Senin, 10 Juli 2017

HALAMAN RUMAH PAMAN: DARI TAMAN BUNGA HINGGA TEMPAT PARKIR

Salah satu yang menjadi perhatian kita dari masalah rumah adalah halamannya. Bahkan bisa jadi menjadi perhatian utamanya. Coba jika ada pertanyaan begini, “Jika anda punya uang berlebih, bagian rumah mana yang kamu renovasi terlebih dahulu?” Sangat mungkin jawaban banyak orang adalah halaman rumahnya, tentu dengan berbagai alasan. Mungkin agar tamu nyaman datang ke rumah atau biar terlihat indah. Jadi tak heran jika banyak orang yang mendesain halaman rumahnya sebagus mungkin, ada taman bermain, kolam, berbagai jenis bunga, gazebo, dll.

Bercerita tentang halaman rumah, tentu saya teringat dengan halaman rumah sendiri. Karena berada di desa, sepertinya bunga berpot tidak begitu mainstream. Ketika saya masih SD aku pernah menanam bungan di halaman rumah yang bibitnya saya dapatkan dari teman. Namun ketika SMP dan tidak tinggal di rumah, bunga-bunga itu dibersihkan, bahkan ada yang tumbuh di kebun sampai sekarang. Tinggalah pepohonan di halaman rumah, seperti kelapa, cengkeh, rambutan, pisang, durian, kopi, kecombrang, belimbing, singkong, dan masih banyak lagi.

Mengamati rumah Pamanku yang berada di kota Kecamatan juga menarik. Dari SMP hingga SMA aku tinggal di sana. Halaman rumahnya juga cukup unik dan membuatku ingin menuliskan di ini. Ada-ada saja yang ia lakukan dengan halaman rumahnya. Bisa juga istilah DIY (Do It Yourself) cocok untuk menamainya, kerena memang dilakukan sendiri. Halaman rumahnya dulu penuh dengan tanaman bunga, dari yang ditanam di tanah hingga yang di pot besar maupun kecil. Setiap sore biasanya saya menyiramnya agar tumbuh subur. Tak jarang bunga itu di pinjam sekolah untuk mendekorasi penggung acara. Kebanyakan bunga yang ditanam adalah Eforbia dan Kamboja, ada juga bunga Melati dan Pucuk merah.

Selain bunga, ada juga kolam ikan lele raksasa di halaman rumah itu. Hanya lima ekor saja kalau tidak salah. Beberapa hari sekali kolam itu oleh Paman dibersihkan. Kolam itu diletakkan di sebelah kanan-kiri pintu pagar. Selang beberapa bulan, pamanku membuat kandang ayam yang cukup besar mengelilingi kolam ikan itu. Hiduplah lele serumah dengan ayam. Sisa-sisa nasi tidak lagi dibuang, tapi dipakai pakan ayam. Ayam itu beranak pinak jadi banyak. Kadang diambil telurnya dan ayamnya juga disembelih untuk lauk.

Sisi samping halaman
Tak selesai disitu, sekarang kisah kolam ikan lele berakhir, karena lelenya sudah mati, saya lupa penyebabnya. Tinggalah ayamnya saja. Tidak hanya ayam kampung saja di kandang itu. Belum lama ini Pamanku membeli dua ekor ayam kalkun besar dan dimasukkan di kandang itu. Setiap ada suara bising, dua kalkun itu selalu bersuara. Karena ketidak tahuan Pamanku, akibat ayam kalkun dijadikan satu dengan ayam kampung, satu ayam jago besar menjadi korbannya karena dipatok. Akhirnya kandang itu diberi tembok pemisah dari kayu.

Tentang kolam selesai, sekarang saya akan bercerita tentang tanamannya. Bunga-bunga itu juga tidak bertahan lama. Sedikit demi sedikit Paman mengalihkan bunga-bunga itu menjadi bibit buah dan tanaman sayur. Berbagai bibit buah (nangka, durian, sawo) dan sayuran serta rempah-rempah (bayam, sawi, cabe, salam, singkong, jeruk nipis, kunyit, dll). Hanya ada dua pot bunga yang tersisa sekarang.
Terlihat beberepa bibit nangka di halaman depan rumah

Pernah Pamanku mencoba menyulap halaman rumah itu menjadi tempat membudidayakan buah naga. Memang Pamanku itu suka mencoba sesuatu Ia membuat papan dari kayu untuk merambatkan buah naga itu. Entah kenapa buah naga itu tak lama kemudian dipindah ke kebun. Belum lama ini Pamanku juga membuat tempat untuk membudidayakan tanaman hidroponik. Lumayan rumit sepertinya membuatnya. Tanaman yang ditanam ada kangkung, selada, sawi, dll. Never try never know. Meskipun tanaman hidrponik itu tidak bisa tumbuh maksimal, yang terpenting Paman sudah mencobanya. Entah apa yang kurang, sehingga tanamannya tidak tumbuh subur.

Sisa hidroponik dan kandang ayam

Terakhir yang ingin saya ceritakan, halaman rumah itu kini dibuat tempat parkir pasar malam. Halaman yang cukup luas dibersihkan agar memuat motor banyak. Sering pasar malam diadakan di lapangan depan rumah Paman. Begitu juga kegiatan lain, misalnya sholawat, pengajian, dll, sehingga tak salah memanfaatkan halaman rumah itu untuk tempat parkir. Lalu, apa yang selanjutnya terjadi dengan halaman rumah ini? Let’s wait and see!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...