Kamis, 31 Mei 2018
PPDB SMKN 1 PANGGUL
Akhir-akhir ini sekolah-sekolah, terutama sekolah SMA/SMK sederajat sibuk melaksanakan serangkaian kegiatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Setiap personil dikerahkan untuk mensukseskan kegiatan tersebut, misalnya ada yang ditugaskan memasang banner di beberapa titik yang strategis, sosialisasi ke sekolah-sekolah, dll.
Menjadi kali pertama bagi SMKN 1 PANGGUL dalam menjalankan kegiatan PPDB ini. Sepertinya sudah memasuki tahun kedua sekolah menengah negeri dibawah Kemendikbud menjalankan serangkaian kegiatan PPDB sesuai dengan alur yang telah ditetapkan. Sementara SMKN 1 Panggul adalah sekolah yang ada di kecamatan saya yang baru diresmikan beberapa bulan yang lalu dan tahun pelajaran baru 2018/2019 ini siap menerima peserta didik baru.
Saya bersama teman-teman yang telah mendapatkan amanah dari cabang dinas untuk mengabdi di sekolah tersebut diberikan tanggungjawab untuk mengurus kegiatan PPDB ini. Karena untuk kali pertama, lumayan rumit menurut saya. Dulu sewaktu saya masuk SMA, seleksi dengan menggunakan tes PMDK. Ternyata Sekarang sudah sangat berbeda. Semua dihandle dengan program di komputer. Tapi Alhamdulilah segala sesuatunya berjalan lancar. Salah seorang teman guru ditugaskan untuk mengikuti bimtek PPDB sehingga ilmunya bisa ditularkan kepada yang lain.
Satu Minggu yang lalu prosesi PPDB sudah mulai dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah tersedia yang dimulai dari pengambilan PIN yang akan dipakai siswa untuk mendaftar online di sekolah yang akan dituju.
SMKN 1 Panggul telah membuka dua jurusan, yaitu Pariwisata dan Perikanan. Untuk angkatan tahun pelajaran ini SMKN 1 Panggul membuka empat kelas dengan jumlah siswa masing-masing kelas 36.
Itulah sekilas tentang PPDB di SMKN 1 Panggul. Semoga segala sesuatunya berjalan lancar sehingga pada tanggal 16 Juli mendatang sebagai hari pertama masuk sekolah siap menyambut para peserta didik baru dengan suka cita. Aamiin.
Kamis, 07 Desember 2017
KORBAN SERANGGA MISTERIUS
Minggu yang lalu hujan
turun sangat deras dengan jangka waktu yang lama. Pipa saluran air yang
terpasang kurang tepat membuat aliran air jadi terhambat. Air hujan meluap dan
akhirnya masuk ke rumah tanpa disadari.
Banjir kecil terjadi.
Bahkan pada saat air masuk ke kamar-kamar, belum juga disadari. Hingga seorang
temanku tiba-tiba menyelamatkan kasurnya keluar. Malah kukira ia mau
membersihkan kamar. Ternyata ada air masuk. Itu terjadi pada siang hari. Baru
setelah itu sang pemilik rumah mencari penyebabnya dan ternyata ada pipa yang
belum terpasang dengan baik.
Setelah banjir kecil itu
terjadi, kami beres-beres hingga berjam-jam untuk mengeringkan lantai yang
basah. Kasur-kasur yang sempat terendam air diselamatkan. Setelah pipa
diperbaiki, air pun surut, meskipun hujan masih turun deras.
Selepas kejadian tersebut,
aku merasakan bahwa keadaan rumah menjadi lembab dan lebih dingin dari
biasanya. Yang semula aman dari nyamuk, beberapa hari setelahnya nyamuk seakan
membawa rombongannya. Setiap malam aku dan temanku selalu sibuk dengan
keberadaan nyamuk-nyamuk tersebut. Lotion anti nyamuk kirannya sedikit bisa
mengatasi.
Beberapa hari setelahnya
kami kena gatal-gatal. Kami yakin gatal itu karena gigitan nyamuk. Tapi
biasanya ketika kena gigitan nyamuk, tak selang lama bentolnya akan hilang. Ini
tidak. Yang gigitan lama belum pulih, gigitannya tambah lagi dan ruam. Aku dan
temanku bingung. Ini bukan nyamuk biasa.
