Rabu, 22 Juli 2020

MEMAHAMI KEHENDAK-NYA

Oleh: Eka Sutarmi

Allah sebaik-baik perencana. Maka yakinilah bahwa apapun itu, selalu ada hikmah dibalik rencana-Nya-­Anonim 
Pengalaman yang cukup pahit dan mengerikan itu sama sekali tidak terbayangkan jika harus terjadi pada diri saya. Tepatnya pada 17 Agustus lalu, janin yang ada dalam kandungan saya tidak bisa terselamatkan. Waktu itu usia kandungan saya kurang lebih 3 bulan.
Kami menikah pada awal Oktober 2019. Bulan November saya menyadari kalau telat haid. Saya cek menggunakan test pack, hasilnya pun positif. Alhamdulillah, perasaan senang hadir dalam keluarga kami setelah mengetahui saya hamil, terutama suami saya.
Kecapekan yang berlebihan dan emosi yang tidak menentu saat beradaptasi di rumah mertua membuat si janin yang masih muda ini terganggu. Dan Allah berkehendak lain. Kami harus bersabar.
Karena di rumah mertua masih ada adik ipar dan anaknya, saya dan suami memutuskan untuk mengontrak. Sebenarnya adik ipar sudah membuat rumah sendiri yang rencananya saya dan suami yang tinggal bersama mertua. Namun, karena suaminya masih bekerja rumahnya belum bisa ditinggali.
 Tujuan kami ingin mengontrak tak lain bukan untuk meninggalkan ibu mertua dan tidak memperdulikannya, tapi kami ingin menata perasaan kami sehingga kami berharap ini keputusan terbaik dan bisa mengubah kondisi menjadi lebih baik.
Memang masih beberapa bulan saya tinggal bersama mertua, jadi mungkin kami belum bisa saling memahami karakter dan ego masing-masing, konflik batinpun sering saya rasakan. Suami saya sangat paham dengan kondisi saya.
Suami saya merupakan anak laki-laki yang sangat disayang ibu mertua dan ia pun sebaliknya. Saya sangat memahami itu. Jadi setelah menikah, seakan ibu mertua saya kurang rela jika melihat suami saya mengasihi dan memperhatikan saya. Sering ibu saya diam tanpa sebab dan selalu ingin tahu semua privasi saya dan suami. Belum lagi adik ipar yang kadang menambah kekesalan saya.
Memutuskan untuk pindahan ke kontrakan di saat hamil muda sebenarnya bukan hal yang mudah untuk kami lakukan. Kami kasihan dengan janin dalam kandungan. Tapi tetap kami lakukan dengan harapan semoga ini menjadi keputusan terbaik kami. Kontrakan kami tidak juah dari rumah mertua, masih satu RT. Jadi kami masih berkesempatan mengunjungi ibu sesering mungkin.
Setelah pindah selama 4 hari, saya merasakan kram perut yang luar biasa. Capek yang tidak begitu saya rasakan dan emosi yang tidak menentu benar-benar mengganggu perkembangan janin dalam kandungan. Suami membawa saya ke puskesmas terdekat. Setelah di cek, saya tidak diminta untuk rawat inap tapi diminta pulang kembali dan bed rest total di rumah.
Ya Allah, semoga janin ini masih bisa selamat.” Harapan terbesar itu senantiasa saya ucapkan dengan air mata yang tidak bisa tertahan.
Keesokan harinya, tepatnya selepas sholat maghrib suami menghibur saya. Saya pun cukup senang  dengan caranya menghibur. Tapi ada yang tidak biasa. Saya merasakan sesuatu yang keluar dari jalan lahir saya begitu deras.
“Mas, sepertinya saya pendarahan hebat,” ucap saya pada suami. Seketika suasana berubah menjadi panik. Saya pun seketika tak berdaya dan sempat hampir tidak sadarkan diri saking banyaknya darah yang keluar.
Karena sudah tidak mungkin jika harus dibawa ke puskesmas dengan motor, sehingga suami saya harus mencari mobil dan sopirnya untuk mengantar kami. Sampai di puskesmas beberapa bidan menangani saya. Keputusan dari dokter bahwa janin saya sudah tidak bisa diselamatkan. Suami saya menguatkan saya berkali-kali, bahwa Tuhan masih punya rencana lain yang lebih baik.
 Sakit yang luar biasa masih saya rasakan selama proses abortus. Pada akhirnya seluruh jaringan berhasil keluar dengan gumpalan darah yang begitu banyak. Sangat mengerikan. Keesokan harinya keadaan saya semakin membaik dan diperbolehkan pulang.
Beberapa hari kemudian saya mengecek kandungan saya di dokter spesialis, ternyata saya tidak perlu kuret selepas keguguran karena sudah abortus komplit, sudah tidak ada lagi jaringan yang tertinggal di dalam kandungan. Syukurlah.
Rencana Allah yang sangat tidak terduga datang di saat yang tepat. Di saat kehidupan saya dan suami mulai tertata dan keluarga juga mulai nyaman dengan situasi yang kami jalani, Allah memberi hadiah untuk keluarga kami.
Enam bulan setelah saya pindah ke kontrakan, saya positif hamil. Saya dan suami masih berkesempatan menjaga karunia-Nya ini dengan sebaik-baik. Tidak hanya saya dan suami yang berbahagia, tapi juga ibu mertua dan seluruh keluarga saya. Pesan-pesan penting di sampaikan oleh mereka demi keselamatan dan kesehatan buah hati kami. Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan.

