa membuat murid-murid saya menjadi orang yang hebat.
Alhamdulillah, apa yang saya cita-citakan ini mendapat persetujuan dari orang-orang terdekat, tak terkecuali dari orang tua. Dan akhirnya saya disuruh untuk masuk di salah satu kampus di kota Tulungagung, dengan pertimbangan yang bla bla bla bla bla…………..Meskipun bukan termasuk kampus yang bergengsi dan mahal, namun saya sangat bersyukur. Banyak sekali cerita kehidupan yang saya peroleh dari sana. Banyak sekali orang-orang hebat yang saya jumpai. Banyak ilmu yang saya dapat di sana. Orang-orang hebat itu telah menginspirasi saya untuk terus belajar, ilmu itu ternyata tidak pernah ada habisnya. Jangan berhenti sampai disitu saja…….Fighting guys.

Jumat, 25 April 2014

Nenekku Pahlawanku

      Nenek adalah emak dari ibu atau bapak, biasa kita memanggilnya dengan Si-Mbah (dlm Bhs Jawa). Sekarang……..Apa yang ada dalam pikiran anda tentang sosok seorang nenek ini? Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa sosok nenek adalah seseorang  yang identik dengan cerewet, dan ingin tahu banget (KEPO istilah kerennya), tanpa terkecuali saya sendiri. Saya menganggap nenek adalah sosok yang cerewet karena apapun yang saya lakuin pasti ada coment-nya, ini salah itu salah…..jadi serba salah dech, selain itu jika ia sudah waktunya ngomong bisa sampai berkilo-kilo panjangya. Dan kalau hal itu terjadi saat mood sedang tidak baik bisa membikin telinga jadi panas.
      Sebenarnya, dibalik sosok nenek yang seperti itu ada suatu tujuan mulia yang ingin ia berikan kepada kita, ia hanya menginginkan untuk anak cucunya lebih baik dari-nya. Nenek telah merasakan bagaimana pahit manis dalam menjalankan kehidupan, ia lebih mengetahui akan hal itu. Maafkan kami nek….Begitu sering kami salah menilaimu, menilai nenek sebagai orang yang cerewet, padahal apa yang nenek utarakan itu adalah nasehat bagi kita, seperti yang wali band katakan. “Oh nenekku pahlawanku, pantang mundur nasehatiku". Mungkin salah penilaian ini terjadi karena ada perbedaan nilai-nilai antara jaman dulu dan sekarang sehingga membuat kita susah untuk memiliki pandangan yang sama. 
      Ternyata kecerewetan nenek selama ini telah turut menjaga diri ku. Engkau juga telah menjadi ibu bagi ibuku, dari dirimulah lahir seorang ibu yang begitu sempurna dalam hidupku. Terima kasih nenek…..

Jumat, 18 April 2014

Kenapa harus dengan “KEPEPET”??



Karena kepepet kita jadi bisa……….Saya menyimpulakan hal tersebut karena sesuai dengan apa yang saya lakukan. Hal “KEPEPET” ini sangat sering saya alami, terutama KEPEPET karena waktu atau deadline. KEPEPET ini saya sering mengalaminya saat ada tugas kuliah, padahal biasanya seorang dosen memberikan tugas itu kurang lebih jangka waktunya satu minggu. Kan bisa saja….tugas-tugas tersebut dikerjakan langsung setelah kita mengetahuinya, tidak harus menunggu detik-detik terakhir he e e e. Disitulah letak kelemahan yang saya alami, saya orangnya spontan dan suka mengerjakan tugas mepet-mepet deadline gitu… . Saya tidak tahu apakah ini terjadi karena malas atau bagaimana…..Tapi yang jelas bagi saya KEPEPET itu  bisa memberikan motivasi kepada diri saya, mendorong semangat pada diri saya, bagaimanapun caranya tugas saya harus bisa selesai. Keadaan KEPEPET ini selain bisa membangun semangat juga bisa menjadikan kekuatan yang hebat pada diri saya, kenapa? Karena pada saat tersebut saya harus berfikir keras untuk menemukan ide-ide cemerlang agar tugas itu bisa terselesaikan. Dan ternyata”Magic Happens” sering terjadi dalam diri saya. Tidak jarang dosen memberikan tugas, dan saya langsung memahami apa  yang harus saya lakukan satelah itu??? Saat itu, saya menganggap diri saya kurang mampu untuk mengerjakan tugas-tugas itu…..mungkin Karena saya menganggap deadline-nya masih lama, atau karena malas; bisa jadi dua-duanya (he e…). Tapi, setelah keadaan terdesak/kepepet, ide saya yang dulunya tidak pernah  terpikirkan sama sekali, karena keadaan KEPEPET , ide cemerlang bisa muncul dengan sendirinya dan dengan mudah menyelesaikanya. Itu hal positif-nya yang bisa saya ambil.