Lalu, keesokan harinya aku
pergi ke apotik. Aku bercerita kepada petugas apotik. Ia menyarankanku untuk
memakai bedak salicyl. Aku pun menuruti. Namun, rasa gatal tak juga reda. Malah
ketika rasa gatal itu digaruk akan lecet dan mengeluarkan air. Barulah yakin
kalau gatal tersebut bukan karena gigitan nyamuk.
Aku sengaja tidak ke dokter
dulu, karena malas minum obat. Tengah malam, karena tidak bisa tidur, aku
membuka laptop dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang serangga.
Jenis-jenis serangga yang bisa menggigit kulit manusia. Setelah mendapatkan
infonya, lalu aku mencocokkan gejala dan akibatnya. Ada beberapa nama serangga
yang kucurigai. Namun, aku pun belum menemukan bentuk pasti serangga tersebut.
Hari berikutnya, aku dan
temanku bekerja bakti bersihkan kamar. Bisa jadi kasur yang sempat terendam air
belum sepenuhnya kering. Kami menjemur lagi. Syukurlah, beberapa hari terakhir
ini udara siang sangat panas, jadi bisa kering dengan sempurna. Dan benar,
serangga misterius tersebut hilang dengan sendirinya. Buktinya, setelah dijemur
dan tidak hujan, gatal-gatal itu tak muncul lagi. Lengan dan kaki yang menjadi
korban serangga nakal pun, sedikit demi sedikit mulai pulih.
Top of Form
Bottom of Form
Rabu, 06 Desember 2017
SEBAIT HARAPAN DI 23 TAHUNKU
Rupannya
hari ini aku sedang berulang tahun. Karena tradisi merayakan ulang tahun tidak
begitu mainstream, aku memang tidak terlalu memperhatikan kapan tanggal dan
bulan jatuhnya ulang tahun. Hari ini pun aku lupa. Aku baru teringat ketika ada
pemberitahuan dari laman facebook.
Orangtuaku juga
begitu. Malah mereka lebih ingat dengan penanggalan jawa yang menggunakan
perhitungan wuku. Misalnya aku lahir di hari Selasa Wage Pahang. Setiap jatuh
waktu tersebut, aku biasannya diingatkan untuk berpuasa. Dirumah pun bisanya juga
melakukan syukuran kecil.
Intinya
sebenarnya sama saja. Sama-sama menyambut hari jadi dengan penuh rasa syukur.
Bersyukur akan limpahan rahmat dari Sang Pemilik Cinta yang masih mengalir di
sepanjang episode kehidupan.
Ya, satu
persatu dari tahun ke tahun daun-daun usiaku berguguran dan usiaku menjadi
semakin bertambah. Aku selalu mempunyai harapan yang besar setiap kali usiaku
bertambah, yaitu mendapat “kado” kedewasaan dan kesempatan memperbaiki diri.
Dalam lirih aku juga berharap, semoga aku tidak lantas bosan dan menyerah untuk
terus belajar dan menjadi diri sendiri.
Dalam sebuah
hadis dikatakan bahwa sebaik baik manusia sebaik baik manusia adalah yang
memberi manfaat bagi orang lain. Maka, menjadi pribadi yang bermanfaat
sebenarnya adalah cita-cita dasar yang harus kutanamkan dalam diri baik-baik.
Sejatinya sikap tersebut memang sebuah fitrah dalam kehidupan manusia.
Dan untuk
segala ucapan yang menjadi doa untukku, aku sangat berterima kasih. Doa yang
baik pasti akan kembali lebih baik kepada yang mendoakan. Semoga kebaikan
selalu mengiringi langkah kita kapan pun dan dimana pun.
Melewati
masa 23 tahun bukanlah waktu yang singkat menurut saya. Detik, menit, jam,
hari, bulan dan tahun seolah terasa begitu cepat. Tiba-tiba kok sudah di tahun
yang ke-23 saja. Waktu yang seakan berjalan terasa cepat, apa mungkin karena
kehidupan yang kulewati ini terlalu indah hehe. Entahlah. Just skip it!
Dua-puluh-tiga.
Ya usiaku kini sudah 23. Kombinasi angka berurutan tersebut mendadak ribuan hal
kocar-kacir di pikiranku. Ternyata semakin bertambah usia, aku pun semakin getol
bertanya pada diri sendiri untuk memaknai banyak hal, tentang hidup itu
sendiri, tentang bahagia, tentang cinta, dll. Oh, harus seserius itukah?
