Jumat, 11 April 2014

" SAYUR CABE "

Gb. Sayur Cabe

Apa kawan yang muncul di benak pikir anda ketika membaca kata “SAYUR CABE” ini? Saya yakin diantara kalian pasti ada yang berpikir bahwa istilah sayur cabe ini adalah tumbuhan cabe, atau buah cabe seperti pada gambar, right?, mungkin juga ada yang berpikir bahwa saya ini nanti akan membahas mengenai bagaimana tumbuhan cabe bisa tumbuh subur, (he e e STW alias sok tau).  Topik yang saya tulis ini terlihat cemen ya kawan….So, jangan dilihat topiknya, tapi dibaca ceritanya ya???? 
Check It Out!

Asal kawan-kawan tau ya, sayur cabe adalah sayur yang paling fenomenal di rumah saya. Jika di rumah saya dikenalnya dengan “JANGAN LOMBOK”. Wah, ternyata dugaan kalian salah tentang SAYUR CABE ini, ternyata sayur cabe itu sejenis masakan yang sering di masak di rumah saya. Memang terlihat aneh dengan namanya, kenapa harus “Jangan Lombok”. Iya, nama itu lahir karena masakan-nya yang hanya berupa Lombok (Cabe in Bahasa Indonesia) dan santan saja. Ibu dan nenek adalah dua orang yang sangat hobi sekali makan pedas, sehingga setiap harga cabe itu murah, mereka siap sedia untuk menyebar benih cabenya di kebun.  Pada saat panen, cabe-cabe itu siap di jual, dan tidak lupa disisakan untuk dimasak. Saat harga cabe mahal-pun tidak berpengaruh, JANGAN LOMBOK tetap eksis di rumah saya .

Sekali masak mungkin mereka butuh kurang lebih setengah kilogram cabe (Wow…How hot is it). Kalau soal rasa ya tentu saja pedhas, he e. Satu butir cabe saja seringkali bisa meneteskan air mata, apalagi kalau setengah kilogram cabe ditumbuk lalu dimasak…bisa bayangin kan bagaimana pedhasnya. Bagi orang-orang yang tidak suka pedhas mungkin ini adalah hal yang mengerikan, tapi khususnya bagi nenek, mamak, dan saya terasa hambar jika tidak makan pedhas. Masakan ini menurut saya adalah makanan yang sangat awet, mudah, dan berkhasiat.  Awet karena jika nenek saya memasak Jangan Lombok satu pan ukuran kecil saja itu habisnya bisa sampai satu minggu lebih dan jangan salah, semakin lama dan sering dipanaskan rasanya semakin joss. Mudah karena dalam membuatnya tidak perlu campuran dan tidak butuh bumbu yang neko-neko, hanya cabe muda secukupnya di rebus lalu ditiriskan, setelah itu cabe ditumbuk sebagian (tidak terlalu halus) lalu dimasukkan ke dalam santan mendidih, di beri irisan bawang merah secukupnya, garam, dan beres….gimana kawan, amat mudah kan...Dan yang selanjutnya yaitu berkhasiat karena cabe rawit terbukti dapat menambah nafsu makan, terbukti saat saya mengambil 5 sendok makan jangan Lombok, atau sambal, itu bisa-bisa menghabiskan nasi 2 piring sampai 3 piring mungkin lebih, hebat kan…. manfaat yang kedua yaitu Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat, terbukti jika saya terserang pilek dan hidung tersumabat, jangan Lombok atau sambal adalah solusinya….tidak perlu obat-obatan, tapi ini memang benar  karena menurut penelitian cabe mengandung Capsaicin yang dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat di dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Manfaat selanjutnya yaitu membuat berat badan turun, terbukti badan saya yang tetap kecil meskipun makan saya banyak,,,mungkin terlalu banyak makan JANGAN LOMBOK ya? He e e. So, bagi kawa-kawan yang pengen diet , bisa di coba lho….Khasiat yang terakhir menurut saya adalah membuat badan sehat….terbukti meskipun badan saya ini kecil tapi sehat, sudah lama sekali saya tidak sakit (tapi jangan sampai lahhh, sehat itu anugrah).


Saking senangnya nenek dan mamak saya dengan  JANGAN LOMBOK…hampir di setiap saya pulang kampung itu, menu terasa tidak lengkap tanpa JANGAN LOMBOK. Rasa suka saya-pun tinggi dengan masakan yang berbau cabe ini….entah kenapa. Biasanya masakan ini dihidangkan dengan rebusan sayur-sayuran, seperti singkong, sawi, bayam, dll. Itu saja sudah terasa nikmat sekali, mungkin hal yang sesederhana itu bisa terasa nikmat karena rumah saya yang terletak di daerah pelosok (ujung-nya kota Trenggalek), yang dimana butuh satu jam untuk mencapai pasar buat beli daging he e e, sehingga sesederhana masakan itu terasa nikmat karena tidak ada pembandingnya.


Dan untuk kembali ke tempat dimana saya menuntut ilmu saat ini, di Tulungagumh tidak lengkap rasanya jika bekal saya dari kampong itu tidak dilengkapi dengan  JANGAN LOMBOK. Teman-teman saya-pun terheran-heran ketika saya kembali dan oleh-olehnya berupa masakan jenis ini, karena selain namanya yang masih asing belum pernah sekalipun ibu mereka memasakan-nya jenis masakan khas rumah saya itu, yaitu JANGAN LOMBOK, tetapi setelah mereka mencobanya, meskipun dengan cucuran keringat, dan dengan wajah yang memerah, tapi itu tidak mematahkan semangat mereka untuk makan. Kesimpulanya JANGAN LOMBOK itu enak, he e e ……Penasaran….Don’t Forget Try to Make JANGAN LOMBOK ya kawan????????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...