Rabu, 18 Oktober 2017

Eksotisme Kota Blitar: Sepenggal Cerita Ziarah Makam Bung Karno



Belum banyak bus yang parkir di pagi itu. Area parkir masih lengang. Namun orang-orang di area makam Bung Karno telah menampakkan aktivitasnya. Ratusan becak sudah berjajar rapi di pinggir jalan yang siap sedia mengantar penumpang ke makam. Para penjual baju, pernak-penik, buah-buahan, makanan, dll juga telah mendasarkan dagangannya dengan sangat rapi. Para pengunjung juga saling berdatangan. Mereka datang bersama romobongan atau keluarga.

Menyusuri trotoar jalan dari tempat parkir ke area makam cukup melelahkan ternyata. Aku tidak mengira kalau lokasinya sejauh itu. Kalau mengendarai sepeda motor lebih mudah, karena bisa diparkir di dekat bangunan makamnya. Namun, kalau naik bus harus berjalan cukup jauh. Karena jalan bareng, jadi lelah tidak terasa.

[Doc Pribadi] Pesan yang kutangkap dari patung ini adalah banyak-banyaklah membaca agar bisa menggenggam dunia, 😀

Berjalan sekitar 15 menit, akhirnya sampai juga. Patung Soekarno yang sedang duduk memegang buku menyambut kedatangan kami. Ada bangunan megah di sebelah kiri dan kanan, yaitu museum dan perpustakaan. Aku dan teman-teman memutuskan ke makam terlebih dahulu. Menuju pintu masuk komplek makam, ada kolam ikan yang cukup luas berada di tengah-tengah dan tiang-tiang yang menjulang tinggi menambah keindahan tempat ini. Kuliat dan kuperhatikan di tembok kanan kiri terdapat pahatan relief yang menggambarkan diorama sepak terjang Soekarno sebelum dan sesudah proklamasi. 

Sesi curhat setelah kelas berakhir
Setelah melalui jalan di pinggir kolam, lalu naik tangga dan melewati sebuah gapura sebagai pintu masuk utama ke komplek makam. Begitu memasuki gapura maka kita akan tiba di pelataran makam. Ada sebuah bangunan Joglo. Di situlah sang Putra Fajar disemayamkan. Di kanan kiri pelataran ada bangunan terbuka untuk istirahat dan mushola. Sebelum masuk, wakil rombongan akan diminta untuk mengisi buku tamu di sebuah ruangan terlebih dahulu. Oh iya, jika ingin tabur bunga, bisa membeli bunga pada ibu-ibu yang setia menjajakan dagangannya. Harganya tiga ribu sampai lima ribu.

Setelah itu kami masuk dan mengambil posisi duduk bersila. Salah seorang teman memimpin berdoa. Tidak lama kami disini, karena harus bergiliran dengan rombongan yang lain. Aka nada seorang petugas berseragam dan memakai songkok hitam ala Soekarno yang bertugas mengarahkan para pengunjung. Selama memasuki area makam tersebut, kita harus benar-benar mentaati aturannya jika tidak ingin langsung ditegur petugas menggunakan speaker. 

Sebelum keluar, kami memanfaatkan untuk berkunjung ke museum dan perpustakaan. Sudah banyak sekali pengunjung di sini. Jika membawa tas, maka haus menitipkan tas terlebih dahulu. Sesaat memasuki Museum, diminta untuk mengisi buku tamu dulu. Masuk kesini tidak perlu bayar alias Gratis. Lalu segeralah untuk eskplorasi di dalamnya. AKu sangat menikmatinya. Di Museum ini kita akan mendapatkan  informasi lengkap tentang sosok Soekarno dan perjalanan hidupnya. Sungguh menarik menikmati peninggalan-peninggalan yang ada di sana termasuk foto-foto kuno yang seakan-akan membawa kita ke masa lalu. Kami juga bersinggah di perpustakaan sebentar. Tidak masuk ke tempat koleksi buku yang ada di lantai. Aku sempatkan untuk duduk beristirahat sembari membaca Koran yang tersedia di lantai satu.

Selasai sudah. Kami pun meninggalkan makam. Untuk keluar, kamu lewat jalur yang berbeda dengan arah masuk. Menyusuri jalan kecil. Lalu, pengunjung dimanjakan dengan berbagai souvenir khas Blitar di kios-kios yang berjajar sepanjang jalan keluar dari kompleks makam yang dibuat melingkar-lingkar, layaknya pintu keluar cadi Borobudur. Cukup jauh juga ternyata.

Kembalinya, tidak ada dari kami yang naik becak, meskipun banyak tukang becak yang dengan nada memaksa agar kami naik. Semuanya jalan kaki.

Ini adalah kali pertama aku berkunjung ke makam Bung Karno dan sungguh sangat mengesankan. Namun, aku cukup menyesal karena aku tidak mengabadikan foto diri disana. AKu hanya mengambil gambar bangunannya saja. Aku akan kesana yang kedua kalinya dan mengabadikan foto diri.


UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...