Selamat dua
puluh tiga tahun dan selamat menjalankan petualangan kehidupan yang lebih
serius. Selalu yakin saja bahwa rencana-Nya, Insyaallah selalu lebih indah.
Pare, 06 Desember 2017
Selasa, 05 Desember 2017
PENGEMIS DI KAMPUNG INGGRIS
Tiba-tiba
aku ingin menulis tentang judul tersebut. Bukan tanpa sebab. Aku sering
mengamati hal-hal kecil seperti itu dan ternyata membuat diriku tertarik untuk
menuliskannya.
Kampung
Inggris Pare, Kediri, tempatnya yang sangat ramai, sulit terlepas dari
keberadaan pengemis dan juga pengamen. Itu adalah kesempatan emas bagi mereka.
Aku
perhatikan, sebenarnya banyak sekali peringatan tentang ngamen gratis atau
bebas ngamen yang ditempel-tempel di depan rumah atau warung-warung. Bahkan di
gang sebuah jalan kampung Inggris ada spanduk “bebas ngamen” yang ukurannya
cukup besar dibentang. Berarti keberadaan para pengamen dan pengemis tersebut
sepertinya malah menganggu.
Aku sering
mendengarkan cerita beberapa orang di Kampung Inggris tentang pengemis dan
pengamen yang datang silih berganti. Ada yang bilang banyaknya pengemis dan
pengamen yang mencari dan memanfaatkan kesempatan di tempat ramai seperti
Kampung Inggris, punya komunitas dan segala sesuatunya sudah diatur.
Bersama
teman-teman aku pernah membeli mie ayam. Lalu, seorang pengamis datang. Ia
datang seorang diri berbaju hitam dan berwajah sangar. Pengamen tersebut hanya
bermodal kaleng bekas dan menyanyi. Ibu penjual pun memberinya uang receh. Lalu,
Ibu penjual bercerita bahwa pengamen tersebut setiap hari selalu datang ke
warung dan pernah juga ia marah-marah karena uang yang diberikan terlalu
sedikit. Mendengar ceritannya aku sangat geram.
Lokasi
Kampung Inggris yang sangat menjajikan bagi para pengamen dan pengemis membuat
segala cara dan peran mungkin saja dilakukan. Apalagi bulan Desember ini adalah
musim libur. Pengunjung Kampung Inggris pun membludak.
Selama aku
tinggal di sini, banyak model pengamen dan pengemis yang kujumpai. Ada pengamen
berwajah ramah, pengemis bertampang sangar, pengamen memaksa, dan mungkin
mereka banyak yang bersembunyi dibalik peran memelas mereka.
Mereka pun
datang dengan berbagai penampilan, misanya dengan menggendong satu anak,
membawa dua anak, berjalan menyeret kaki, tak bisa melihat, duduk diam di depan
swalayan dan ATM dengan wajah memelas, dll.
Aku beberapa
kali dibuat geram dengan pengamen dan pengemis di Kampung Inggris ini. Selain
dibuat geram dengan cerita orang tentang tingkah mereka, juga menyaksikan sendiri.
Salah satunya ketika pengemis menukar uang di swalayan dan terakhir tadi pagi
ketia seorang pengemis sedang sibuk menghitung uang receh untuk ditukar di
apotik. Aku benar-benar kaget dan aku masih ingat sekali, karena sering
menjumpai saat ia sedang meminta-meminta. Tentu ekspresinya sangatlah berbeda,
tidak lagi memelas tapi bungah.
Rezeki
sering dikatakan datang secara tidak dinyana. Apakah para pengemis dan pengamen
tersebut telah menemukan ladang rezeki? Kalau mereka berniat jadi pengamen dan
pengemis di Kampung Inggris khususnya, memang mereka harus belajar terlebih
dahulu dengan orang barat atau pengamen di negara maju. Sehendaknya tampak
sedikit keren. Aku juga pernah membaca dari yang semula jadi musisi jalanan,
baik di Indonesia atau luar negeri, mereka jadi musisi terkenal beneran. Aku
akui mereka ini keren.
Ketika
belajar tentang budaya Barat, memang salah satu yang membuatku terkesan adalah
keberadaan musisi jalanan di luar negeri. Dengan mengamen atau mengemis yang
totalitas dengan lagu serta alat musik seakan sedang konser di panggung besar,
banyak orang yang malah dengan suka rela menghampiri untuk menyaksikan dan koin
pun diberikan dengan sangat ikhlas. Bukankah ini lebih berkah? Daripada yang
sudah meminta-minta, menipu lagi, pasti koin-koin atau uang yang dikasihkan pun
tidak terlalu ikhlas.
