Sabtu, 02 Juli 2016

Menyaksikan Lautan Awan



Pagi itu kami berdua, saya bersama adik pulang kampung. Karena ada sesuatu yang harus saya selesaikan, akibatnya pulang kampung kami tertunda satu hari setelahnya. Adik sudah ingin pulang saja dan mewanti-wanti saya untuk tidak menunda-nundanya lagi. Saya bilang, kalau akan pulang esok harinya pada pagi buta. “Awas ya kalau tidak jadi lagi!” Tegas adikku.

Benar, saat kabut masih membalut udara pagi, kami segera bergegas untuk melakukan perjalanan. Seingat saya, sudah ketiga kalinya ini saya melakukan perjalanan pulang pada pagi buta. Saya lebih memilih pulang menjelang sore, karena di perjalanan tidak dingin. Saat pagi tiba, serasa perjalanan ke rumah, dingin seolah jadi tantangan. Dinginya serasa menembus tulang-tulang.

 Kabut pagi yang dingin

Sudah antisipasi sebenarnya, memakai jaket, kaos kaki, sarung tangan, dan minyak penghangat, agar rasa dingin akibat kabut pagi yang masih berkeliaran sedikit berkurang. 

Setelah perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam, sampailah kami di puncak terdingin dan tertinggi di kota kami tinggal, tepatnya di Desa. Puru. Gambaran tempatnya pernah saya tuliskan dalam catatan saya satu tahun silam, bisa dilihat disini. Disana tepat matahari sudah mulai bersinar dan kabut pagi sudah mulai berkurang. Untu sampai di rumah, perjalanan kami masih sekitar satu jam setengah lagi.

Ketika pulang kampung pagi, pemandangan wow menemani perjalanan kami setelah sampai di Desa. Puru tersebut. Dari jalan, pemandangan awan tebal  yang berada tepat dibawah bukit tampak jelas sekali. Awan tersebut tampak seperti lautan yang membentang luas. Ketika awal tebal sudah mulai menghilang, yang ada bukanlah lautan awan yang sebenarnya, namun kawasan perkampungan warga yang tepat berada di bawah perbukitan tersebut.

Lautan awan yang cukup mempesona tersebut, membuat kami berkeinginan untuk menyaksikannya. Sekaligus, beristirahat sambil menghangatkan badan stelah menembus kabut pagi yang ekstrim. 

Agar lautan awan cukup terlihat dengan jelas, kami berdua untuk turun dari motor dan berjalan ke atas bukit (bukit berada tepat di pinggir jalan lhoo). Melihat indahnya pagi yang luar biasa. Awan putih yang membentuk lautan yang terlihat dari atas bukit itu tengah memberikan efek kekaguman dan tak sangup untuk tidak berkata wow. Hijaunya pepohonan dan tumbuhan sangat terlihat jelas nan indah.  

 Bukit dan awan, perpaduan yang sempurna


Naik bukit, menyaksikan lautan awan dan menghangatkan tubuh

Pagi yang mempesona …



Lautan awan yang indah pagi itu


 Menyaksikan pesona lautan awan


 Lautan awan di balik bukit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...