Senin, 22 Agustus 2016

Sebab Hujan


 Bunga tembelek di pekarangan rumah; Hijau dan berbunga;

Memasuki bulan kedelapan, hujan masih turun. Kadangkala derasnya guyuran hujan seperti musim hujan saja. Juni yang konon bulan musim kemarau yang hujan tidak turun pada bulan itu, namun ia tetap saja turun dengan segala ketabahannya. Lalu, disusul bulan Juli dan ternyata hujan masih saja turun hingga bulan Agustus kini. 


Di bulan musim kemarau pastinya banyak pepohonan yang daunnya berguguran, tanah gersang, rerumputan mengering. Namun berkat kerinduan hujan di musim kemarau, alam kampungku tetap berhiaskan hijaunya pepohonan dan rerumputan. Kambing peliharaan orang tua saya masih bisa menikmati rumput-rumput hijau di musim kemarau ini. Airpun berlimpah. Sawah masih bisa diolah seperti sedia kala. 


Di kala hujan berhari-hari tidak kunjung reda dan hasil panen,  seperti padi dan cengkih belum kering, sebenarnya tidak jadi soal meskipun sedikit rempong, karena harus mensiasati agar tidak berjamur dan membusuk. Namun setelah hujan selama beberapa hari, akhirnya panas datang. Hasil panenpun selamat. 


Panggul-Trenggalek, 23 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...