Pare,
Kediri, 05/12/2017
Senin, 04 Desember 2017
Menumbuhkan Rasa Cinta pada Baginda Nabi Muhammad
Entah ada berapa mushola dan masjid di desa yang dijuluki
Kampung Inggris ini. Masjid satu sama lain jaraknya sangat dekat. Jaraknya yang
dekat, saya sering berganti dari satu masjid ke masjid yang lain untuk sholat
berjamaah. Ketika waktu sholat tiba, kumandang azan terdengar dari banyak
penjuru masjid.
Begitu juga saat bulan Maulud ini. Ketika memasuki bulan
Rabiul Awal , saat dimana masyarakat muslim memperingati hari kelahiran Nabi
Besar Muhammad SAW. Begitu juga di Kampung Inggris. Peringatan
Maulid Nabi yang jatuh pada hari Jumat lalu, hingga saat ini masih terasa.
Masing-masing RT disini punya kreasi tersendiri untuk memperingati maulid Nabi
ini dan kebanyakan peringatan diadakan di masjid-masjid. Ketika malam tiba
sholawat dengan serempak dilantunkan dari masjid-masjid dan juga suara
pengajian yang terdengar jelas dari rumah.
Baru tadi malam aku berkesempatan menghadiri acara maulid
Nabi di mushola terdekat, yaitu mushola Arrohmat yang berada di jalan Asparaga.
Sekitar pukul delapan malam, lewat pengeras suara diumumkan para hadirin untuk
segera merapat ke mushola. Saya pun bergegas menuju ke lokasi. Saya sempat mengajak
teman-teman. Namun, tidak ada yang mau. Sebagian memang tidak paham bahasa Jawa
dan ada yang beralasan sungkan. Akhirnya saya berangkat sendiri.
Terlihat ibu-ibu dan bapak-bapak sudah memenuhi ruangan dan
halalaman mushola yang cukup luas. Aku memang merasa asing di sana. Saya
perhatikan anak-anak kursusan terdekat tidak datang, namun beberapa anak cowok
ada yang hadir. Kebanyakan yang hadir warga asli situ. Saya pun berabaur dengan
mereka. Semoga niat saya untuk menghadiri majlis ilmu ini berkah.
Tak banyak rangkaian kegiatan yang diadakan. Sebelum acara
dimulai ada lantunan sholawat. Setelah para jamaah lengkap, bapak pembawa acara
membuka acara dan disusul dengan pengajian dan terakhir pembagian nasi kotak yang dibawa oleh para jamaah.
Dalam kesempatan ini, acara mauidhoh diisi oleh pak naib
dari desa yang sama, yaitu Ust. Baqim. Beliau menyampaikan ceramahnya sangat
semangat. Sesekali beliau juga melucu dengan pantun jawa.
Saya mencacat apa yang beliau sampaikan. Bagi saya ini
adalah ilmu berharga yang bisa menjadi pengingat bagi saya untuk senantiasa
berada pada jalan-Nya.
Beliau mengawali ceramahnya dengan menjelaskan pentingnya
meneladaninkehidupam Nabi. Nabi Muhammad adalah sebaik-baik umat (Khairunnas).
Dalam QS Al-Ahzab :21, Allah telah berfirman bahwa
sesungguhnya terdapat dalam diri
Rosulullah suri tauladan yang baik.
Dalam kehidupan sehari-hari ada orang baik, namun tidak
boleh mencoteknya, yaitu ketika sedang ujian di sekolah. Sebaik dan sepintar
apapun teman pasti sang guru melarang untuk meniru atau mencontek., karena
memang mencontek adalah perilaku yang kurang baik.
Berbeda dengan hal yang satu ini. Kita semua agar
berperilaku yang baik malah dianjurkan untuk mencontek. Kita harus mencontek
apa yang telah Nabi kita ajarkan. Beliau adalah
panutan dan contoh sejati. Jika dilingkungan sekitar
kita ada orang yang baik sikapnya, penting juga untuk menirunya agar sikap baik
tersebut menular.
Sesi menarik ketika Ustad Baqim menjelaskan tentang
asal-usul munculnya peringatan maulid Nabi.
Peringatan maulid nabi bisa juga disebut perayaan hari ulang
tahun Nabi karena memang pada dasarnya peringatan hari lahir Nabi Muhammad.
