Jumat, 29 Mei 2015

Path of Life: Fitrah Manusia



Buku karya Komaruddin Hidayat ini semakin hari semakin tak sabar untuk ingin segera menyelesaikan membacannya. Sudah lama buku ini kupunya, tapi tak kunjung juga selesai kubaca. Pada waktu itu hati saya begitu terpikat dengan buku ini, entah kenapa …  karena judul bukunnya yang keren, bukunya yang tebal dengan harga terjangkau, sampulnya yang menarik, atau karena mungkin factor yang lain, masih belum tahu pasti apa alasan saya membeli buku ini. Yang jelas buku ini kubeli karena ingin saya baca. Sebenarnya buku yang satu ini menjadi buku favorit saya, buktinya setiap hari buku ini selalu menemani tidur saya, setiap hari selalu di dalam tas untuk saya bawa kemana-mana, he e e. Hmmm, katannya buku favorit, tapi kok jarang sekali di baca, seharusnya waktu yang hampir mendekati dua bulan ini kan bisa menjadi waktu yang sangat cukup  untuk mengkhatamkan buku setebal 288 halaman ini. Setiap harinnya buku ini saya buat teman tidur, lalu saya bawa kemana-mana ternyata bukan karena buku ini buku favorit tapi karena agar saya bisa selalu ingat dengan buku ini dan akhirnya bisa saya baca. Tapi masih saja hingga sampai saat ini belum juga selesai.
Hari ini buku itu kubuka-buka lagi. Saya cari bacaan yang ada di dalam buku ini yang sekirannya saya paham maksudnya. Iya, yang membuat buku ini tak kunjung selesai kubaca salah satunnya banyak yang mengharuskan saya untuk mengulang-ulang agar saya bisa paham sehingga bisa memetik pesan yang di sampaikan. Meskipun banyak topic yang dibahas penulis yang belum bisa saya pahami, tapi rasa keingintahuan saya terhadap buku ini begitu tinggi, ini bisa terjadi karena terpengaruh dengan sinopsis yang disampaikan oleh penulis di cover buku bagian belakang. Kata-katannya begitu menggerakkan hati saya untuk mengetahui lebih jauh isi dari buku ini. Menjadi sesuatu hal yang wajar jika buku ini agak sulit untuk saya pahami, pantas saja, karena tak sengaja ku baca profil penulisnya ternyata penulis buku ini adalah seseorang yang ahli dalam bidang filsafat, hmmm.
Yang menarik perhatian saya  untuk kubaca pada hari ini berjudul menjaga kefitrian. Penulis (Komaruddin Hidayat) menyebutkan bahwa ada lima kecenderungan perilaku yang menjadi fitrah manusia. Saya sempat reflek mengangguk-anggukkan kepala saya sesaat membaca tentang ini, karena ya memang sesuai dengan kenyataan. Apa saja itu? yang pertama, setiap pribadi manusia itu menyenangi akan kebenaran yang ditopang kekuatan penalaran logis. Betul sekali, tidak sesuatu yang muluk-muluk, yang sangat sulit untuk ditangkap dengan akal sehat. Kedua, fitrah manusia selalu berorientasi pada yang baik. Setuju, sesuatu yang bersifat baik-baik bisa menentramkan hati dan perasaan. Ketiga, fitrah manusia senantiasa mencintai keindahan. Hal ini dibuktikan dengan, selalu berdandan setiap harinnya agar bisa indah dipandang. Jika sedang membangun rumah atau membuat sesuatu, keindahan menjadi tolok ukur yang sangat penting. Kehidupan akan terasa gersang tanpa adannya aspek keindahan. Keempat, fitrah manusia itu selalu mendambakan kedamaian. Terbukti, saat melihat suatu pertengkaran atau perkelahian, hati dan perasaan menjadi terganggu. Kelima, setiap manusia menurut fitrahnya memiliki kecenderungan untuk beriman kepada Tuhan. Seburuk-buruknya perilaku manusia pasti ada kecenderungan untuk selalu mengaingat Allah. Seperti contohnya Fir’aun yang telah mengingkari keberadaan Tuhan, tapi pada akhirnya ia tidak mampu menolak fitrahnya untuk beriman kepada Tuhan di detik-detik menjelang ajalnya
  Saya akui buku Path of Life ini sangat bagus sekali, dengan membaca buku ini kita bisa belajar banyak tentang kehidupan, banyak fenomena kehidupan yang begitu sepele yang dikisahkan dalam buku ini tapi menyimpan makna yang begitu mendalam di dalamnya, seperti telah apa yang saya tliskan di atas, dan juga seperti pada kisah yang sudah ay abaca beberapa hari yang lalu tentang kisah seorang raja dalam mensykuri nikmat sehatnya. Dari hal yang sepele, karena kehausan dan tidak bisa buang air kecil saja bisa dijadikan sebuah pelajaran hidup yang begitu luar biasa yang akhirnya mampu mengubah kehidupan sang raja menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang bisa selalu memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi, dan bisa masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.  Aamiin

T. Agung, 30-05-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...