Sabtu, 17 Januari 2015

Pojok Minggu - Hatiku Gembira Tahu Jakarta



          Today is Sunday, saya teringat dengan liburan saya tahun kemarin…He, sudah setahun yang lalu berarti. Tepatnya, 23 Desember 2014 saya bersama keluarga berlibur ke Jakarta. Sebenarnya kami sudah merencanakan untuk pergi kesana itu sudah bertahun-tahun yang lalu, tapi hari itu baru kesampaian. Selain berlibur, kami berniat untuk mengunjungi saudara kami yang ada di sana. Sudah berpuluh-puluh tahun disana, namun kami belum tahu keadaan-ny seperti apa. Selain itu kami juga berniat menjenguk sepupu saya yang kebetulan sudah dua bulan ini di sana untuk mengikuti bimbel, ia berkeinginan besar untuk sekolah di UI. Semoga saja ia bisa di terima, sehingga kami bisa lebih sering lagi ke sana-nya.
Start...
          Kami berangkat ke sana naik kereta dari Madiun. Saya masih ingat sekali, pada waktu itu saya naik kereta ekonomi Mantab Utara dengan nomor tempat duduk 21 E gerbong ke dua…wahhh hafal banget, ya jelas, soalnya itu baru kali pertama saya naik kereta. Tidak heran jika masih terngiang-ngiang dalam pikiran, he e e. Dari sana kami berangkat pukul 10 pagi. Mulai pagi-pagi sekali kami pun sudah mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa, mulai dari selimut untuk antisipasi dinginnya kereta, oleh-oleh, hingga bekal makan untuk makan selama di perjalanan, dan masih banyak pokoknya. Karena jarak rumah kami ke Madiun sangat jauh, mau tidak mau pagi buta kami pun sudah berangkat. Panggul-Madiun kurang lebih di tempuh selama  4 jam. Saat sampai di sana kami sangat terburu-buru, kereta sudah mau di berangkatkan. Hanya ada waktu 5 menit untuk merpersiapkan semuannya, mulai dari ngangkut barang bawaan yang super banyak, chek tiket, bingung cari jalur masuk .., hampir saja GATOT.
          Kami akan melakukan perjalanan yang sangat lama, kurang lebih 11 jam perjalanan hingga stasiun pasar senen. Tepat pada pukul 10 am aku dan keluarga berangkat meninggalkan stasiun madiun untuk menuju kota tujuan, Jakarta!!!. Menikmati suasana kereta, ye ye ye. Apa saja yang kami lakukan di kereta? Ini kisahnya…Pertama-tama, kami mencari posisi tempat duduk, mengatur barang bawaan, setelah semuanya tertata rapi…saya menikmati kiri kanan suasana kereta. Jug gejak gejuk gejak gejuk Kereta berangkat, Jug gejak gejuk gejak gejuk Hatiku gembira. Begitulah kiran nya suasana yang saya rasakan. Tak lama kemudian, kami pun membuka restoran kami untuk santapan pagi, karena tadinya belum sempet sarapan. Serombongan kami sarapan bersama, Hmmm nikmat. Hiraukan kanan-kiri, nyam, nyam, nyam. Setelah selesai waktu nya istirahat, he e e. Nikmati dinginya AC, hijaunnya pemandangan, serta melihat para penumpang yang naik turun saat tiba di stasiun. Banyak sekali stasiun yang di lewati, tapi hanya beberapa stasiun besar yang masih membekas di ingatan saya, seperti Solo Jebres, pekalongan, semarang poncol, pemalang, tegal, Cirebon, bekasi, jatinegara. Ya, stasiun demi stasiun kami lewati. Sampai di stasiun Tegal sekitar jam 5 sore, kereta berhenti cukup lama. Kami pun membuka kembali warung makan sederhana kami untuk makan sore. Makan lagi, horeee. Hari ini kami seraya tidak punya beban, hutang pun di lupakan. Kerjaanya kan cuma makan, tidur, dan besok nya Halan-Halan.
Stasiun Pasar Senen
Jadwal tiba di stasiun Pasar senin. Kami tiba di stasiun pasar senen agak molor, pada tiket tersurat bahwa kami akan sampai di stasiun pada pukul 08.40 pm, tapi kami tiba di sana sampai jam 9 lebih. Meskipun perjalanan nya sangat lama, tapi sama sekali saya tidak capek karena benar-benar nikmati perjalanan yang belum pernah saya alami ini. WELCOME TO JAKARTA !!!. Kami turun paling akhir di sasiun ini. Stasiun-nya sangat ramai sekali, besar. Yaaa 11-12 sama stasiun t.agung, hee. Saya tidak sempat menikmati suasana kanan kiri di sini karna waktu yang sudah malam. Sesegera kami menuju pintu keluar. Tiba disana kami sudah ditunggu oleh saudara ku. Dari pasar senen ke tempat tujuan, priok ternyata masih butuh 30 menit lagi. Mau tidak mau kami harus naik taxi, , iya taxi…yang mobil kecil itu lhoooo. He e, di desa ku tidak ada yang kaya gini.
Sampai di rumah istirahat lah kami semua, bercerita tentang perjalanan kami, mandi, sholat, makan, lalu tidur untuk mempersiapkan hari esok. 