Dulu, Nabi Muhammad tidak merayakan hari ulang tahunnya setahun sekali layaknya
anak jaman sekarang. Lilin dan kue pun
juga belum ada di perayaan ulang tahun.
Jadi begini, Nabi Muhammad dulu merayakan hari ulang
tahunnya dengan berpuasa. Bukan satu tahu sekali, namun setiap hari kapan
beliau dilahirkan, yaitu setiap hari Senin. Sejarah puasa Senin Kamis juga
berawal dari kisah itu.
Suatu ketika
sahabat seorang sahabat bertanya kepada Nabi,
“Ya rasulullah, kenapa engkau
puasa pada hari Senin dan Kamis?” Seketika
Rasulullah menjawab, “Ketahuilah,
Saudaraku. Hari Senin adalah hari dimana aku diturunkan ke dunia. Hari dimana
aku lahir dari rahim ibuku, pertama kalinya aku menyentuh alam ini. Aku sangat
bersyukur atas kelahiranku di dunia, dan aku menunjukkan rasa syukurku dengan
melaksanakan puasa pada hari itu.”
“Lalu
bagaimana dengan hari Kamis, ya Rasul? Apa
istimewanya hari itu?” Tanya sahabat lagi. Dengan tenang Rasulullah
menjawab, “Tahukah engkau, Saudaraku?
Bahwa pada hari itu (Kamis) semua amal ibadah umat manusia dikumpulkan
dihadapan Allah oleh para malaikat. Tidakkah engkau merasa bahagia jika di saat
amalmu sedang diperiksa, engkau sedang dalam keadaan beribadah kepadaNya?”
Ustad Baqim
juga menyinggung tentang zaman Shalahuddin al-Ayyubi, yang mana
tradisi memperingati maulid dengan menghadirkan banyak orang pertama kali
dilaksanakan. Pada masa itu terjadi perang salib. Untuk membangkitkan semangat
jihad kaum Muslimin pada masa itu dalam menghadapi tentara salib itu adalah dengan
cara meningkatkan dan mempertebal kecintaan kepada Rasulullah. Dan akhirnya
peperangan dimenangkan oleh kaum Muslimin.
Terakhir,
Ustad Barqim berpesan kepada para jamaah untuk selalu menumbuhkan rasa cinta pada Nabi Muhammad. No love before meeting, tak kenal maka
tak sayang. Perkenalan adalah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta
kepada sang baginda Nabi. Karena kita semua tidak dilahirkan pada zaman Nabi,
jadi untuk mengetahui siapa sebenarnya beliau, maka perlu mempelajari kisah
atau sejarah Nabi, membaca buku-buku tentang sunnah-sunnah nabi, dll. Namun ada
yang lebih penting, tak lain adalah memberikan kekuatan terhadap batin kita.
Salah satu caranya dengan memperbanyak membaca sholawat.
Pak Ustad memberitahu para jamaah bahwa sholawat adalah salah
satu doa sapu jagad. Ibarat orang tidak tahu siapa Nabi Muhammad, jika mengamalkan
sholawat dengan ikhlas, tetap mendapatkan khasiatnya. Surga telah dijanjikan
oleh Allah bagi siapa yang cinta pada Nabi Allah. “Suwarganing roso” Itu adalah surga dunia yang kita dapatkan ketika
mampu senantiasa berdikir dan bersholawat. Ketenangan batin memang sangat
penting dalam hidup kita.
Ketika kita menyalakan senter dan dihadapkan ke kaca, maka
cahaya tersebut akan memnatul pada diri kita. Semakin besar dan terang cahaya
senter, cahaya yang memantul pada diri kita juga banyak. Begitu juga ketika teladan
kehidupan Nabi Muhammad senantiasa kita amalkan, balasan kebaikan pun akan
mengalir.
Kecintaan kita kepada Nabi Muhammad memang tidak bisa
dilihat dengan mata kita, hanya hati dan perasaan kita yang mampu
mengetahuinya, karena ini adalah soal urusan batin. Diungkapkan pun rupannya
juga sulit. Yang tahu hanya Allah dan kita yang merasakannya.
Jadi, mari kita tanyakan pada diri sendiri, sudah seberapa
kah ukuran cinta kita kepada Nabi Muhammad? Tidak perlu dijawab, tapi
dibuktikan dengan meneladani sikap Nabi Muhammad dan mengamalkan sunah-sunahnya.