Tapi disisi lain, keadaan KEPEPET juga dapat membuat kita kecewa. Jalan yang mulus atau ide yang lancar itu selalu hadir dalam keadaan kepepet. Bisa jadi kita justru terburu-buru dalam keadaan KEPEPET ini, sehingga menjadikan pikiran kita BLANK…….So, hasilnya tidak maksimal. Saya pun juga pernah mengalami hal yang seperti itu, dan rasanya benar-benar mengecewakan. Kenapa tidak dari kemarin-kemarin saya mengerjakan ini…..jika kemarin sudah saya kerjakan pasti hari ini sudah selesai, dan hasilnya maksimal. Hukum “Getun Neng Mburi / Menyesal di Belakang” terbukti dalam hal ini.

Bisa diambil kesimpulan bahwa KEPEPET seperti yang saya alami ini identik dengan menunda-nunda suatu pekerjaan. Dan sebenarnya itu tidak bagus. Semoga kawan-kawan yang senang dengan hal KEPEPET, wabilkhusus kepada saya sendiri semoga kita bisa menghilangkanya……….OH …Jangan dihilangakan. Tapi, mari kita manfaatkan keadaan KEPEPET ini dengan sebaik-baiknya. Artinya, munculkanlah keadaan KEPEPET itu bukan pada saat detik-detik terakhir. Misalnya mentargetkan waktu sebelum target waktu sebenarnya, contohnya tugas dengan batas waktu 1 minggu, tetapi kita menargetkannya 4 atau 5 hari harus sudah selesai,sehingga kepepet bisa menjadi motivasi dalam hal ini. Kita seringkali menunda pekerjaanitu  jika deadlinenya dianggap masih jauh padahal sebenarnya kita hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam jika kita mengerjakannya dengan sepenuh hati. 

Mari mulai sekarang kita berusaha untuk mngerjakan sesuatu tepat pada waktunya…………dan  mari kita renungkan nasehat berikut ini”

“Apa yang bisa anda kerjakan kapanpun bisa anda selesaikan dalam waktu singkat”.
“Jangan tunda hingga besok apa yang bisa anda lakukan hari ini.” By: Benjamin Franklin
“Berpikir terlalu lama untuk melakukan sesuatu kadang sama artinya dengan tidak melakukan sesuatu.” By: Eva Young.

Semangat dan semoga bermanfaat……..

Senin, 14 April 2014

U . A. N



Hari ini adalah hari yang mengingatkan saya saat SMA dulu, dimana tanggal 16 april 2012  saya dan teman-teman juga harus menempuh hari pertama UAN. Saya sangat ingat sekali akan hari itu, karena menurut saya hari tersebut sangat bersejarah ketika itu. Artinya masa-masa yang sulit sekali untuk dilupakan. Hari tersebut menjadi hari yang sangat menentukan nasib kami selama 3 tahun. Saat-saat seperti ini juga cukup mengharukan bagi kami, mengingat setelah melewati ini kami akan berpisah dan mengambil jalan hidup masing-masing.
Masa abu-abu putih telah kulalui hampir dua tahun, dan waktu tersebut sangat tidak terasa dalam benak saya. Mungkin karena sudah menjalani tugas baru sebagai seorang mahasiswa, merasakan harmonisasi di dunia mahasiswa. Mungkin ini juga pernah dirasakan teman-teman dulu saat baru masuk di kampus….. kepengen kembali lagi ke SMA, artinya saya belum rela untuk meninggalkan masa abu-abu putih itu. Pasti adhik-adhik saat ini yang lagi di SMA pengen keburu lulus dan masuk kuliah kan????
So, untuk adhik-adhik yang saat ini sedang mengikuti Ujian Akhir Nasional, semoga diberi kemudahan dan hasil yang maksimal ya!, bisa lulus dan ngelanjutin studinya. Tetaplah semangat bagaimanapun kondisi dan hasil yang akan diperoleh nanti. Karena yang lebih menentukan masa depanmu nanti justru akan kalian temui setelah selesai menghadapi UAN.
SALAM SUKSES ya kawan.

