Minggu, 31 Mei 2015

Catatan Satu Juni



       
            Menjadi sebuah kesenangan tersendiri rasannya bagi saya hari ini dan mungkin juga bagi teman-teman semua. Jadwal-jadwal yang telah saya buat di bulan Mei kemarin satu per satu sudah bisa kulalui, dan waktunya sekarang membuka lembaran yang baru lagi untuk menyusun kembali apa yang harus ku selesaikan di bulan ini.
        Bulan Mei menjadi momen yang cukup special untuk diceritakan. Betapa tidak, cukup banyak tugas-tugas yang harus di selesaikan di bulan Mei itu, dan hari ini tugas-tugas itu sudah berlalu. Deadline tugas kuliah, ujian tengah semester, dan juga agenda English Championship 2015 berhasil terlampaui.
 Agenda English Championship menjadi salah satu tugas terberat kami. Waktu yang tidak singkat yang kami buat untuk mepersiapkan agenda ini. Penghujng bulan Mei menjadi momen yang cukup special karena agenda itu telah terlaksana dan kini sudah selesai. Entah bagaimana hasilnya, yang terpenting semua usaha sudah kami lakukan, dan hari ini Mei sudah berlalu. Setidaknya pikiran sedikit menjadi lebih tenang.
Mungkin di bulan Juni ini juga sepertinnya sama dari apa yang saya rasakan di bulan-bulan sebelumnya, ada susahnya juga ada senangnya. Rasa optimis selalu ku jadikan modal untuk menjalani hari-hari saya. Kirannya sikap optimis sangat perlu dijadikan kekuatan untuk menyelasikan tugas dan tanggung jawab yang semakin hari semakin banyak ini.
Bisa menjalani hari-hari, dan menyelasikan tugas-tugas dan tanggung jawab menjadi kewajiban kita untuk selalu bersyukur kepada Allah. Allah telah memenuhi segala hal yang kita butuhkan. Kenikmatan selalu Allah berikan kepada kita semua setiap saat.
Coming for June,…
This note is my happy writing special on, June 1st , 2015



       
       
               

