Kamis, 03 September 2015

Pada Akhirnya Berbuah Manis

Buku ini adalah sebuah kenang-kenangan yang di berikan langsung oleh wali study saya tadi pagi. Saya juga tidak menyangka jika tiba-tiba beliau tadi menawarkan sebuah bukunya yang baru saja terbit itu. Sempat beberapa waktu yang lalu saya kepikiran untuk baca-baca buku tentang penelitian seperti ini, tetapi sampai saat ini belum juga membelinya. Dan ternyata hari ini saya mendapatkan buku itu secara gratis. :)

Tujuan saya ke rumah beliau itu sebenarnya untuk meminta tanda tangan KHS, KRS, dan IRS yang nasibnya sungguh malang itu, karena beberapa kali saya ajak ke rumah beliau tapi hari ini baru bisa bertemu. Sekitar dua minggu yang lalu saya kesana bersama salah seorang teman saya, Luvia Mahmudah. Waktu itu, ia dengan semangat berangkat dari Durenan berniat untuk memintakan tanda-tangan itu. Ternyata kami belum beruntung, pintu rumanhya tertutup, mungkin beliaunya lagi bepergian. Kami tunggu hingga setengah jam belum ada, kami tanyakan ke tetangga dekatnya juga tidak ada yang tahu. Akhirnya kami pulang saja. Sebenarnya beberapa kali kami sudah menghubungi beliau untuk bertemu, tapi karena tidak ada balasan akhirnya kami memutuskan untuk datang langsung ke rumahnya, tapi sayangnya beliau saat itu tidak ada, jadi terpaksa kapan-kapan datang kesini lagi.

Minggu kemarin saya bertemu dengan salah seorang dosen di kampus, yang kebetulan teman beliau. Saya tanya-tanya tentang wali studi saya itu, beliau menyarankan kalau ingin bertemu diminta untuk datang kerumahnya pagi-pagi. Sebelum jam tujuh harus sudah standby disana. Oh, iya, benar juga ya…He e terima kasih pak saranya, besuk bisa saya coba.
 

Biasanya kalau mau konsultasi seperti ini, kami berangkat bersama-bersama. Tapi karena teman-teman lagi sibuk dengan tugas KKN-nya, saya dan salah satu teman saya yang tidak ikut KKN bulan ini bersedia untuk memintakan tanda tangan beliau.

Senin pagi saya kesana, tapi tidak dengan teman saya. Saya memberanikan diri untuk datang sendirian waktu itu, kasihan teman saya kalau pagi-pagi harus berangkat dari Trenggalek ke Tulungagung. Seperti yang dikatakan oleh salah seorang dosen dikampus, jam tujuh saya sudah disana. Untungnya kamu ndak ikut Lutvia Mahmudah, he e. Ternyata hari senin itu beliaunya lagi bertugas ke Malang, dan pulang selasa sore. Istri beliau memberitahu saya seperti itu. Dengan senang hati, saya pun pulang. Rabu pagi saya akan kesini lagi.

Rabu saya berangkat lebih pagi lagi, jam 06. 30 tepat sudah sampai. Basmalah saya ucapkan sebelum kuinjakkan kaki di halaman rumah beliau. Saya yakin jika hari ini beliau sudah datang. Senang sekali, setelah ucapkan salam beberapa kali, salah seorang anggota keluarganya keluar. Lagi-lagi belum juga beruntung, ia mengatakan jika beliaunya pagi ini baru saja datang dari Malang, lagi istirahat dan tidak boleh diganggu. Saya juga tidak bisa memaksakan diri saya untuk bertemu beliau, karena lagi istirahat. Dengan ikhlas hati, saya pulang lagi. Besok saya akan kesini lagi. Ha a a, anak bandel ya begini ini, masih saja ngeyel.

Seperti biasa, hari ini saya pagi-pagi datang ke rumah beliau. Kalau hari ini, saya yakin-seyakinnya jika beliau hari ada di rumah. Alhamdulillah, saya disambut dengan orang yang sama dengan kemarin. Tapi hari ini ada kabar gembira, beliau sudah bisa di temui dan saya diminta untuk menunggu terlebih dahulu.

Saya dengan senang hati menunggu kurang lebih satu jam. Tidaklah lama…karena dari rumah saya sudah berinisiatif untuk membawa salah satu buku saya untuk dibaca. Saya sudah tebak jika saya harus menunggu, feeling saya kuat ternyata ha a a.

Satu jam kemudian beliau datang, saya diminta untuk masuk ke dalam. Setelah duduk, lalu saya sodorkan beberapa lembar kertas yang akan ditanda tangani. Legaaaa, akhirnya sudah selesai. Dan ini waktu yang saya tunggu-tunggu. Mendengarkan dengan khidmad petuah-petuah yang beliau berikan. Setiap kali kami kesana, beliau selalu menceritakan sejuta pengalamannya. Banyak banget…iya, karena dalam sehari jika tidak ada tugas yang harus diselesaikan bisa jadi belum bersambung. Banyak sekali cerita yang beliau hari ini berikan padaku, sampai-sampai saya bingung mau mencatat yang bagian mana. Hari ini begitu special memang, waktu hampir tiga jam lebih beliau gunakan untuk menceritakan pengalamannya dengan saya. Mulai dari waktu beliau kuliah, mengerjakan tugas akhirnya, pengalaman saat berkeliling beberapa negara di luar negeri, hingga macam-macam. Pokoknya banyak banget.

Saya juga asyik mendengarkan cerita beliau. Sampai tidak terasa jika saya sudah duduk dengan santai mengobrol dengan beliau selama beberapa jam. Sudah ada jeda, kuanggap ceritanya sudah bersambung, lalu saya pamit. Ketika saya pamitan, tiba-tiba beliau menawarkan sebuah buku yang kebetulan saya pengen sekali punya buku itu, yaitu buku tentang penelitian, katanya bisa dibuat kenang-kenangan. Badan saya langsung panas-dingin (ha a a). Ma’af pak, kenanganya tidak bisa saya tolak, jadi saya mengiyakan tawaran buku itu.

Cerita ternyata masih berlanjut lagi. Setelah beliau memberikan buku itu kepada saya, dan ganti topic ceritanya tentang buku ini. Saya buka plastiknya, dan saya bolak-balikkan halamannya, mencari bagian yang di ceritakan oleh beliau itu.

Tidak sia-sia ternyata saya bolak-balik ke rumah beliau,karena pada akhirnya berbuah manis. Saya mendapatkan buku beliau secara langsung yang baru saja terbit. H e e rejeki tak kemana, buku yang waktu itu ingin saya baca tersebut sekarang sudah di tangan dan siap untuk dibaca.

Happy reading

T. Agung, 3-09-2015



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...