Sebenarnya masih banyak juga yang harus dikoreksi dalam diri kita,
untuk meneladani dan mencintai junjungan kita yang mulia Nabi Muhammad SAW.
Semoga kita senantiasa mendapat sayafat Nabi Muhammad lahir
batin, dunia dan akhirat.
Sabtu, 02 Desember 2017
[BOOK REVIEW] AKU, ANAK MATAHARI KARYA GOLA GONG
![]() |
| Buku Aku, Anak Matahari |
Seorang motivator dari Perancis, Joseph
Joubert berkata “Children need models more than
they need critics”. Anak lebih membutuhkan teladan daripada kritik.
Anak selalu berbuat kebaikan kepada orangtua, pasti karena berkat orangtualah yang
memang selalu memberikan teladan kebaikan kepada anaknya, dan sebaliknya. Peran
orangtua dalam pendidikan anak sangat kuat. Ibu dan Bapak sama-sama memiliki
peran besar sebagai pendidik dalam keluarga. Ketika Ibu adalah madrasah pertama
bagi anak, dibalik itu ada sosok Bapak yang menjadi kepala madrasah. Begitulah
ibaratnya. Keduanya saling bekerjasama demi kebaikan anaknya.
Pernahkah
membaca kisah percobaan bayi yang pernah dilakukan oleh Raja Frederick penguasa
Jerman abad 13? Saya kutip dari www.hidayatullah.com,
berikut kisahnya.
Raja
Frederick, penguasa Jerman abad ke-13 saat itu pernah merampas 50 bayi dari
dekapan ibunya. Frederick ingin tahu, jika bayi-bayi manusia tidak diasuh dan
diajak bicara, bahasa seperti apa yang mereka gunakan. Berhari-hari bayi-bayi
malang itu hanya diasupi susu, dimandikan, lalu ditinggal di tempat tidur.
Hingga akhirnya bayi-bayi itu meninggal satu persatu.
Membaca
kisah tersebut, saya bersyukur sekali mempunyai orangtua yang sangat sangat
menyayangi dan mendidik saya dengan sepenuh hati. Sungguh berharganya sentuhan kasih
sayang beliau berdua mulai dari kehidupan awal saya di dunia hingga kini.
Semoga kasih sayang juga bisa selalu saya limpahkan untuk kedua orangtua.
Buku
berjudul Aku, Anak Matahari karya
Gola Gong tak lain mengisahkan peran hebat kedua orangtua beliau dalam
menjalani setiap jejak langkah kehidupan yang tidak ringan. Gola Gong bertutur
banyak tentang keluarganya, tentang bapak dan emak yang mendidik dengan penuh
cita dan kasih sayang menjadi sumber inspirasi baginya.
Saya
meneteskan air mata ketika mengetahui kisah beliau semasa kecil, saat
kecelakaan merenggutnya sehingga membuat tangan kiri beliau diamputasi. Tidak
terlintas dalam benak saya bahwa sosok hebat ini berlengan satu. Saya pun juga
tidak menyadari hal itu ketika beberapa teman berkesempatan dengan Gola Gong
dan berfoto bersama lalu mengunggahnya di laman FB. Segala sesuatunya tampak
baik-baik saja. All is well dan
memang begitulah adanya.
Sederet
orang-orang yang mempunyai kekurangan fisik malah menjadikan mereka lebih
hebat. Namun, terkadang kita yang diberikan anggota tubuh lengkap punya fikiran
bahwa masih ada banyak kekurangan, sehingga menyurutkan semangat untuk maju.
Buku ini
dikisahkan dengan gaya bahasa naratif dan dipadu dengan puisi sebagai pembuka tulisan. Ketika membacannya seakan Gola Gong
mengisahkan cerita-cerita beliau tersebut secara langsung.
Di bab dua, salah
satunya beliau menceritakan kronologi kejadian kecelakaan yang menimpannya. Gola
Gong kehilangan tangan kiri sebatas sikut pada usia 11 tahun tepatnya ia
menjalani operasi amputasi pada bulan Oktober 1973. aktu itu ia dan
teman-temannya bermain di alun-alun kota dan ada tentara latihan terjun payung,
Gola Gong kecil menantang kawan-kawannya untuk adu keberanian seperti penerjun
payung. Adu keberanian tersebut dilakukan dengan cara loncat dari pohon dan
berujung celaka bagi Gola Gong karena ia mengalami cidera parah sehingga tangan
kirinya harus diamputasi sebatas sikut (Hal. 47-48).
