Senin, 20 April 2015

Edisi Bapak Jokowi



            Kudapatkan ide ini saat mengikuti mata kuliah discourse, saat itu dosen saya membahas tentang the power of language. Jika ingin menguasai dunia bukan pake pedang, bukan pake senjata atau panah, tetapi cukup pake bahasa. Karakter Jokowi masuk dech dalam pembahasan itu, yaitu lewat slogan kampanyenya “salam dua jari”. Begitu juga SBY yang punya slogan kampanye, “bersama kita bisa”, dan “lanjutkan”. Dengan bahasa-bahasa itu bisa menghipnotis masyarakat luas sehingga akhirnya mereka bisa terpilih menjadi presiden. Bermula dari topic itu, akhirnya pembahasan berlanjut ke nge-gossipkan Jokowi. Jadilah tulisan ini. Chek it out …
Saya mengetahui sosok Pak Jokowi ketika  beliau menjadi gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu Pak Jokowi menjadi sorotan media yang luar biasa. Popularitasnya meningkat drastis, apa-apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi menjadi perhatian masyarakat luas. Media telah membuat masyarakat di Indonesia bahkan mungkin di kancah internasional terkesima akan sosok Pak Jokowi. Seperti tidak ada yang perlu diragukan lagi, segala upaya Pak Jokowi  menjadi hal yang patut untuk kita contoh dan apresiasi, tak ada sisi negative dari beliau yang tersiarkan. Bahkan hal kecil pun menjadi sesuatu yang luar biasa ketika dilakukan oleh pak jokowi. Misalnya, cara berpakaian Pak Jokowi, saat beliau memakai baju kotak-kotak … saat itu juga baju kotak-kotak menjadi tren masyarakat luas. He e seingat saya ini terjadi 1 tahun yang lalu, karena saat hari lebaran diwaktu itu saya juga menjadi salah seorang yang membeli baju kotak-kotak ala jokowi ini. Selain itu yang menjadi sorotan public adalah kesederhanaan akan sosok.beliau. Cara kerja beliau yang menjadi ciri khas nya juga tidak kalah didambakan oleh rakyat yaitu blusukan, hal ini menjadikan Pak Jokowi dikenal dengan sosok yang merakyat, sosok yang dekat dengan rakyat.
            Figur Pak Jokowi yang seperti itu membuat saya mengagumi sosok beliau, istilah kerenya nge-fans, he e. Suatu ketika, kurang lebih satu tahun yang lalu …saat PSKM 2014, ingat sekali HMJ TBI menjual buku murah yang di ambil dari toko buku dewi. Terlihat disitu ada buku tentang Pak Jokowi. Saya beli buku itu … judulnya begitu memikat saya untuk membeli buku itu, ditambah lagi cover buku dengan foto pak jokowi dengan gaya khasnya. Judul buku itu adalah “Jokowi Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker”. Buku mengisahkan tentang kisah Pak Jokowi yang telah berhasil memimpn kota Solo, selain itu cerita dalam buku ini juga mengupas kehidupan Jokowi ketika kecil yang tumbuh dalam keluarga serba pas-pasan. Yang menarik dari buku ini, ternyata Pak Jokowi adalah penggila music rock, beliau berjiwa rocker. Isi buku ini begitu memberikan inspirasi akan sosok Jokowi. Film tentang Jokowi juga sempat saya lihat berkali-kali yang mengisahkan kehidupan beliau semasa kecil. Karena ya namannya nge-fans, ku kumpulkan juga variasi foto-foto beliau yang ku ambil dari mbah gugel … hmm agak lebay juga sich.
            Rasa salut saya terhadap sosok jokowi terus tumbuh ketika beliau dihadirkan dalam acara TV yang menjadi program yang sangat saya senangi yaitu Mata Najwa, karena pembawa acarannya yang cerdas, cantik, dan tegas. Pak Jokowi saat itu dihadirkan dengan beberapa tokoh inspiratif lain yaitu Abraham Samad, Anis Baswedan, Ganjar Pranowo (Gub Jateng), dan JK. Begitu semarak sekali acarannya, mereka saling menebarkan inspirasinnya. Hal yang menarik saat itu, ketika Mbak Nana menyakan kepada mereka tentang pergantian peran, jika diberikan kesempatan peran siapa yang akan mereka pilih. Dimulai dari Pak Jk, beliau memilih peran menjadi gubernur Jawa Tengah, karena beliau terlihat tenang daripada yang lain, tidak mau pilih jadi gubernur DKI karena banyak masalahnya, tidak mau pilih jadi ketua KPK karena banyak musuhnya…sontak alasan itu membuat semua penonton tertawa. Pertanyaan yang sama selanjutnya dilontarkan kepada Pak Jokowi, peran yang beliau pilih adalah Anis Baswedan karena facenya yang keren, tidak ndeso, begitu juga Pak Ganjar, beliau memilih rector seperti Anis Baswedan karena ngomong aja Ok dan pasti selalu benar. Pak anis memilih menjadi ketua KPK, dan yang terakhir dari Pak Abraham Samad. Pak Abraham Samad memilih menjadi Jokowi karena menurutnya Jokowi itu unik dan aneh, jokowi adalah orang yang biasa-biasa saja, tidak terpengaruh dengan materi. Pada saat itu Mbak Nana juga menyinggung tentang pencalonan presiden 2014 …langsung saja ke pendapat Pak Jokowi ..dengan pertanyaan yang agak meledek, beliau menjawab juga dengan gaya bicarannya yg khas belum memikirkan soal negeri di tahun 2014, belum mikir …beliau masih fokus soal banjir, macet yang terjadi di Jakarta. Hmm …sosok yang komitmen dan bertanggung jawab.
            Tapi tidak tahu yang sebenarnya, apakah Pak Jokowi ini memang bener-bener nggak mikir menjadi calon presiden ataukah saat itu masih belum mikir tapi nanti tetep mau juga menjadi calon presiden. Akhirnya pak jokowi jadi juga kandidat pilpres 2014, begitu tambah fenomenal menjadi pembicaraan media. Sekarang Pak Jokowi adalah presiden kita … kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi sebagai pemimpin yang merakyat di media itu membuatnya sukses dalam pemilu 2014.
Ada yang berbeda dari sosok Jokowi yang dulu dan sekarang, antara jadi walikota, gubernur DKI dan jadi presiden. Setelah jadi presiden, media mengangkat hal lain dari sosok Jokowi…yang begitu jauh dengan saat jadi walikota dan gubernur. Dulu kesederhanaan beliau menjadi hal yang sangat fenomenal, dinilai positif, sekarang menjadi sesuatu yang controversial. Blusukan bukan lagi menjadi prestasi yang membanggakan seperti dikala saat jadi gubernur dan wali kota, tetapi masih butuh lagi sebuah perbaikan (lebih detailnya baca http://www.pikiran-rakyat.com/node/314013). Sorotan media sekarang tertuju pada persoalan-persoalan yang harus dihadapi Presiden Jokowi mulai dari pengangkatan kapolri Budi Gunawan yang akhirnya menhakibatkan kisruh antara KPK-Polsri, naik-turun harga BBM …hingga yang lebih mengejutkan lagi saat berita kompas melintas di wall Facebook saya tentang reshuffle atau perombakan cabinet kerja, karena kinerja presiden Jokowi yang belum maksimal dimata public. Rasannya sejauh ini hanya persoalan-persoalan saja yang menjadi sorotan media, hal-hal positif dari sosok Jokowi yang dulu menjadi  idaman para media kini hilang begitu saja entah kemana.
Selamat Membaca … I’m still in Happy Writing
T. Agung, 21-04-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...