Panggul-Trenggalek, 23 Juli 2020

Minggu, 08 September 2019

SERBA SERBI PERINGATAN HUT RI KE 74 SMKN 1 PANGGUL


Bulan Agustus memang sudah berlalu. Namun kenangan euporia kegiatan peringatan HUT RI masih terkenang dalam benak saya, meskipun saya bukan sebagai peserta kegiatan. Saya sebenarnya iri menyaksikan para peserta yang tergabung dalam berbagai kegiatan PHBN, terutama iri kepada rekan kerja.


Saya tidak boleh mengikuti serangkaian kegiatan karena waktu itu saya memang tengah hamil dan usia kandungan saya masih muda. Tepat pada 17 Agustus saya mengalami keguguran disaat mereka yang lain tengah menyaksikan kemeriahan serangkaian kegiatan PHBN. Semoga tulisan ini bisa membayar kesedihan yang datang di kala peringatan kemerdekaan tiba.


Serangkaian kegiatan PHBN tingkat kecamatan diikuti oleh instansi dan umum se-kecamatan Panggul, Trenggalek. SMKN 1 Panggul menjadi salah satu sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan PHBN tingkat kecamatan. Kegiatan yang diikuti cabang perlombaan seni maupun olahraga.


Untuk beberapa cabang olahraga yang diikuti, SMKN 1 Panggul memperoleh beberapa prestasi yang cukup memuaskan. Berkat persiapan yang maksimal, siswa mampu memenangan beberapa pertandingan. Salah satu siswa SMKN 1 Panggul kelas XI atas nama Haidzati Aryani, sosok atlet karate dan bulu tangkis tingkat nasional memperoleh juara 2 cabang OR bulu tangkis Pi tingkat Kabupaten dan juara 1 tingkat Kecamatan. SMKN 1 Panggul juga telah punya atlet baru di bidang OR bulu tangkis yang telah mendapatkan juara 1 Pa tingkat kecamatan, yaitu atas nama Afrian Tito kelas X. Cabang OR sepak takraw Pi juga tengah mempertahankan kejuaraannya dari tahun kemarin, yaitu juara 1.


Salah satu kegiatan PHBN tingkat kecamatan yang membuat hati ini ingin ikut yaitu kegiatan baris berbaris variasi. Kesan kegiatan baris berbaris tahun lalu masih sangat membekas hingga seakan tidak rela jika diri ini tidak bisa mengikuti.

Hal yang menarik dari kegiatan gerak jalan SMKN 1 Panggul dari pleton lainnya, yaitu aba-aba yang dipakai, kostum yang dikenakan, serta gerakan-gerakan yang digunakan selama berjalan kurang lebih 4 KM. Gerak jalan tahun lalu kostum yang dikenakan adalah surjan dengan busana pelengkap blangkon dan jarit barong. Aba-aba yang digunakan adalah bahasa jawa kawi serta menggunakan variasi-variasi gerakan yang membuat rasa lelah menjadi lupa. 


Sayangnya untuk tahun lalu kami mendapat nomor keberangkatan terakhir, jadi warga yang menonton di sepanjang jalan sudah tidak banyak. Namun ketika di depan panggung kehormatan terlihat banyak sekali penonton yang dengan antusias menyaksikan variasi-variasi yang kami tampilkan. Kami juga mendapat tepuk tangan meriah dari orang-orang yang ada di panggung kehormatan. Sayangnya, kami bubar tepat di depan panggung kehormatan. Seharusnya tempat pembubaran berada di depan pendapa, sehingga kami tidak memperoleh nilai saat di finish. Padahal kami sudah memperoleh nilai yang tinggi saat di start.


