Jumat, 28 Juli 2017

SIMBOK, AYAM, DAN PENANDA WAKTU



Simbok, begitulah aku memanggil nenekku. Ia sangat suka berkebun dan memelihara hewan ternak (kambing) serta unggas (ayam). Setelah beranak-pinak, kambing-kambing itu biasanya dijual ketika mendekati hari raya kurban. Sesekali juga dimanfaatkan sendiri untuk berkurban, juga disembelih untuk dimasak. 

Begitu juga degan para ayam. Namun, ayam dipelihara tidak untuk dijual. Tapi untuk dipotong dan dibuat lauk kala musim paceklik 😅. Sebenarnya tidak hanya pas musim paceklik saja, ayam sering dibuat soto saat lebaran tiba maupun waktu-waktu yang lainnya. Lokasi rumah yang jauh dari pasar, keberadaan ayam-ayam itu memang sangat membantu. Terimakasih simbok.

Tidak hanya sekedar dimanfaatkan untuk lauk saja, namun simbok juga sering memanfaatkan ayam untuk menandai kapan waktu pagi dan sore datang. Dering alarm dari ponsel tak praktis bagi simbok karena memang ia tak bisa mengoperasikan hp. Alarm yang live dari merdunya kokok ayam jauh lebih praktis baginya. Tapi kukira memang benar adanya. 

Simbok pernah menjelaskan kepadaku seperti ini, bahwa waktu pagi biasanya suara ayam jantan berkokok yang begitu serempak. Jika ayam yang berkokok masih satu, dua, waktu masih dini hari. Begitu mendengar ayam-ayam jantan berkokok dengan serempak, waktunya untuk beraktivitas kembali. Hari semakin terang, ayam-ayam itu juga mulai beraktivitas lagi. 

Sedangkan waktu maghrib biasanya sudah tidak ada lagi ayam yang wira-wiri, semuanya sudah kembali ke kandangnya.

Mungkin kalau di kota suara kokok ayam ini tidak terlalu terdengar dengan serempak dan merdu. Aku yakin toh ada suara kokok ayam bersahut-sahutan, tidak penting untuk diperhatikan. Tak seperti simbok yang mana kokok merdu ayam menjadi bermakna baginya. Kalau di kota biasanya ayam ditaruh di kandang, tidak dibiarkan berkandang di dahan pepohonan, jadi suara kokoknya tidak semerdu ketika berada di dahan pohon. 

Pekarangan rumahku memang masih lebat dengan pepohonan, sehingga masih ramah untuk para ayam berkandang. Biasanya tempat yang dipilih untuk bersinggah di malam hari adalah dahan pohon cengkeh dan kopi. Tidak mungkin kan kalau pohon kelapa, 😇.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...