Jumat, 11 April 2014

" SAYUR CABE "

Gb. Sayur Cabe

Apa kawan yang muncul di benak pikir anda ketika membaca kata “SAYUR CABE” ini? Saya yakin diantara kalian pasti ada yang berpikir bahwa istilah sayur cabe ini adalah tumbuhan cabe, atau buah cabe seperti pada gambar, right?, mungkin juga ada yang berpikir bahwa saya ini nanti akan membahas mengenai bagaimana tumbuhan cabe bisa tumbuh subur, (he e e STW alias sok tau).  Topik yang saya tulis ini terlihat cemen ya kawan….So, jangan dilihat topiknya, tapi dibaca ceritanya ya???? 
Check It Out!

Asal kawan-kawan tau ya, sayur cabe adalah sayur yang paling fenomenal di rumah saya. Jika di rumah saya dikenalnya dengan “JANGAN LOMBOK”. Wah, ternyata dugaan kalian salah tentang SAYUR CABE ini, ternyata sayur cabe itu sejenis masakan yang sering di masak di rumah saya. Memang terlihat aneh dengan namanya, kenapa harus “Jangan Lombok”. Iya, nama itu lahir karena masakan-nya yang hanya berupa Lombok (Cabe in Bahasa Indonesia) dan santan saja. Ibu dan nenek adalah dua orang yang sangat hobi sekali makan pedas, sehingga setiap harga cabe itu murah, mereka siap sedia untuk menyebar benih cabenya di kebun.  Pada saat panen, cabe-cabe itu siap di jual, dan tidak lupa disisakan untuk dimasak. Saat harga cabe mahal-pun tidak berpengaruh, JANGAN LOMBOK tetap eksis di rumah saya .

Sekali masak mungkin mereka butuh kurang lebih setengah kilogram cabe (Wow…How hot is it). Kalau soal rasa ya tentu saja pedhas, he e. Satu butir cabe saja seringkali bisa meneteskan air mata, apalagi kalau setengah kilogram cabe ditumbuk lalu dimasak…bisa bayangin kan bagaimana pedhasnya. Bagi orang-orang yang tidak suka pedhas mungkin ini adalah hal yang mengerikan, tapi khususnya bagi nenek, mamak, dan saya terasa hambar jika tidak makan pedhas. Masakan ini menurut saya adalah makanan yang sangat awet, mudah, dan berkhasiat.  Awet karena jika nenek saya memasak Jangan Lombok satu pan ukuran kecil saja itu habisnya bisa sampai satu minggu lebih dan jangan salah, semakin lama dan sering dipanaskan rasanya semakin joss. Mudah karena dalam membuatnya tidak perlu campuran dan tidak butuh bumbu yang neko-neko, hanya cabe muda secukupnya di rebus lalu ditiriskan, setelah itu cabe ditumbuk sebagian (tidak terlalu halus) lalu dimasukkan ke dalam santan mendidih, di beri irisan bawang merah secukupnya, garam, dan beres….gimana kawan, amat mudah kan...Dan yang selanjutnya yaitu berkhasiat karena cabe rawit terbukti dapat menambah nafsu makan, terbukti saat saya mengambil 5 sendok makan jangan Lombok, atau sambal, itu bisa-bisa menghabiskan nasi 2 piring sampai 3 piring mungkin lebih, hebat kan…. manfaat yang kedua yaitu Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat, terbukti jika saya terserang pilek dan hidung tersumabat, jangan Lombok atau sambal adalah solusinya….tidak perlu obat-obatan, tapi ini memang benar  karena menurut penelitian cabe mengandung Capsaicin yang dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat di dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Manfaat selanjutnya yaitu membuat berat badan turun, terbukti badan saya yang tetap kecil meskipun makan saya banyak,,,mungkin terlalu banyak makan JANGAN LOMBOK ya? He e e. So, bagi kawa-kawan yang pengen diet , bisa di coba lho….Khasiat yang terakhir menurut saya adalah membuat badan sehat….terbukti meskipun badan saya ini kecil tapi sehat, sudah lama sekali saya tidak sakit (tapi jangan sampai lahhh, sehat itu anugrah).


Saking senangnya nenek dan mamak saya dengan  JANGAN LOMBOK…hampir di setiap saya pulang kampung itu, menu terasa tidak lengkap tanpa JANGAN LOMBOK. Rasa suka saya-pun tinggi dengan masakan yang berbau cabe ini….entah kenapa. Biasanya masakan ini dihidangkan dengan rebusan sayur-sayuran, seperti singkong, sawi, bayam, dll. Itu saja sudah terasa nikmat sekali, mungkin hal yang sesederhana itu bisa terasa nikmat karena rumah saya yang terletak di daerah pelosok (ujung-nya kota Trenggalek), yang dimana butuh satu jam untuk mencapai pasar buat beli daging he e e, sehingga sesederhana masakan itu terasa nikmat karena tidak ada pembandingnya.


