Rabu, 14 Oktober 2015

Belum Bisa Nulis Cerpen





Kali ini saya sedang ikut pelatihan atau workshop menulis cerpen. Tidak ada orang dewasa yang mengikuti workshop ini, kebanyakan adalah pelajar SMP dan SMA. Sedangkan, mahasiswa yang ikut hanya beberapa saja, termasuk saya.

 Saya mengikuti kelas menulis Cerpen ini karena saya penasaran dengan bagaimana cerpen yang kaya dengan imajinasi itu bisa dituliskan. Saya suka dengan membaca cerpen, sayangnya saya belum pernah sama sekali menulis cerpen. Saya merasa sulit menulis cerpen itu. Jelaslah...karena memang kamu belum pernah mencoba nya Eka!!!!

Saya sangat malu ketika Bunda Zaky, pemateri workshop menulis cerpen ini bertanya kepada kami semua tentang siapa yang sudah pernah menulis cerpen dan siapa yang belum. Diantara sekian banyak peserta itu hanya saya saja yang belum pernah menulis cerpen. Ingin sekali kesempatan yang memaksa saya untuk yang pertama kali menulis cerpen ini, saya bisa seperti mereka semua, bisa membuat cerita imajinasi itu.

Saya sebenarnya sudah tahu, jika kelas workshop menulis cerpen ini sebenarnya hanya di peruntukkan untuk orang-orang yang sudah pernah menulis cerpen, dan mendapat teori-teori lebih tentang pembuatan cerpen. Saya tahu aturan itu. Saya memberanikan diri untuk ikut karena saya ingin tahu sekilas seperti apa membuat cerpen. Lebih-lebih jika setelah mengikuti kelas menulis ini bisa terinspirasi untuk ikutan menulis cerpen juga, he e.

Mulai dari pukul 10. 00 hingga pukul 12. 30 kami di dampingi Bunda pemateri yang sangat hebat dan ispiratif, yaitu Bunda. Zaky. Selama dua jam setengah itu, kami berkumpul di dalam sebuah ruang kelas yang menurut saya cukup nyaman untuk mencairkan ide-ide yang masih membeku di dalam kepala.

Sekitar 30 menit kami di berikan testimoni oleh bunda Zaky seputar menulis cerpen, khususnya hal-hal apa saja yang membuat sulit bagi kami dalam menulis cerpen. Kami saling mengeluarkan unek-unek seputar kesulitan menulis cerpen ini. Meskipun saya belum pernah menulis cerpen, tidak ada larangan jika ikut bersuara untuk mengeluarkan unek-unek saya saat menulis.

Satu per satu kesulitan yang kami alami, oleh Bunda, Zaky di bahas satu per satu. Dan berusaha dicarikan solusinya bersama. Bermacam-macam kesulitan yang kami alami, ada yang kesulitan mencari ide, memberi nama tokoh, membuat narasi cerita, membuat konflik, membuat dialog-nya, dll. Masalah-masalah itu tidak akan terselesaikan jika belum mencoba untuk terus berlatih. Lagi-lagi menulis, menulis, dan menulis menjadi obat yang paling manjur untuk mengatasi persoalan menulis ini.

Saya tidak yakin jika bisa membuat cerpen hanya dalam waktu dua jam ini. Sekitar pukul 10.30, kertas 3 lembar kertas kosong di berikan. Pertanda bahwa kami akan melelehkan ide-ide yang masih membaku ini dalam lembaran-lembaran kertas ini.

Memang bagi mereka-meraka yang suka menulis cerpen, hanya menulis dalam satu atau dua lembar kertas HVS saja tidak cukup, bisa jadi ceritanya belum sampai pada endingnya.

Hanya satu lembar saja, sudah terlalu cukup bagi saya. Memang benar,,,,saya hampir putus asa dan ingin keluar kelas saat saya melihat mereka semua dengan asyik menggerakkan penannya ke dalam lembaran-lembaran kertas itu, cerita mereka kelihatannya sangat asyik. Mereka semua hebat menulisnya. Sementara saya masih bingung ingin memainkan ceritannya seperti apa.

Mau bagaimana lagi, otakku tidak bisa dipaksa untuk mancairkan imajinasi menjadi rangkaian cerita yang indah. Dari 3 lembar kertas itu, hanya kutuliskan cerpen sebanyak setengah halaman saja. Sementara teman-teman,  mereka sudah ahli semua. Menulis cerpen sepertinya menjadi sebuah hiburan bagi mereka. Aku tahu, tak ada raut wajah sedih atau murung yang tampak dari mereka. Mereka gembira dengan cerita yang dituliskan. Bahkan ada yang sampai senyum-senyum sendiri saat menuliskan cerpen.

Aku sedih, karena saya belum bisa seperti mereka. Saya masih kesulitan menuliskannya. Tapi sehendaknya, dengan mengikuti kelas workshop menulis cerpen ini, ada keigninan yang muncul untuk belajar menulis cerpen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...