Senin, 30 November 2015

Masih dengan Menu yang Sederhana





           Disini bukannya  tidak ada menu yang mewah, tetapi saya sementara pilih saja menu yang sederhana. Sudah 2 minggu sebenarnya saya tinggal di Songkhla, tapi entah kenapa saya masih belum mood dengan masakan-masakan khas negara sini. Lidahku masih saja menancap di kampung halaman.
Saya suka makan dengan makanan yang dimasak  dengan cara yang tidak neko-neko, tidak seperti masakan-masakan yang lain, yang rasannya asam campur pedas, campur manis, dan banyak campuran-campuran yang lain. Memang itu sepertinya yang menjadi makanan khas Thailand ini, penuh bumbu, dipadu dengan rasa manis, asin, masam, dan pedas. Pokoknya campur-campur.
Makanan orang-orang disini termasuk mewah. Se-sederhana makanan saya setiap hari disini, minimal masih dengan telur, ikan laut, udang, atau ayam.  Makanan tersebut begitu banyak dan murah  di Thailand, sehingga setiap hari bisa berjumpa dengan makanan lezat dan bergizi itu. Malah, yang berbau sayuran itu jarang saya temui, apalagi tahu dan tempe, hee.
Memang kalau saat sarapan dan makan malam harus makan menu seadanya, karena mendapat jatah dari asrama sekolah untuk murid dan guru yang tinggal di asrama (Alhamdulillah), walaupun sederhana, rasanya tetap nikmat karena diberengi dengan kebersamaan. Tapi kalau jam makan siang beli sendiri. Kantin sekolah menyediakan berbagai menu makanan untuk makan siang, dari masakan yang sederhana hingga yang neko-neko (masakan khas Thailand yang rasanya campur”, ada asam, pedas, manis, harum, dll).
Masakan seperti telur goreng, ayam, ikan goreng, rasanya masih sama seperti di Indonesia, dan telur goreng menjadi lauk langganan saya ketika membeli makan siang. Selain ngomongnya mudah (Kin Kao), juga rasanya seperti telur goreng di kampung kalaman.
Saya sebenarnya tergiur dengan melihat tampilan masakan orang Thailand, tetapi sayangnya lidah saya benar-benar belum cocok. Saya pernah mencobanya, dan ternyata salah rasa. Tampilanya menggiurkan, mungkin rasanya pedas, setelah saya coba ternyata masam. Bulu kudukku merinding saat makan masakan yang masam. Mungkin masih perlu waktu, untuk sementara ini saya pilih saja menu-menu yang sederhana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...