Jumat, 24 April 2015

Apa saja bisa ditulis …



       Ya … itulah salah satu kunci yang saya jadikan pemicu semangat saya untuk menulis. Kadang ide yang ingin saya tuangkan dalam sebuah tulisan itu membuat diri saya belum bisa menerimannya, kuanggap ide itu hanya biasa-biasa saja yang sangat jauh dari harapan, sehingga ide itu sering terabaikan begitu saja, tak terwujud dalam coretan-coretan. Sangat enggan untuk menuliskan ide yang biasa-biasa seperti itu … padahal untuk bisa menjadikan sesuatu itu luar biasa maka memulainnya dari sesuatu yang sederhana atau biasa-biasa dulu. Sebenarnya dalam lubuk hati yang paling dalam ingin sekali untuk menghasilkan ini-itu, tapi masih sulit rasannya hal itu kujadikan sebuah kenyataan. Berangkat dari sebuah ide sederhana tidak apa-apa, mungkin suatu saat nanti ide yang luar biasa akan keluar dengan sendirinnya seiring dengan berjalannya waktu. Untuk saat ini hal terpenting adalah yang penting menulis, apa saja bisa ditulis …
       Tulisan saya hari ini tentang cheating and chatting di bulan Ramadhan, kita tahu kan bahwa besar sekali kemungkinan bahwa ujian semester genap kali ini diadakan saat bulan puasa. Mungkin saat ujian di hari-hari biasa, melakukan cheat and chat adalah biasa, sesuatu yang tidak asing lagi. Meskipun sebenarnya kita tahu bahwa jika kita melakukan itu berarti kita telah melakukan sebuah kebohongan, melakukan sesuatu yang tidak jujur. itu perbuatan yang tidak baik dan dosa apabila dilakukan. Makannya kita harus berpikir dua kali untuk cheat and chat saat ujian di bulan puasa. Dalam hal ini mungkin beberapa dari kita akan merasakan dilema antara bisa mendapatkan nilai bagus dan mempertahankan akan nilai kesucian puasa kita.
       Suatu hari  terlihat obrolan yang begitu gayeng mengenai hal ini di kelas saya, hal ini terjadi setelah salah satu dosen kami mengumumkan akan program pembelajaran kedepannya … salah satu dari teman kami mengawali pembicaraanya, jangan sampai UAS nya dilaksanakan di Bulan puasa, kalau nyontek jadi batal ntar puasannya. Uangkapan itu mendapat tanggapan yang berbeda-beda dari teman-teman, mereka saling riuh untuk menanggapi ungkapan itu. Saya yang sedang duduk agak jauh dari mereka juga ingin memberikan tanggapan. Agak konyol sich tanggapannya, he e *aku mah gini orangnya . Tapi sempat membuat mereka tertawa juga sich. Loh …nggak apa-apa lho ujian dibulan puasa, masalah nyontek atau Tanya teman kan bisa kita niatkan ibadah, terutama untuk menjalin tali silaturrahim. Bagaimana dengan yang ini, solusi tepat kan bagi yang bingung cheat and chat di bulan puasa. He e e. Sebisa mungkin kita untuk tidak melakukan hal ini demi menjaga kesempurnaan puasa kita. Kita positif thinking saja kepada bapak ibu dosen yang akan memberikan nilai kepada kita. Karena berbuat baik di bulan puasa itu pahalannya banyak, jadi besar kemungkinan mereka semua akan memberikan nilai yang bagus kapada kita dengan suka cita, he e Wallahu a’lam.
--Let’s have fun in writing and enjoy my story—
T.Agung, 25-04-2015

      

1 komentar:

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...