Selasa, 20 Desember 2016

Beberes Dapur Bertungku



Tentang beberes, bisa dikatan aku sudah cukup menguasai ilmunya. Aku tahu kapan aku harus melakukannya tanpa diperintah. Selain memang sudah waktunya, juga aku sudah dilatih untuk melakukan hal ini sejak kecil, mulai dari melakukan beberes yang ringan hingga yang tidak ringan. Puncaknya adalah ketika aku selama enam tahun, dari SMP hingga SMA tinggal di rumah paman yang ada di kota. Karena sekolah di desa jaraknya jauh, maka terpaksa aku memilih sekolah disana. Selama disana saya dilatih untuk beberes. Memang banyak sekali kegiatan beberes yang saya lakukan waktu aku tinggal disana dan syukurlah aku bisa melewatinya. Ketika banyak orang yang malas ketika tugas beberesnya sudah menumpuk, namun aku malah semangat melakukannya. Serius!! 

Kalau di rumah, Simbok tidak telaten kalau harus seperti orang muda yang setiap kali ada sesuatu yang kotor langsung dibersihkan. Aku memakluminya. Bukannya ia tidak peduli kebersihan, namun memang simbok sudah tidak telaten melakukannya. Dengan kata lain, tidak sesemangat sewaktu masih muda dulu. Mungkin hal ini juga terjadi pada nenek-nenek yang lain. Sehingga para generasi mudalah yang bertanggung jawab untuk masalah beberes, salah satunya ya aku. Berbeda dengan ketika Ibuku di rumah, semua harus beres. Bahkan sebelum ia memerintahkan untuk melakukan ini-itu, saya harus sigap untuk segera tanggap beberes apa yang perlu dibereskan. Kalau tidak, bersiaplah untuk mendengarkan omelanya. 

Beberes adalah salah tugas yang harus saya lakukan ketika saya pulang di rumah. Salah satu beberes terberat adalah saat beberes dapur. Simbok lebih suka memasak dengan tungku kayu. Jadi banyak peralatan dapurnya yang semakin menghitam kena asap tungku. Tapi ketika aku pulang, siap untuk membuatnya menjadi kinclong lagi. Aku kumpulkan semua peralatan dapur yang kotor, dari yang kotoranya ringan hingga berat. Lalu, aku bereskan. Menikmati beberesku sungguh nikmat. Bahkan beberapa  jampun kadang tidak terasa. 

Untuk memudahkanku membersihkan uap dapur bertungku yang mengenai peralatan dapur, misalnya di tutup panci atau di pancinya, saya memanfaatkan abu tungku untuk membersihkanya, baru setelah itu kugunakan sabun cuci. Simbok yang memberitahuku cara itu dan memang mudah. 

Okey, selamat Beberes …


2 komentar:

  1. hahaha....aku paling malas beberes perabot dapir yang hitam2 bgituu

    BalasHapus
  2. Kan Bunda masaknya pake kompor listrik merah hehe. Perabot dapur pastinya ga sehitam yang pakai tungku kayu, tetap bersih

    BalasHapus

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...