Jumat, 03 Februari 2017

Mau Menulis Apa Ya?

Dari sekian bulan yang telah saya lewati untuk belajar menulis, khususnya lewat blog sederhana saya, saya lihat-lihat hanya dua bulan saja yang terisi penuh. Dua bulan berturut-turut, yaitu Februari dan Maret lalu saya telah berhasil memaksa diri saya untuk menulis rutin setiap hari, lalu mempostingnya di blog. 

Bagaimana dengan di bulan-bulan lainya? Ada yang jumlahya hanya separuh dari jumlah hari dalam satu bulan, bahkan ada yang hanya segelintir tulisan saja. Tapi sejauh ini memang tidak ada bulan yang terlewatkan begitu saja. Meski hanya sedikit, daftar tulisan tetap ada di setiap bulannya. 

Sejauh yang saya rasakan sebenarnya kalau sudah ada keinginan menulis, akan mudah menanamkan niat di hari-hari berikutnya. Maksud saya begini, karena keinginan untuk membuat tulisan itu sudah ada, jadi tinggal berusaha untuk beraksi saja. 

Dalam kondisi semacam ini, sehendaknya salah satu hambatan “malas menulis” tersingkirkan. Yang ada dalam benak saya tinggal “mau menulis apa ya?”. Pertanyaan itu menurut saya bukan pertanyaan akan tanda malas menulis, namun pertanda saya akan berusaha sedapat mungkin menemukan ide untuk menjadi bahan yang ingin saya tuliskan.

Karena saya baru memulai belajar menulis, jadi masih butuh menata niat berkali-kali. Sekali niat kadang hanya bertahan beberapa saat saja. Ketika niat yang semula ditata itu semakin memudar, maka sangat penting bagi saya untuk menata niat kembali agar keinginan untuk menulis tumbuh lagi.

Kalau niat menulis tersebut pada akhirnya bisa terealisasikan dalam tulisan, apalagi kalau sempat diposting di blog atau FB senang pastinya. Bagiamana tidak senang, hmmm menemukan ide tulisan itu saja bagi saya masih sulit, mungkin memang masih kurang berlatih. Belum lagi, saya harus menterjemahkan ide yang masih dalam bayang itu ke dalam rangkaian kata, ini juga bagi saya tidak gampang alias belum lancar. Meskipun masih perlu waktu berjam-jam untuk menterjemahkan ide, karena sudah ada niatan untuk menuntaskanya, maka saya pun menikmatinya saja sampai tulisan bisa terselesaikan.
 
Saya sangat setuju jika kondisi semacam ini adalah bagian dari sebuah tantangan. Ketika tantangan itu bisa terselesaikan, selagi niatan saya untuk menulis masih menancap, tantangan selanjutnya masih ingin berhasil kulalui lagi. Esuk, saya mau menulis apa lagi ya? Itulah pertanyaan tantangan yang harus kujawab. 

Ketika di hari tersebut saya belum menemukan ide, pertanyaan itu akan otomatis membayangi benak saya terus. Tapi sekali lagi, selagi pertanyaan itu masih sempat mampir di benak saya berarti niatan saya untuk menulis belum memudar. Sayapun akan berusaha sedapat mungkin mencari ide untuk dituliskan. Sebaliknya, ketika pertanyaan itu sempat tidak melintas, tandanya saya perlu menata niat kembali, semangat itu perlu direcharge lagi. Konon jika dibiarkan, akan bahaya. Apalagi, saya yang notabene masih mulai belajar, masih sangat rawan dengan situasi ini.

Ini tulisan ketigaku di bulan Februari, esuk mau menulis apa ya?


Pare, 03 Februari 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...