Jumat, 29 Mei 2015

Path of Life: Fitrah Manusia



Buku karya Komaruddin Hidayat ini semakin hari semakin tak sabar untuk ingin segera menyelesaikan membacannya. Sudah lama buku ini kupunya, tapi tak kunjung juga selesai kubaca. Pada waktu itu hati saya begitu terpikat dengan buku ini, entah kenapa …  karena judul bukunnya yang keren, bukunya yang tebal dengan harga terjangkau, sampulnya yang menarik, atau karena mungkin factor yang lain, masih belum tahu pasti apa alasan saya membeli buku ini. Yang jelas buku ini kubeli karena ingin saya baca. Sebenarnya buku yang satu ini menjadi buku favorit saya, buktinya setiap hari buku ini selalu menemani tidur saya, setiap hari selalu di dalam tas untuk saya bawa kemana-mana, he e e. Hmmm, katannya buku favorit, tapi kok jarang sekali di baca, seharusnya waktu yang hampir mendekati dua bulan ini kan bisa menjadi waktu yang sangat cukup  untuk mengkhatamkan buku setebal 288 halaman ini. Setiap harinnya buku ini saya buat teman tidur, lalu saya bawa kemana-mana ternyata bukan karena buku ini buku favorit tapi karena agar saya bisa selalu ingat dengan buku ini dan akhirnya bisa saya baca. Tapi masih saja hingga sampai saat ini belum juga selesai.
Hari ini buku itu kubuka-buka lagi. Saya cari bacaan yang ada di dalam buku ini yang sekirannya saya paham maksudnya. Iya, yang membuat buku ini tak kunjung selesai kubaca salah satunnya banyak yang mengharuskan saya untuk mengulang-ulang agar saya bisa paham sehingga bisa memetik pesan yang di sampaikan. Meskipun banyak topic yang dibahas penulis yang belum bisa saya pahami, tapi rasa keingintahuan saya terhadap buku ini begitu tinggi, ini bisa terjadi karena terpengaruh dengan sinopsis yang disampaikan oleh penulis di cover buku bagian belakang. Kata-katannya begitu menggerakkan hati saya untuk mengetahui lebih jauh isi dari buku ini. Menjadi sesuatu hal yang wajar jika buku ini agak sulit untuk saya pahami, pantas saja, karena tak sengaja ku baca profil penulisnya ternyata penulis buku ini adalah seseorang yang ahli dalam bidang filsafat, hmmm.
Yang menarik perhatian saya  untuk kubaca pada hari ini berjudul menjaga kefitrian. Penulis (Komaruddin Hidayat) menyebutkan bahwa ada lima kecenderungan perilaku yang menjadi fitrah manusia. Saya sempat reflek mengangguk-anggukkan kepala saya sesaat membaca tentang ini, karena ya memang sesuai dengan kenyataan. Apa saja itu? yang pertama, setiap pribadi manusia itu menyenangi akan kebenaran yang ditopang kekuatan penalaran logis. Betul sekali, tidak sesuatu yang muluk-muluk, yang sangat sulit untuk ditangkap dengan akal sehat. Kedua, fitrah manusia selalu berorientasi pada yang baik. Setuju, sesuatu yang bersifat baik-baik bisa menentramkan hati dan perasaan. Ketiga, fitrah manusia senantiasa mencintai keindahan. Hal ini dibuktikan dengan, selalu berdandan setiap harinnya agar bisa indah dipandang. Jika sedang membangun rumah atau membuat sesuatu, keindahan menjadi tolok ukur yang sangat penting. Kehidupan akan terasa gersang tanpa adannya aspek keindahan. Keempat, fitrah manusia itu selalu mendambakan kedamaian. Terbukti, saat melihat suatu pertengkaran atau perkelahian, hati dan perasaan menjadi terganggu. Kelima, setiap manusia menurut fitrahnya memiliki kecenderungan untuk beriman kepada Tuhan. Seburuk-buruknya perilaku manusia pasti ada kecenderungan untuk selalu mengaingat Allah. Seperti contohnya Fir’aun yang telah mengingkari keberadaan Tuhan, tapi pada akhirnya ia tidak mampu menolak fitrahnya untuk beriman kepada Tuhan di detik-detik menjelang ajalnya
  Saya akui buku Path of Life ini sangat bagus sekali, dengan membaca buku ini kita bisa belajar banyak tentang kehidupan, banyak fenomena kehidupan yang begitu sepele yang dikisahkan dalam buku ini tapi menyimpan makna yang begitu mendalam di dalamnya, seperti telah apa yang saya tliskan di atas, dan juga seperti pada kisah yang sudah ay abaca beberapa hari yang lalu tentang kisah seorang raja dalam mensykuri nikmat sehatnya. Dari hal yang sepele, karena kehausan dan tidak bisa buang air kecil saja bisa dijadikan sebuah pelajaran hidup yang begitu luar biasa yang akhirnya mampu mengubah kehidupan sang raja menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang bisa selalu memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi, dan bisa masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.  Aamiin