Dan untuk kembali ke tempat dimana saya menuntut ilmu saat ini, di Tulungagumh tidak lengkap rasanya jika bekal saya dari kampong itu tidak dilengkapi dengan  JANGAN LOMBOK. Teman-teman saya-pun terheran-heran ketika saya kembali dan oleh-olehnya berupa masakan jenis ini, karena selain namanya yang masih asing belum pernah sekalipun ibu mereka memasakan-nya jenis masakan khas rumah saya itu, yaitu JANGAN LOMBOK, tetapi setelah mereka mencobanya, meskipun dengan cucuran keringat, dan dengan wajah yang memerah, tapi itu tidak mematahkan semangat mereka untuk makan. Kesimpulanya JANGAN LOMBOK itu enak, he e e ……Penasaran….Don’t Forget Try to Make JANGAN LOMBOK ya kawan????????

Rabu, 09 April 2014

PENGEN MENULIS

PENGEN MENULIS

            Mendengar kata “MENULIS” baga saya itu adalah hal yang saya anggap sulit dan bisa menguras pikiran. Tentu saja itu terjadi karena saya adalah typical orang yang tidak hobi dengan yang namanya “MENULIS”. “Sulit dan menguras pikiran” ini akan hinggap di dalam diri saya ketika ada tugas untuk mengarang, yang tentu saja itu dibarengi dengan “MENULIS”. Sebenarnya menulis itu sudah bukan hal yang asing lagi karena dalam keseharian kita tidak terlepas dengan yang namanya menulis, entah itu menulis SMS, status, diary, daftar pengeluaran, dan maasiih banyak lagi…..lantas “MENULIS” yang model bagaimana yang membuat saya itu merasa sulit untuk menulis…….??????
Ya, meskipun saya setiap hari sudah menulis…tapi itu tulisan yang tidak sulit, tidak perlu berpikir keras untuk menulisnya. Akhir-akhir ini saya mencoba untuk mengamati sekaligus membaca berbagai bentuk tulisan mulai dari SMS, status FB, blog, email, dll, itu sengaja saya lakukan karena saya ingin melihat kata-kata yang bagaimana sich yang digunakan saudara-saudara saat menulis itu…..sampai-sampai saya ndak bisa meniru mereka. Hasilnya...... Kata-kata-nya sederhana, semua vocab yang ada di tulisan mereka itu saya sudah punya, ide-nya juga entheng,,saya bertanya lagi, kalau vocab mencukupi, ide biasa …lalu yang membuat saya sulit untuk menuangkan kedalam tulisan itu apa ya?????? He e e lagi-lagi sulit dan sulit.
Suatu saat saya itu punya ide besar untuk saya tuliskan. Terasa ide itu begitu cepat hadir di dalam benak saya. Tapi sayangnya, ide basar itu hadir disaat saya tidak siap untuk menulis. Hinga pada akhirnya tiba-tiba tidak berapa lama ide tersebut mulai menghilang tanpa bisa saya ingat kembali. Namun ada pula kejadian disaat saya menggebu-nggebu ingin menulis, tapi ide besar malah tidak muncul sama sekali. Tanya saya “Kapan waktunya  ide dan kemauan itu muncul secara bersamaan?”
Betapa senangnya, orang yang bisa jadi penulis….mengeluarkan berbagaai ide dan inspiransinya untuk orang lain. Saya menyadari bahwa kebutuhan menulis itu sangat penting itu baru akhir-akhir ini. Ada seorang dosen saya yang tentunya ia sangat hobi sekali di dunia tulis-menulis, memberikan motivasi kepada kami agar kami mampu melestarikan dunia tulis-menulis ini. Kuncinya sebenarnya mudah….cukup kita bisa membiasakan diri kita untuk menulis setiap hari, dan untuk terbiasa itu kita perlu paksaan. Memaksa diri kita untuk bisa menyisihkan waktu buat menulis. Tulisan berkualitas bagus tidak perlu, yang terpenting kita bisa beristiqomah untuk menulis setiap hari. Setuju……
Mungkin semuanya yang sulit-sulit-dan sulit tadi sudah terjawab………….kita cuman butuh ketekunan dalam menulis, masalah ide semoga bisa berjalan sendiri jika kita mengimbanginya dengan menuangkan ke dalam tulisan.Aamiin


Cayo…semangat ya kawan untuk menulis

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...