Tomorrow later ……
Sekitar pukul 08.00 am kami pun siap-siap untuk touring pertama kita di Jakarta. Tempat kita yang akan kami kunjungi yaitu ancol, tempat yang paling dekat dengan rumah. Kami kesana cuma butuh waktu 15 menit dengan mengendarai angkutan umum.
Welcome to Ancol….
Welcome to Ancol ...
Untuk hari ini, kami hanya menghabiskan waktu di Ancol saja. Setelah membayar tiket, kami langsung berjalan menuju pantai…saya piker sampai di sana kami di sana langsung di sambut wahana-wahana yang mengerikan itu….eh…malah wahana nya anak kecil yang ada. Yang enak ya itu.. si kecil. Ternyata tempat wahananya itu berpisah dan harus bayar mahal, yaa kita hanya menikmati apa yang ada saja. Seperti ini..
Gb. Masa kecil kurang bahagia




Seperti itulah aktivitas kami di sana. Setelah sedikit lelah kami pun beristirahat. Terlihat di situ ada resto bakso A&W, kami mencoba untuk mencicipi bakso itu, kayak nya enak. 3 pentol 2 tahu di hargai 23.000 busyeeettt, mahal bangett. Agak syok sich, tapi mau gimana lagi…sudah terlanjur di makan.

Nyaman juga tikarnya, he e
Kejadian yang konyol juga ada, saat di situ ada tikar yang di gelar. Dengan rasa lelah kami pun bergegas untuk duduk di tikar itu… eh, tak lama kemudian ada yang datang, “Pak, 20.000 saja, bisa duduk sepuasnya..Hmmm, ada-ada saja orang ini ini mencari uang. Ngapain ndak bilang pak, kalu bayar…kirain tikar ndak di pake. Meskipun cuman sebatas tikar, harus kita nikamti. Sampai-sampai kakek ku bilang di Jakarta hanya buang angin yang gratis, duduk pun bayar..ha a a, benar juga. Setelah duduk di tikar rasa lelah pun hilang, waktunya pulang. Kami habiskan Hari pertama di Ancol. Sampai rumah, kami langsung menyantap makan siang, mandi, dan tidur….menunggu hari besuk. Rencanannya besuk sudah hari terakhir di sana, banyak sekali tempat tujuan yang masih ingin kami kunjungi.
Waktu malam hari di sana tidak di gunakan untuk hang out, tapi di gunakan untuk sharing tentang bagaimana kedaan di desa, ataupun di Jakarta, saling bertukar informasi satu sama lain.
Jrenggg…jrenggg….Hari esuk datang….. Rencana yang ada, hari ini akan kami habiskan di Taman Mini, Monas, dan kota tua. Kesananya kami tidak naik angkutan umum, tapi menyewa mobil agar kami bisa lebih leluasa, dan tempatnya pun jarak nya cukup jauh, sehingga kalu pake angkutan umum mahal. The first destination yaitu taman mini. Almost arriving there, kami melihat Masjid At-Tien yang namanya di ambil dari nama ibu presiden kita yang ke dua, Ibu Tien Soeharto. Sampai alhamdulillah, mari kita berkeliling Indonesia…dengan tak membuang waktu tempat pertama yang kami tuju adalah rumah adat. 


Berasa keliling Indonesia, karena  seluruh rumah adat 33 propinsi tersajikan berjajar rapi di sini, begitu indah. Setelah hampir satu jam kami berkeliling di kawasan rumah adat, kami kembali ke mobil untuk melihat tempat yang lain. Berhentilah di taman kaktus, kelihatannya bagus.
Photo bareng pak jenggot
Penunggu museum, ups

