Senin, 06 April 2015

#NoteAtTheNight, edisi senin



(Me) Minta Maaf dan (Ber) Terima Kasih
Kedua kata ini ternyata sudah seringkali kita ucapkan, bahkan sudah menjadi budaya yang sudah melekat dalam diri kita. Tak bisa terhitung berapa kali kata maaf dan terima kasih itu terucapkan, sehingga kedua kata ini sudah sangat familiar.  Maaf dan terima kasih merupakan kata-kata yang memberikan kesan yang baik jika diucapkan oleh kita. Kedua kata ini mengandung makna yang amat mulia. Orang yang enggan atau bahkan tidak pernah meminta ma’af kepada orang lain pasti ada yang kurang pas. Karena kita tahu bahwa manusia itu tempatnya salah nobody’s perfect, baik itu yang disengaja atau tidak disengaja, sehingga kita juga seharusnya sering untuk meminta ma’af.
Orang  yang enggan untuk meminta ma’af kepada seseorang akan berakibat pada  sebuah beban pikiran maupun perasaan, karena rasa bersalah, perasaan kecewa, ataupun benci dalam diri kita terhadap orang lain telah tertanam dalam diri kita yang belum sempat terluapkan. Berbeda dengan ketika kita bisa mengucapkan kata ma’af kita kepada orang lain dengan tulus dan ikhlas, pastinya akan membuat kita merasa lebih tenang karena kita sudah menebus kesalahan kita dengan berkata ma’af tersebut. Dengan demikian, mari untuk meminta ma’af dan juga saling mema’afkan  meskipun hanya sebatas kesalahan kecil yang kita lakukan.
Pasangan yang serasi dengan  minta ma’af adalah terima kasih. Selain ma’af, terima kasih juga mengandung makna yang amat mulia. Jika minta ma’af menyadarkan kita betapa sering kita berbuat salah, sedangkan terima kasih mengingatkan kita betapa banyak setiap harinnya kita menerima kebaikan dan pertolongan orang lain. Karena perlu kita sadari bahwa kita adalah makhluk soaial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dan juga kebaikan orang lain. Jadi sekecil apapun bantuan dari orang lain yang kita terima, apapun itu entah berupa tenaga, materi, dan bentuk kebaikan lainnya, mari kita usahakan untuk membalasnya dengan ucapan terima kasih.
Ma’af dan terima kasih yang disampaikan secara tulus akan membuka katup-katup penghubung empati dan simpati di antara kita yang sudah tertutup (Komaruddin Hidayat, 2014:122). Oleh karena itu, mari kita biasakan untuk selalu meminta ma’af dan berterima kasih dalam kehidupan sehari-hari kita. Semoga bisa kita laksanakan dan tentunya bisa bermanfa’at. Aamiin

Tulungagung, 6-4-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...