Rasa kecewa terbayarkan dengan kegiatan gerak jalan tahun ini yang diakan pada hari Kamis, 15 Agustus 2019. Tidak jauh beda dengan yang tahun kemarin, gerak jalan tahun ini juga menggunakan aba-aba bahasa Jawa. Hanya saja kostum yang dikenakan berbeda, yaitu pakaian warok ala reog ponorogo dengan gerakan-gerakan khas warok. Di depan panggung kehormatan, tim gerak jalan SMKN 1 Panggul juga menampilkan drama yang menarik perhatian seluruh penonton. Rasa kecewa akan kekalahan tahun lalu terbayarkan dengan kemenangan tahun ini. Tim kami memperoleh juara 1 tingkat instansi. 

Tim warok SMKN 1 Panggul

Sekolah kami juga mengirimkan dua pleton untuk kat egori siswa dan alhamdulillah kedua pleton tersebut mendapatkan juara. Mereka senantiasa berlatih dengan penuh semangat meskipun panas terik. Kategori Pa mendapatkan juara 2 sementara kategori Pi memperoleh juara 3. 

Peserta Gerak Jalan SMKN 1 Panggul kategori Pa

Peserta Gerak Jalan SMKN 1 Panggul kategori Pi

Selain gerak jalan, kegiatan yang menarik perhatian warga adalah pawai seni budaya. Angkat tema ragmen ramayana, kelompok pawai seni SMKN 1 Panggul juga menarik perhatian warga. Tim pawai seni SMKN 1 Panggul memperoleh juara 2. Tidak hanya berjalan lenggak lenggok dengan dengan berbagai kreasi penampilan, SMKN 1 Panggul menampilkan drama singkat ragmen ramayana. Drama tersebut ditampilkan di beberapa titik yang kemungkinan di tempat tersebut ada juri yang menilai.
Antara Rama dan Shinta

Depan panggung kehormatan yang dipenuhi penonton
Kisah drama tersebut mengangkat cerita cinta Rama dan Shinta dengan tokoh Rama, Shinta, dan Rahwana menjadi pemeran utama. Dalam drama tersebut Shinta ditinggal berburu Rusa oleh Rama untuk menuruti keinginan Shinta. Nahasnya Rahwana datang untuk menculik Shinta. Salah satu prajurit kerajaan melaporkan kejadian tersebut pada sang raja, Rama. Akhirnya Rama meminta para anoman untuk membantu merebut Shinta. Peperangan pun terjadi. Singkat cerita Shinta pun kembali ke tangan Rama. Bapak camat sangat mengapresiasi penampilan tim pawai seni dari SMKN 1 Panggul. 
Tim pemeran kisah cinta Rama dan Shinta dalam ragmen Ramayana

Kegiatan penutup dari serangkaian kegiatan PHBN kecamatan Panggul adalah exposisi. Stand-stand berdiri memenuhi lapangan desa Panggul. Stand SMKN 1 Panggul menjual aneka makanan. Hari pertama, kami menjual bakso ikan, es dawet, resoles isi teri, dan pisang coklat. Sementara hari kedua menjual bakso ikan, es dawet, resoles rasa teri, dan nasi tiwul plus urap. 

Siswa menjalankan tugas menjaga expo


Kunjungan Bapak Camat ke stand expo SMKN 1 Panggul

Seperti tahun lalu, kami menggunakan voucher belanja untuk stand kami. Voucher senilai lima ribu rupiah dibagikan kepada seluruh siswa SMKN 1 Panggul, sehingga siswa tinggal menukar voucher saat ingin membeli di stand kami.
Stand ekpo SMKN 1 Pangggul masih mempertahankan juara kedua layaknya tahun lalu. 
 
SMKN 1 Panggul yang baru dimulai pada tahun ajaran 2017/2018 sedikit demi sedikit tengah menorehkan prestasi baik di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan di tingkat nasional sekali pun. Semoga semakin ke depan SMKN 1 Panggul semakin maju dan unggul. Aamiin. 

#SMKBisaSMKHebat

Rabu, 31 Oktober 2018

DONOR DARAH, SIAPA TAKUT



Bayang-bayang ketakutan akan jarum suntik yang konon lebih besar dari biasanya dan menyaksikan darah yang mengalir ke kantong membuatku ragu untuk menjadi pendonor. Dalam bayangan semuku prosedur donor darah itu sangat menyakitkan. Betapa malunya diriku ketika petugas PMI menyuntikkan jarum di lenganku, tiba-tiba aku menjerit histeris. Oh…tidak.