Mengetahu
bahwa tangan kirinya tidak akan panjang lagi, tentu membuat Gola Gong sangat
terpukul. Apalagi kejadian itu menimpa kala beliau masih kecil. Kekuatiran
untuk diejek teman, tidak bisa bermain bersama, dll tentu ada. Namun, pada
kenyataanya beliau tidak merasa terpukul dan sedih. Gola Gong tetap bersemangat
dan mampu menjalani hari-hari layaknya anak normal lainnya. Bahkan, berkat
kasih sayang kedua orangtua dan sederet aktivitas yang dijalani setiap harinya
membuat beliau lupa bahwa telah kehilangan lengah kirinya.
Orangtua
beliau memang telah mempersiapkan Gola Gong dengan cinta agar ia mampu
menghadapi kehidupan yang keras tanpa merasa sedih dan rendah diri. Gola Gong
digmbleng oleh orangtuannya dengan buku bacaan, olahraga dan dengan dongeng
sebelum tidur, hingga tayangan film agar memiliki mental baja ketika maju ke
medan perang kehidupan. Benar, beliau benar-benar menjadi pemenang dlam
kehidupan.Sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain. Begitulah
prinsip Bapak dan Emak Gola Gong dalam mendidik.
Badminton
membawaku keliling dunia merupakan salah satu judul tulisan yang ada dibuku
ini. Gola Gong menceritakan peran ayah yang sangat telaten dalan mengajarinya
olah raga, misalnya berenang dan badminton. Hasilnya, Gola Gong mampu meraih
berbagai kejuaraan badminton se-Asia Pasifik layaknya atlet berlengan dua. Ada
yang menarik dari kisah ini. Selain memberikan berbagai macam pengetahuan,
misalnya lewat membaca, cerita dongeng, film, bagi orangtua, terutama Bapaknya
berolah raga sangat penting. Hasilnya, Gola Gong mampu meraih berbagai
kejuaraan badminton se-Asia Pasifik layaknya atlet berlengan dua. Karena jiwa
yang sehat terdapat dalam tubuh yang kuat. Hal itu dicamkan baik-baik olehnya.
Bapak dan
Emaknya punya cara yang sangat berbeda saat mendidik Gola Gong. Ketika Bapaknya
mendidik dengan learning by doing,
berbeda dengan Emaknya yang lebih ke dukungan psikis. Fisik yang kuat menjadi
wadah yang pas bagi kebutuhan psikis. Keduanya saling melengkapi. Emaknya
selalu menyemangati Gola Gong dengan nasehat-nasehat yang menenangkan, sehingga
apapun yang akan dilakukan ia selalu bersemangat, bersikap optimis, dan sangat
kreatif meskipun dirinya cacat.. Menurut Gola Gong, Emak ialah sosok yang
selalu mengasah hati dan jiwanya, membuatnya untuk tetap rendah hati. Kehidupan
yang begitu harmonis.
Judul buku Aku, Anak Matahari memang punya filosofi
yang kuat. Kedua orangtua beliau ibarat sosok mataharinya, yang selalu
memberikan peran hebat baginya. Ketika sosok ayahnya sakit dan meninggal dunia,
Gola Gong sangat sedih. Meskipun sang matahari itu sudah tak ada, namun sederet
pembelajaran yang sudah diajarkan untuknya masih senantiasa memancarkan cahaya
terangnya. Ketika mendidik keempat anaknya, Gola Gong sepenuhnya meneladani apa
yang orangtuannya ajarkan kepadannya. Gola Gong dan Istrinya juga menjadi
orangtua hebat. Selain orangtua yang hebat, Gola Gong juga menjadi penulis hebat.
Langganan:
Postingan (Atom)
ANUGERAH, KEBAHAGIAAN, DAN HARAPAN
Perasaan bahagia bercampur kaget saat mengetahui bahwa kehamilanku yang sudah memasuki usia 8 minggu. Sedikit ada rasa tidak percaya karena ...
-
Namanya Mr. Ahmad, salah seorang guru Bahasa Inggris di sekolah yang saya tempati, Thayai Wittaya School. Beliau adalah guru Bahasa Ingg...
-
Hari Sabtu kemarin, saya senang sekali karena bisa berkesempatan untuk menghadiri sebuah acara yang sangat menarik dan insya’allah ber...

