Jumat, 26 Juni 2015

Catatan Ramadhan #7: Sahur



Salah satu dari serangkaian kegiatan yang dilakukan di bulan puasa ini adalah makan sahur. Meskipun sahur itu hukumnya sunnah, tapi penting kirannya karena untuk energy kita saat menjalankan aktifitas di siang harinnya sehingga tidak merasa lemas, tetap semangat. Karena dilakukan di waktu malam, seringkali membuat kita kesulitan untuk bangkit, masih merasa ngantuk. Kadang merasa dilema juga saat sudah waktunnya sahur, kalau tidak bangun untuk sahur sayang karena di siang harinya pasti lemas, tapi kalau harus bangun masih berat rasannya, keadaan mata yang masih lengket dan harus makan sahur.
Ada macam-macam yang dilakukan saat menjelang waktu sahur. Jika di desa saya, biasannya menginformasikan waktunya sahur itu memakai pengeras suara, selain itu juga dengan memutar musik pakai pengeras suara. Kalau dulu ada segerombolan yang berkeliling kampung sambil memainkan alat-alat yang dibawa, tapi sepertinnya sekarang tradisi unik itu sudah tidak lagi ada.
Nanti malam adalah kita menjalankan makan sahur yang ke-10. Meskipun terasa berat tapi hari demi hari bisa kita lalui, hingga akhirnya sampailah pada kali ke-10, makin lama sudah makin terlatih. Kadang secara otomatis bisa langsung bangun jika waktu sahur sudah tiba.
          Keluarga saya sering melaksanakan makan sahur itu antara jam setengah empat hingga jam empat. Bagi kami waktu tersebut sangat pas, karena sebentar lagi bisa langsung sholat subuh. Dan setelah itu bisa tidur lagi tanpa harus bangun lagi untuk sholat subuh. Pernah suatu ketika saya melaksanakan sahur itu sekitar jam 2, alsannya ya karena bisa tidur lagi. Tidur pada jam segitu itu memang enak, tapi akhirnya sholat subuhnya jadi terlambat, he e.
          Ternyata mengakhirkan waktu sahur itu sebuah sunah rasul, jadi dianjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur. Tidak seperti saat berbuka puasa, kita malah disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Sangat bermanfa’at jika melaksanakan makan sahur di waktu akhir itu, karena makanan kita akan hilang lebih lama dan daya tahan tubuh kita juga bisa bertahan lama dibandingkan yang makan sahur jauh-jauh sebelumnya. Karena mengakhirkan makan sahur adalah sunnah, jadi selain bermanfa’at untuk daya tahan tubuh kita, pahala kesunnahan juga bisa kita dapatkan.
          Semoga kita senantiasa bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar...

T. Agung, 26-6-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...