T. Agung, 30-05-2015

Kamis, 28 Mei 2015

Menyambut English Championship 2015



          Akhirnya agenda yang ditunggu-tunggu datang juga, yaitu English championship 2015. Kurang lebih selama dua bulan kami mempersiapkan agenda ini. Tepatnya mulai hari esok, English war ini sudah di mulai, dan kegiatan ini akan berakhir  besok tanggal 30 mei. Untuk hari pertama besuk acarannya yaitu technical meeting, hari sabtu di mulai pelaksanaan   ketiga perlombaan itu, dan hari terakhirnya yaitu final.
         English Championship adalah salah satu agenda yang diadakan secara rutin setiap tahunnya oleh HMJ TBI IAIN Tulungagung. Agenda ini bisa dikatakan agenda bergengsi yang kami adakan, karena tidak hanya mencakup wilayah lokal saja tapi juga mencakup wilayah yang lebih luas lagi. Kegiatan ini merupakan sebagai ajang kompetisi bagi siswa-siswa SMA sederajat yang mempunyai  bakat dan kemampuan dalam berbahasa inggris. Di tahun ini ada tiga jenis perlombaan yang diadakan, yaitu story telling, English proficiency test, dan debate. Salah satu perlombaan yang menjadi favorit peserta yaitu story telling, karena dibandingkan dengan kedua lomba ini, story telling bisa menarik peserta dengan jumlah yang tidak sedikit. 
        Segala bentuk  persiapan sudah dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menyabut hari esuk hingga hari minggu. Semua panitia menyiapkan segala sesuatunnya berdasarkan tugasnya masing-masing, meraka yang bertugas di bagian kesekretariatan  telah mempersiapakan hal-hal yang berhubungan dengan kearsipan. Agenda yang tinggal esuk hari itu, terlihat sie kesekretariatan sudah mempersiapkan segala kebutuhannya dengan baik. Dari sie konsumsi , juga terlihat sudah meyiapkan konsumsi untuk esok hari. Begitu pula dengan sie-sie yang lain, mereka begitu lihai dalam menjalankan tangung jawabnya. Kali ini saya mendapat tanggung jawab di bagian perlomabaan, khususnya English proficiency test, semua persiapannya insya’allah juga sudah kami lakukan dengan maksimal. Selain itu dekorasi ruangan yang begitu memukau juga akan memeriahkan acara esok hari, diantarannya backdrop dengan ukuran yang cukup lebar sudah terpasang yang akan mampu menghidupkan suasana kemeriahan acara ini,  kursi-kursi yang telah kami susun dengan rapi, bunga-bunga yang sudah menampilkan keindahannya, dan masih banyak lagi.
          Sudah tak sabar lagi menunggu hari besuk, lusa, dan hari minggu. Harapan terbesar kami semoga acara ini bisa berjalan lancar, sukses, dan juga bisa bermafa’at untuk semua. Jika tiga hari ini bisa berhasil kita lampaui, rasannya proses yang cukup panjang dan melelahkan itu tiada artinya. Hmm, bagaikan surga dunia kirannya jika agenda ini bisa berakhir dengan hasil yang memuaskan.
ENGLISH CHAMPIONSHIP 2015, GIVE YOUR BEST SHOT…

