Rabu, 06 Desember 2017

SEBAIT HARAPAN DI 23 TAHUNKU

Rupannya hari ini aku sedang berulang tahun. Karena tradisi merayakan ulang tahun tidak begitu mainstream, aku memang tidak terlalu memperhatikan kapan tanggal dan bulan jatuhnya ulang tahun. Hari ini pun aku lupa. Aku baru teringat ketika ada pemberitahuan dari laman facebook. 

Orangtuaku juga begitu. Malah mereka lebih ingat dengan penanggalan jawa yang menggunakan perhitungan wuku. Misalnya aku lahir di hari Selasa Wage Pahang. Setiap jatuh waktu tersebut, aku biasannya diingatkan untuk berpuasa. Dirumah pun bisanya juga melakukan syukuran kecil. 

Intinya sebenarnya sama saja. Sama-sama menyambut hari jadi dengan penuh rasa syukur. Bersyukur akan limpahan rahmat dari Sang Pemilik Cinta yang masih mengalir di sepanjang episode kehidupan.

Ya, satu persatu dari tahun ke tahun daun-daun usiaku berguguran dan usiaku menjadi semakin bertambah. Aku selalu mempunyai harapan yang besar setiap kali usiaku bertambah, yaitu mendapat “kado” kedewasaan dan kesempatan memperbaiki diri. Dalam lirih aku juga berharap, semoga aku tidak lantas bosan dan menyerah untuk terus belajar dan menjadi diri sendiri. 

Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa sebaik baik manusia sebaik baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Maka, menjadi pribadi yang bermanfaat sebenarnya adalah cita-cita dasar yang harus kutanamkan dalam diri baik-baik. Sejatinya sikap tersebut memang sebuah fitrah dalam kehidupan manusia. 

Dan untuk segala ucapan yang menjadi doa untukku, aku sangat berterima kasih. Doa yang baik pasti akan kembali lebih baik kepada yang mendoakan. Semoga kebaikan selalu mengiringi langkah kita kapan pun dan dimana pun. 

Melewati masa 23 tahun bukanlah waktu yang singkat menurut saya. Detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun seolah terasa begitu cepat. Tiba-tiba kok sudah di tahun yang ke-23 saja. Waktu yang seakan berjalan terasa cepat, apa mungkin karena kehidupan yang kulewati ini terlalu indah hehe. Entahlah. Just skip it

Dua-puluh-tiga. Ya usiaku kini sudah 23. Kombinasi angka berurutan tersebut mendadak ribuan hal kocar-kacir di pikiranku. Ternyata semakin bertambah usia, aku pun semakin getol bertanya pada diri sendiri untuk memaknai banyak hal, tentang hidup itu sendiri, tentang bahagia, tentang cinta, dll. Oh, harus seserius itukah? 

Selamat dua puluh tiga tahun dan selamat menjalankan petualangan kehidupan yang lebih serius. Selalu yakin saja bahwa rencana-Nya, Insyaallah selalu lebih indah.

Pare, 06 Desember 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN KESABARAN: RESEP SEMBUH PENDERITA HIPERTIROID

Oleh: Eka Sutarmi Periksa rutin ke dokter saya lakoni sejak saya mengetahui penyakit tiroid yang menyerang organ tubuh saya. Tepatnya 6 Ju...