Sabtu, 04 November 2017

MEMULAI



[Sumber Gambar] Start

Segala sesuatu pasti memerlukan yang namanya sebuah permulaan. Pertama kali itu begitu penting sebelum melakukan kedua kalinya, ketiga, dan seterusnya. Semua ada permulaanya, tidak serta merta. Aku lebih suka menamainya dengan proses. 


Ya, mewujudkkan sesuatu perlu memulai. “No action” itu sama saja “daydreaming”, bahwa tanpa perbuatan, hanyalah mimpi di siang bolong. Begitulah hidup. Kita dianjurkan untuk berproses dan berani memulai adalah bagian dari proses tersebut.


Aku punya pengalaman tentang memulai ini. Ada saatnya dimana aku begitu merasa kesulitan untuk memulai. Aku terlalu banyak berpikir dan berencana. Terlalu banyak memikirkan resiko-resiko yang sebenarnya masih belum tentu terjadi. Pikiran seperti itu tentu sangat mengganggu keinginanku untuk memulai. Seakan aku jadi phobia untuk memulai. 


Hal lain yang sering membuatku sulit untuk memulai adalah rasa malas, yang terkadang hingga mencapai stadium akhir. Kalau rasa itu datang, terasa begitu sulit untuk beraksi. 


Sunguh, memulai sesuatu memang butuh keberanian ekstra, juga kesungguhan, serta totalitas tanpa batas. Tentunya, juga niat dan tekad yang kuat. Karena disaat itulah, godaan akan datang silih berganti.


Memulai seakan masih klise dalam benakku. Mudah untuk diungkapkan, tapi sulit dilakukan. Namun, bagimana lagi, mau tidak mau memulai sesuatu harus tetap dilakuakan, meskipun susahnya minta ampun. Karena dengan hanya memulialah, keinginan bisa terwujud. 


Untuk sedikit menghilangkan rasa khawatirku, aku sering mengakatan kepada diriku bahwa memulai hanya sulit diawalnya saja, percayalah selanjutnya aku akan menikmatinya. Malah, jika itu terbukti, aku begitu merasa menyesal, kenapa tidak dari dulu aku memlainya. 


Sebuah ungkapan bijak dari Aa Gym ketika beliau memberi ceramah di TV pernah kucatatn. Menurutku ungkapan tersebut sangat penting. Sudah lama aku menuliskannya. Sebab hari ini aku menulis tentang judul ini, aku berusaha mengingatnya kembali. Kurang lebih ungkapannya begini, mulailah dari hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri dan malialah saat ini juga.


Dan menulis bagiku adalah salah satu pengalaman yang membutuhkan perjuangan tidak mudah untuk memulainya. Benar-benar tidak mudah. Apalagi sudah tertanam kuat dalam pikiranku kalau mengarang itu sulit, terbukti aku selalu mendapatkan nilai bahasa Indonesia kurang memuaskan di bangku sekolah. 


Namun, waktu menyadarkanku untuk berani memulai. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mulai mencoba belajar menggoreskan kata demi kata. Ternyata, pada akhirnya aku begitu menikmatinya dan ada rasa menyesal memang kenapa aku tidak memulainya sedari dulu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...