Aku sebenarnya terinspirasi dengan teman kuliah yang rutin mendonorkan darahnya ke PMI. Sekali aku mengantarnya, namun aku takut menyaksikan prosesi ketika ia donor darah. Setelah selesai, ia tidak mengeluh kesakitan. Keadaanya baik-baik saja. Lantas kenapa aku harus takut sebelum mencoba?

Di sekolah tempatku bekerja ternyata ada teman yang sudah puluhan kali donor darah. Ia rutin mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali. Bahkan ketika sekali saja tidak donor darah, terasa ada yang kurang. Aku jadi semakin optimis kalau aku berani.

Suatu hari datang petugas PMI Trenggalek ke sekolah. “Apa mau ada donor darah ya?” pikirku. Ternyata benar ada surat pemberitahuan dari PMI kalau donor darah akan diadakan tanggal 8 Oktober di kantor kecamatan pukul 09.00. Momen yang pas banget.

Ada 6 orang dari sekolah yang ingin donor darah, termasuk aku. Kami berangkat ke posko donor darah bersama-sama. Sampai di lokasi ada beberapa orang yang sudah antri. Menyaksikan mereka baik-baik saja, aku semakin yakin saja kalau hari itu bakal sukses menjadi pendonor untuk kali pertama.

Sebelum donor, kami harus menghadap petugas untuk mengisi fomulir, tanda tangan, dan pemeriksaan kesehatan, seperti tes golongan darah, tensi darah, dan cek HB.

Ketika jari manisku disuntik dengan jarum kecil lalu dites menggunakan alat, ternyata petugas bilang HB-ku tidak memenuhi. HB normal untuk cewek dewasa yaitu 12, sementara HB-ku kurang dari itu. Pasti sangat kecewa jika petugas bilang bahwa saat ini aku tidak bisa ikut donor darah. Aku sempat memohon agar aku tetap bisa donor darah. Alhamdulillah aku lolos. May everything is all right.

Ternyata donor darah itu tidak menyakitkan dan memakan waktu yang tak lama, tidak ada satu jam.

Sebelum disuntik, petugas akan memeriksa tekanan darah lagi. Lengan dibebat dan dipompa sebentar. Setelah itu, barulah jarum suntik donor darah ditusukkan di lengan. Bagian penusukan inilah yang membuatku sedikit kaget. Tidak terlalu sakit sebenarnya. Setelah jarum suntik masuk ke dalam pembuluh darah, tidak akan merasakan sakit lagi. Mungkin proses ini hanya butuh sekitar 15 menit untuk memindahkan dari tubuh ke kantong.

Setelah semua alat dilepas, petugas meminta pendonor darah untuk istirahat sebentar, lalu dipersilahkan beranjak.

Senang sekali. Akhirnya aku berhasil membunuh rasa takut dan penasaran akan donor darah. Semoga selanjutnya aku bisa donor darah lagi.

Aku tambah senang, ternyata selepas donor darah itu dapat bingkisan hehe…


Sebelum jarum suntik meusuk lenganku☺


Sedikit menahan rasa sakit

Panggul-Trenggalek, 31 Oktober 2018


Minggu, 28 Oktober 2018

CITIZEN REPORTER: BEKAL ISTIMEWA UNTUK PEMILU 2019

Koran Harian Surya, Selasa (16/10)
Gegap gempita menjelang pesta demokrasi yang sudah di depan mata kini mulai terasa. Para penyelenggara pemilu sepertinya sudah mulai mempersiapkan sebaik mungkin untuk menghadapi pemilu 2019 demi terlaksananya pemilu yang sukses dan berjalan lancar.

Salah satunya KPU Kabupaten Trenggalek. Komisioner melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih untuk menyambut pemilu tahun 2019 mendatang. Kursus demokrasi dan kepemiluan dihelat dari satu tempat ke tempat lain di Kabupaten Trenggalek.

Kursus demokrasi dan kepemiluan gelombang II untuk zona Panggul, Dongko, Suruh, dan Pule dilaksanakan di aula SMK Negeri 1 Panggul, Rabu (10/10/2018). Acara digelar mulai pukul 09.00 hingga 16.00 dan diikuti 30 peserta.

‘Melahirkan Generasi Cerdas Berdemokrasi Meningkatkan Partisipasi Masyarakat menuju Pemilu 2019’ menjadi tema yang diusung dalam acara ini. Pembicara tunggal adalah Bapak Nurani Soyomukti, S.Sos, komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kualitas pemilu di Trenggalek.