T. Agung, 28-5-2015

Rabu, 27 Mei 2015

Celoteh Malam: Ritual Begadang Menjelang Ujian



            Tugas akhir atau final project semester genap kini sudah mulai memenuhi ruang pikir, sampai bingung yang mana yang harus di kerjakan terlebih dahulu.  Hampir semua mata kuliah menyelipkan tugas akhir sebagai salah satu tolok ukur kemampuan kita dalam memahami materi, Hmmm sudah biasa. Setiap menjelang UAS di penghujung semester  seperti saat ini, final project menjadi menu utama yang sangat special. Setiap hari menu-menu itu harus bisa saya cicipi hingga akhirnya bisa habis.
        Begadang menjadi daya tarik tersendiri saat tugas final project sudah menumpuk. Apalagi jika deadline sudah di depan mata, begadang menjadi ritual yang menyenangkan. Sebenarnya tanpa harus begadangpun bisa saja tugas-tugas ini diselesaikan, tapi karena sikap malas yang sulit untuk dilawan membuat tugas-tugas ini tertunda hingga akhirnya menumpuk. Karena deadline yang semakin dekat, segala carapun dihalalkan, termasuk salah satunnya begadang. Tapi karena  waktu yang sudah mepet, tak jarang ritual begadang ini juga bisa membuahkan hasil, membuat jalan pikiran untuk menyelasaikan tugas-tugas itu begitu lancar, dalam suasana yang cukup tenang dapat membuat proses berpikir itu terasa mudah, konsentrasi pun bisa fokus.
        Aduhh, kirannya masih banyak tugas final project yang menuntut saya untuk ku kerjakan hingga larut malam. Betapa tidak, waktu yang sudah mepet, sedangkan waktu siang dalam waktu ini banyak saya gunakan untuk mengurus tanggung jawab organisasi, jadi waktu malam hari harus saya gunakan dengan sebaik-baiknya. Sampai-sampai karena asyiknya dengan tugas-tugas yang sedang saya kerjakan membuat waktu tidak terasa jika sudah sampai larut malam. Inilah asyiknya begadang.
        Ada salah satu tugas final project ini yang menurut saya paling membuat saya cukup pusing, yaitu English Material Development. Tugas saya dalam project ini yaitu mengembangkan materi bahasa inggris yang telah ada. Materi yang akan saya kembangkan untuk tugas ini yaitu materi bahasa inggris kelas VII SMP. Target yang telah saya buat bahwa saya harus bisa mengembangkan materi bahasa inggris itu menjadi lebih baik lagi, dan dalam hal ini quantitas halaman juga menjadi salah satu tolok ukurnya, 40-60 halaman. Jika saya harus membuat, 2 buku, untuk teacher’s manual dan students’ book, saya harus mampu membuat lembaran demi lembaran hingga 80-160 halaman. Di lihat dari target sooo…Amazing ya…tapi itu masih sekedar target saja. Hingga saat ini, belum sedikitpun saya cicil. Berangkat dari optimis, yakin jika saya bisa menyelesaikan dengan hasil yang maksimal, lho kok bisa he e e? dalilnya mana? Pokoknya optimis dulu aja ahhh, saya pernah baca kok jika dengan optimis itu, peluang untuk memperoleh hasil yang maksimal tinggi. Jadi, optimism seseorang akan memengaruhi hasil akhir pencapaian. Gimana, optimis saja sudah cukup kan? he e e. Deadline pengunpulan tugas ini adalah minggu depan, sebenarnya saya sangat ingin untuk memulai mengerjakan, tapi saya masih belum bisa menuangkan seperti apa yang saya harapkan….santai dulu aja ahhhh sambil menunggu pencerahan datang. Tugas yang baik adalah yang bisa selesai, jadi minggu depan harus sudah selesai, bagaimanapun carannya…apalagi kalau tidak dengan ritual begadang. Waktu malam yang sudah larut tak jarang bisa membuahkan hasil yang sesuai harapan. Inspirasi cemerlang juga tak jarang muncul begitu saja, dan bisa mengalir dengan indah.
He e, catatan ini juga bisa dijadikan salah satu bentuk ritual begadang saya menjelang ujian. Menuliskan tentang apa yang telah saya rasakan menjelang ujian seperti membuat kesan tersendiri, beban pikiran bisa sedikit plong, …Ngutip kata-kata dari Pak. Ngainun Naim jika menulis itu menyelesaikan masalah. Semoga dengan menulis catatan ini masalah saya segera bisa selesai, artinnya semua final project bisa terselesaikan, hee.


*Still in Happy Writing*

T. Agung, 27-05-2015

  



           

Selasa, 26 Mei 2015



Besok lusa, di tengah sesak pengapnya media sosial, boleh jadi akan banyak yang update status: "Lagi rakaat kedua shalat Isya, nih. Itulah kenapa, Imam Syafi'i, ratusan tahun silam, bahkan sudah memberikan wasiat: cukuplah Allah yang tahu ibadah-ibadah terbaik yang kita lakukan. 

Urusan ini bukan soal memotivasi orang lain, menjadi contoh, dsbg nya. Urusan ini simpel tentang: kitalah yang tahu persis apakah sesuatu itu perlu diumumkan ke semua orang atau tidak. Ada yang perlu, ada yang tidak. Menahan diri, memikirkan minimal 2x sebelum menekan tombol "post", ditimbang-timbang sekali lagi, boleh jadi akan menjaga nilai ibadah tersebut. Pikirkanlah!

*Tere Liye

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...