Rabu, 24 Juni 2015

Catatan Ramadhan #5: Polisi Ngabuburit



          Di tengah perjalanan saya pulang kemarin, saya menjumpai mobil polisi yang berjalan tepat di depan saya. Yang mulannya saya berjalan cukup cepat, tiba-tiba gas saya kurangi. Saya lihat ada dua orang yang berada di dalam mobil polisi dan satu orang yang mengawal di belakang itu memakai sepeda motor, sedangkan saya berada tepat di belakangnya. Mobil itu berjalan begitu lambat. Sebenarnya saya ingin mendahuluinya, tapi saya pikir-pikir dulu. Saya biasanya ingin menyalip itu menyalakan bel terlebih dahulu, tapi kali ini bel motor saya rusak. Tidak enak jadinnya mau nyalip.

          Saya membontoti mobil polisi itu kira-kira ada 25 menitan. Saya menunggu momen yang pas mau mendahului. Hmm, belum juga ada mobil yang lewat ya. Suasana jalan memang sepi dan berkelok-kelok, jadinnya susah kalau ingin mendahului. Saya tunggu-tunggu, tak juga berhenti. Setelah ada momen yang pas, baru saya bisa nyalip. Ma’af pak polisi, saya khilaf, bel saya rusak, jadinnya saya tidak izin dulu mau mendahului.

           Saya tidak merasa kesal selama saya membontoti mobil polisi itu karena ada yang menarik menurut saya. Kulihat, di bak belakang mobil tersebut bertuliskan PATROLI RAMADHAN. Beberapa kali kata tersebut saya baca. Dan saya resapi juga, daripada tidak ngapa-ngapain, he e.

          Waktu itu sudah menunjukkan sore hari, sekitar pukul setengah lima. Mobil polisi itu berjalan cukup lambat juga. Sepertinnya mereka ingin ngabuburit, bisa jadi. Ngabuburit ala polisi, menjaga ketertiban dan keamanan di bulan ramadhan. Selamat menjalankan tugas pak polisi.

T. Agung, 24-6-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...