Karena tidak sempat untuk berkeliling di seluruh tempat, karena tempatnya yang begitu luas…kami pun memutuskan untuk melihat suasana dari udara dengan gondola, kelihatanya juga asyik…ye ye ye rasanya senang sekali. Kamipun bergegas menuju mobil lagi dan mencari pusat-nya. Akhirnya sampai juga, meskipun harus mbayar dengan tiket yang cukup mahal dan antrian yang panjang..tidak apa-apa lah, belum tentu setahun sekali.
Antri kereta gantung
Satu kereta memuat 4 orang, jadi kami dibagi 2. Rasanya jantung hampir copot, saat meluncur. Tapi, lama kelamaan deg-deg an pun hilang, karena di manjakan dengan keindahan miniatur indonesia yang luar biasa. Dari udara,
telihat bangunan-bangunan yang terlihat kecil yang mewakili keragaman 33 propinsi di Indonesia. Berbagai rumah ibadah pun terbangun berjajar rukun, menunjukkam toleransi agama yang sangat erat. Dan yang menyita perhatian keponakan kecilku adalah istana anak yang terbangun seperti negeri dongeng, berwarnakan merah bata berpinggir putih beratap kubah kerucut emas.

 at Sky

Di tengah-tengah taman mini juga terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia.




Scenery from view above

 Kami jumpai pula berbagai museum-museum dari mulai museum bunga, museum komodo, museum minyak dan gas, museum transportasi, Amazing pokoknya,,, Usai bertouring di udara kami pun turun dari stasiun gondola dan langsung menuju mobil. Nah, ini yang saya tunggu, time to take a lunch, hee. Kami pun segera meluncur ke rumah padhang untuk menyantap makan siang. Santap makan siang yang nikmat bersama keluarga. Kenyang, Alhamdulillah.
Perjalan selanjutnya yaitu menuju monas, tapi sebelum, kami menuju ke masjid istiqlal untuk sholat dhuhur di sana yang kebetulan arah nya sama. Rasan nya senang sekali bisa sholat di sana. Ketika masuk ruang utama masjid, secara spontan terucap subhanallah dalam hati saya. Sungguh megah masjidnya. Sekitar pukul 02.30 pm kami pun berangkat dari Istiqlal menuju Monas. Terekam pada pikiran saya, sebelum menuju ke sana terlihat gedung putih yaitu istana negara, berjalan sedikit lagi, yang menurutku ke arah timur. Sampailah di Monas. 
On MONAS

Kami tidak sempat masuk ke menara karena sudah tutup. Sampai di sana kami sudah agak sore. Setelah berkeliling ke area tugu kami pun beristirahat sebentar di taman dan memesan kerak telor pada pedagang kaki dua yang sedang berjualan di situ. 
Hmmm,,,,Yummy
Sambil menikmati, aku saksikan orang-orang dengan berbagai macam kegiatan yang mereka lakukan, ada yang bersepeda, bermain bola, bermain laying-layang, berolahraga lari, ada yang sekedar duduk-duduk mengamati orang berlalu –lalang, ada yang berfoto mengabadikan momen indah bersama, dll. Keluar dari area monas, aku dan keluarga tak lupa mengabadikan momen ketika berada di kaki tugu monas yang megah.
Abadikan momen
Melihat waktu yang telah menunjukkan pukul 04.00 pm, kami bergegas menuju mobil untuk melanjutkan perjalan lagi. Tempat terakhir yang akan kami kunjungi yaitu kota tua. Di sana kami juga tidak sempat masuk ke gedung-gedung tua itu karena sudah tutup. Di sana kami hanya berjalan-jalan melihat aneka macam pernak pernik yang di jual. Selama perjalanan menuju rumah , kami juga sempat di perlihatkan dengan bundaran HI untuk sekedar melihat saja, tidak berkeliling.
Waktu cepat berputar hingga senja pun datang, kami kembali kerumah dengan perasaan syukur yang tak terkirakan, alhamdulillah atas nikmat jalan-jalan. Tanggal pulang sudah di depan mata, dan ternyata esok hari, kami isi malam hari terakhir untuk belanja keperluan pulang , dan packing. Kami pulang tidak lagi naik kereta, tetapi bus. Kiranya lebih panjang lagi waktu yang di habiskan di perjalanan, kalu ga salah sekitar sehari semalam. Setelah sholat jum’at, sekitar pukul 01.30 pm, kami stand by di terminal bus tanjung priok menunggu bus berangkat. Sangat bersyukur telah Allah beri kesempatan untuk bersilaturahmi dengan saudara di bumi Jakarta walaupun tak genap 5 hari. Lambaian tangan panjang mewakili ucapan sampai bertemu lagi. Itulah Jakarta………The End




2 komentar:

  1. wah, stasiun tugu jogja tdk berkesan yaa...kok tak diingat...haha

    BalasHapus
  2. Duhh,apa kelewat ya Bund apa memang tidak lewat sana he he....yang bekas dingatan yang namanya aneh-aneh, soalnya ndak sengaja juga ngingatnya

    BalasHapus

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...