Selasa, 31 Januari 2017

Cerita dari Kampung Halaman



Harga cabe sekarang meroket, bukan? Simbok kemarin sempat mengeluhkan hal itu juga. Ia sangat ingin menjual cabe dengan harga jual yang mahal seperti ini, namun sayang jumlah cabe yang bisa dipanen tidak sebanyak waktu harga cabe masih murah kemarin. Hujan deras juga membuat bunga cabe berjatuhan, sehingga gagal berbuah.

Sebenarnya bagi kami tidak banyak pengaruhnya dengan naik-turunya harga cabe. Toh, simbok tetap memasak dengan porsi cabe yang sama seperti biasanya. Akupun jika ingin memasak yang berbau cabe, misalnya membikin sambal atau masakan pedas, simbok tidak pernah membatasi berapa jumlah cabe yang harus kupakai.

Itulah sepertinya salah satu berkah hobi simbok yang menanam sendiri pohon cabe di kebun-kebun. Memang bukan tanaman pokok, itu cuma tanaman sampingan yang simbok tanam disela-sela tanaman-tanaman yang lainnya. Namun, dengan begitu sehendaknya saat harga cabe mahal, kami tidak perlu membelinya. Meskipun tidak banyak, tapi sangat cukuplah untuk bumbu masak sehari-sehari. 

Hanya saja yang biasanya aku membawa sambal dan cabe mentah untuk kubawa ke tanah kota, untuk sementara tidak bisa kulakukan, hehe.

Akupun juga melihat di lantai dapur ada segunung rempah kunyit yang sepertinya baru saja dimabil dari kebun. Masih bergumpal tanah dan akar-akarnya juga belum dibersihkan. Memang kalau mau dijual harus dibersihkan dulu, agar berat kotornya tidak banyak. Tidak ada cabe, kunyitpun jadi. Simbok sendiri ternyata yang memanen kunyit itu. Jika sudah terkumpul banyak, baru ia akan pergi ke pasar untuk menjualnya. 

Aku sebenarnya ingin membantu membereskan kunyit dari akarnya, namun waktuku yang cukup singkat di rumah membuatku tidak sempat melakukannya. Aku lebih fokus mengerjakan hal yang lain, seperti beberes dapur, mencucikan baju simbok, dll. Adikku sepertinya bisa membantunya, karena ia sedang menikmati libur kuliahnya di rumah.

Memang menjadi sebuah kebanggaan tersendiri ketika simbok berkesempatan menjual hasil panen tanaman yang ditanamnya sendiri ke pasar. Menjadi kebiasaannya, pasti ia akan menukar hasil penjualan itu dengan kebutuhan lain, misalnya bumbu dapur, lauk, dll. Bagaimana, seru kan? 


*Dari catatan FB (Pare, 16/01/2017)

1 komentar:

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...