Selasa, 12 Juli 2016

Akhirnya Jilid Kuning


Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran ujian skripsi. Sebelum skrispi diserahkan bersama seperangkat berkas pendaftaran ujian, harus dijilid terlebih dahulu. Sesuai dengan warna jilid yang telah ditentukan, kebetulan jurusan Bahasa Inggris mendapatkan warna kuning. Itulah mengapa namanya jilid kuning. 

Jika hari ini tidak menyelesaikan jilid kuning itu, sepertinya ujiannya terpaksa ditunda. Untuk menghindari hal itu, mau tidak mau hari ini harus sudah bisa beranjak dari pulau skripsi. Meski toga belum dipasang di kepala….tapi rasa leganya….sungguh priceless, bahagia tak terkira! Hari ini saya bisa jilid kuning. Setelah sekian lama memimpikan untuk bisa seperti teman-teman yang sudah berhasil merampungkan tugas akhir studinya, pada akhirnya saya bisa berkesempatan seperti mereka.

Kali ini saya ingin bercerita tentang suasana yang terjadi pada hari ini, saat dinyatakan bahwa pendaftaran ujian skripsi berakhir. Saya termasuk salah satu yang merasakannya. Ternyata asyik juga he he…, ada rasa senangnya, paniknya, terharunya, dll.


Alkisah, setelah semua perangkat yang akan dimuat didalam skripsi lengkap, langkah selanjutnya adalah membawanya ke tempat rental untuk dilakukan penjilidan. Hanya dengan satu jam atau dua jam saja tidak cukup untuk membereskan semuanya hingga menjadi skripsi jilid kuning,ternyata perlu waktu yang tidak sebentar. 


Pagi-pagi saya sudah bersiap untuk pergi ke salah satu tempat rental yang berada di sekitar kampus. Konon disana buka yang paling pagi diantara rental-rental yang ada. Jam tujuh kurang, saya sudah sampai disana. Menghirup udara pagi rasa skripsi. 

Karena masih belum buka, saya harus menunggu. Tidak berselang lama, satu per satu karyawannya datang dan membuka pintu.  Saya masuk, lalu segera dilayani oleh salah seorang karyawan, karena belum banyak yang antri. Ada teman-teman yang lain ternyata juga mulai berdatangan sepagi itu. Tepat pukul 08. 30, saya baru meninggalkan tempat tersebut. Saya bawa pulang belum berupa jilid, tetapi masih berkas hasil print out yang campur aduk. Tidak bisa langsung dijilid seketika itu juga, karena harus ditata terlebih dahulu sesuai urutan yang benar. 


Rumit juga mengurutkan berkas-berkas tersebut. Saya dibantu seorang teman yang baik hati. Teman saya yang menata, sedangkan saya yang mencari berkas sesuai urutannya. Suasana kamar sungguh seperti kapal pecah. Proses pengurutan ternyata juga tidak semulus yang saya bayangkan, karena masih ada beberapa halaman yang kurang. Saya harus balik lagi ke tempat rental untuk melengkapi berkas-berkas itu. Nahasnya, sampai disana semakin banyak saja orang yang mengantri. Masak iya, hanya perlu foto copy dua lembar atau tiga lembar saja harus mengantri lama. Mendatangi satu per satu tempat rental yang berada di sekitar kampus, banyak yang belum buka. Hanya dua saja, yang sama-sama dipenuhi teman-teman yang tengah melakukan proses penjilidan. Mulai panik …

Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke rental yang jaraknya cukup jauh, tapi disana tidak antri. Entah enakan yang mana, dekat mengantre atau tidak antre tapi tempatnya sedikit jauh. Karena saya sudah tidak sabar untuk segera melengkapi berkas yang kurang, saya memilih yang segera jadi meskipun tempatnya sedikit jauh. Selesai segera pulang, lalu diletakkan berkas tersebut para urutan yang benar. Setelah semuanya dicek, ternyata oh ternyata, saya harus kembali lagi karena masih ada saja yang kurang yang memang tidak saya sadari. Lumayan memakan waktu juga mengurutkan berkas-berkas tersebut ditambah harus bolak-balik ke tempat rental lagi. 


Semua sudah tertata rapi, baru melakukan penjilidan. Karena sudah masuk waktu Dhuhur, sebelum berangkat, saya Sholat terlebih dahulu. Tidak seperti waktu pagi yang banyak teman mengantre, siang itu cukup lengang, berarti akan segera dilayani. Meskipun harus tetap menunggu tidak kurang dari satu jam, saya lumayan semangat menantinya. Tidak sabar segera melihat jilid kuningku jadi. Sesekali berasa deg-degan juga, entah kenapa.


Setelah jadi, tidak segera langsung saya bawa ke kampus untuk dikumpulkan, namun saya bawa pulang dulu. Saya lihat-lihat, sambil dalam hati berucap syukur atas semuanya. 


Sore hari, baru saya mengantarkan jilid kuning  beserta seperangkat berkas pendaftaran ujian skripsi ke kampus. Sampai disana saya bertemu teman-teman satu kelas yang juga mau mengumpulkan Kami mengumpulkan bersama. Setelah dicek dan berkasnya sudah lengkap, kami bisa meninggalkan tempat. Saat ingin segera pulang hujan deras turun, kami menanti hujan reda sambil ngobrol sana-sini bertukar cerita saat mengerjakan skripsi.


Kadang memang kekhawatiran tidak bisa selesai  mengerjakan skripsi menghantui benak pikirku saat sudah dalam keadaan mood lagi kurang baik. Jadi, kiranya bisa menyelesaikan tahapan demi tahapan untuk menyelesaikan tugas ini, menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Alhamdulillah.


 Jilid Kuning

Tulungagung, 12-07-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...