Jumat, 04 September 2015

Cerita Teman Sepulang KKN



            Sebagai mahasiswa yang sudah semester tujuh, KKN menjadi mata kuliah wajib yang harus kita ambil. Selama kurang lebih dua bulan  lamanya, KKN ini dilaksanakan. Bagi teman-teman yang KKN-nya di daerah Tulungagung, seperti di Kec. Sendang, Pucanglaban, Tanggung gunung, dll sudah selesai pada hari minggu kemarin. Karena saya tidak ikut KKN bersama mereka, sehingga hanya sebatas cerita yang saya tahu.
            Raut wajah yang begitu bahagia terlihat dari teman-teman setelah mereka bisa mengakhiri perjuangannya di lokasi KKN. Kebetulan teman-teman satu kamar saya adalah para pejuang KKN yang juga baru saja pulang pada hari senin, empat hari yang lalu. Sebagai teman sekamar, kirannya kurang etis jika saya tidak menanyakan tentang kegiatan mereka selama KKN. Begitu bombatis ceritanya, yuk kita simak …
          Karena tujuan utama KKN untuk mengabdi kepada masyarakat, sehingga selama disana teman saya itu bersama kelompoknya membatu masyarakat yang ada di lokasi mereka untuk mengembangkan dan memajukan kondisi masyarakat yang ada di desa yang mereka tempati tersebut. Banyak sekali program yang mereka lakukan disana, diantaranya pembentukan takmir masjid, membentuk jama’ah yasinan, membantu memberikan bimbingan kepada siswa, dan masih banyak lagi.
 Sebagai laporan pertanggung jawaban mereka dengan kegiatan KKN ini, mereka diwajibkan untuk membuat laporan baik individu maupun kelompok terkait dengan kegiatan yang telah mereka lakukan disana selama dua bulan itu. Karena setiap harinya harus menuliskan seputar kegiatan yang mereka lakukan, jadi bisa sampai berlembar-lembar laporan yang mereka buat. Semangat ya kawan …
Memang lokasi  yang telah ditetapkan oleh pihak kampus untuk KKN adalah lokasi yang special, sehingga harus sabar saat menjalani hari-hari selama disana, misalnya sulit air, sehingga mereka harus antri saat ingin mandi, BAB, maupun mencuci. Seperti cerita dari teman saya, bahwa di tempat mereka tinggal itu hanya ada satu kamar mandi, itupun bukan kamar mandi pribadi yang letaknya di dalam rumah. Yang ada adalah WC umum, yang letaknya cukup jauh dari tempat mereka tinggal.
Meskipun letak lokasi KKN bukan di luar kota, tetapi untuk menuju kesana harus extra hati-hati. Selain jaraknya yang cukup jauh, kondisi jalan-nya juga lumayan sulit. Sebenarnya, saya sangat ingin berkunjung ke tempat KKN teman-teman. Sayangnya tidak ada teman yang ingin saya ajak kesana, sehingga hanya sebatas angan-angan saja.
Dari KKN, mereka juga mendapat teman baru lagi. Karena satu kelompok KKN berasal dari berbeda fakultas jadi sangat wajar kalau momen KKN digunakan untuk menambah teman. Selain sesama teman KKN bisa juga dapat link dari pejabat atau warga daerah setempat. He e, yang ujung-ujungnya adalah CINLOK yang menjadi trending topic, sekaligus bombastis story teman saya ketika sepulang dari lokasi KKN.
Cinta lokasi menjadi kenangan tersendiri saat KKN. Bayangkan, satu kelompok teman saya itu yang akhirnya CINLOK di lokasi KKN ada empat pasang dari 15 orang. Bagaimana tidak banyak yang cinlok kalau setiap hari mereka harus bertemu dan banyak waktu kosong untuk ngobrol, jadi mungkin ada benarnya juga kalau ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya cinlok di tempat KKN dengan teman satu kelompoknya walaupun sebelumnya tidak pernah bertemu. Seperti pepatah jawa mengatakan “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Ada juga salah satu teman saya itu yang hampir saja di jodohkan dengan salah seorang warga disana, he e
Ada yang lebih heboh lagi, banyak teman-teman yang setelah pulang dari lokasi KKN, berat badannya menjadi bertambah, alias gemuk. Kebetulan teman kos saya ada yang punya timbangan berat badan, mereka berlomba-lomba menimbang beratnya, ada yang bertambah satu kilo, dua kilo, bahkan ada yang sampai enam kilo. Wooooowww.
Wajar saja kalau setelah pulang KKN berat badan mereka bertambah, selama  waktu KKN, saat setiap harinya kegiatan sudah selesai, mereka kembali lagi ke posko, sembari bersantai  bisa dimanfaatkan untuk makan atau ngemil :p itu yang bikin gemuk. Apalagi ketika ada kegiatan di rumah warga (keliling desa) di setiap rumah yang datangi pasti ditawari makanan. Dan salah satu yang diharapkan mereka kalau ada kegiatan di rumah warga adalah dapat konsumsi. Pantas saja pulang jadi gendut, he e.
SEKIAN
Happy Writing on the Weekend

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...