Sesi penyampaian materi

“Acara kursus kepemiluan dan demokrasi ini adalah bagian dari acara KPU untuk menyambut pemilu 2019. Kami ingin memberikan wawasan dan pengetahuan tentang demokrasi dan teknis kepemiluan. Dengan harapan, setelah mendapat bekal dari kursus demokrasi ini, semua peserta nantinya bisa menjadi warga yang berpartispatif dan terlibat aktif dalam kepemiluan,” tegas Nurani Soyomukti.

Sesi Diskusi
Beberapa materi terkait demokrasi dan kepemiluan disampaikan dengan begitu jelas. Pembawaan beliau yang sangat interaktif menambah antusias peserta.

Sebelum beliau menyampaian beberapa materi, para peserta diminta berdiskusi kelompok. Ada empat kelompok dengan tema yang berbeda, yaitu politik uang; golput; kampanye; dan pendidikan politik bagi kaum perempuan. Kesempatan ini memberikan ruang bagi kami untuk mengkaji hal-hal baru terkait dunia politik. Diskusi menjadi lebih hidup ketika memasuki sesi tanya jawab.

Nurani menguraikan banyak hal terkait dunia demokrasi dan kepemiluan. Mulai dari sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia dari masa demokrasi parlementer hingga masa reformasi.

Beliau juga mensosialisasikan mengenai tahapan pemilu 2019, mulai dari awal hingga puncaknya pada tanggal pemungutan suara 17 April 2019. Diharapkan partisipasi masyarakat terhadap pemilu tahun 2019 ini bisa meningkat.

“Generasi muda harus peduli terhadap partai politik, wakil rakyat, dan pemerintah. Itu seperti pendapat seorang penyair Jerman, Bertolt Bracht yang menyatakan orang yang bodoh itu bukan karena buta huruf melainkan orang yang buta politik. Hampir semua kebutuhan hajat hidup seluruh masyarakat itu ditentukan oleh proses politik.” tegasnya.


Sesi Foto Bersama
Sesi Ramah Tamah

Harian Surya, 29-10-2018

Jumat, 19 Oktober 2018

SEBOTOL JAMU RACIKANKU

Sebotol Jamu Racikanku


Tadi malam aku punya keinginan meracik jamu tradisional berbahan dasar kunyit. Kunyit yang baru saja dipanen dari kebun oleh nenekku menyita perhatianku. Segera saja aku mengeksekusinya. Sudah lama sebenarnya punya keinginan membuat jamu sendiri, tapi belum juga kulakukan. 

Selama ini ketika ada tetangga yang menggendong jamu lewat depan rumah, aku selalu membeli. Satu botol air mineral ukuran tanggung biasanya dihargai Rp 5000. Agar lebih hemat aku sering mengantar kunyit ke rumahnya untuk dibuat jamu. Dengan begitu harganya sedikit lebih murah.


Jamu memang minuman yang sangat tradisional, namun kaya manfaat. Bahannya yang alami tentu saja juga menyehatkan dibandingkan dengan minuman-minuman dari pabrik. Mungkin tidak semua orang suka minum jamu. Aku suka minum jamu karena rasanya khas dan segar. Apalagi jika jamu itu sudah dikasih es. Bahkan aku pernah menjumpai es jamu disediakan di warung makan, seperti es beras kencur dan es kunyit asam. Pastinya itu menjadi minuman andalanku.


Tidak banyak bahan yang kupakai untuk membuat sebotol jamu tersebut, diantaranya:


¼ kg kunyit; 

2 ons gula merah;  

2 sdm gula pasir;  

3 sdm air asam jawa;

 1 sdt garam; 

5 gelas  air matang.

Sebelum diparut, tentu saja kunyit aku kupas dan cuci terlebih dahulu. Agar parut tidak lengket dengan kunyit, aku lapisi parut dengan daun pisang. Dan agar tidak bernoda kuning, tangan kulapisi dengan kantong plastik. Setelah kunyit selesai diparut, aku campurkan semua bahan, lalu dimasak hingga mendidih. Setelah matang, ramuan jamu disaring untuk memisahkan ampas dengan airnya.


Setengah gelas ramuan jamu kuberikan kepada kakekku, setengah gelas untuk adikku, dan aku minum satu gelas penuh. Yang lainnya belum merasakan. Rasanya sedikit pahit, getar, dan kental. Sari kunyitnya sangat terasa. Wajar karena porsi kunyit jauh lebih banyak dari porsi gula. Sepertinya lebih manjur hehe.


Untuk sisanya aku tuangkan di botol sirup dan kutaruh di kulkas. Sangat pas kiranya diminum di siang yang terik setelah beraktivitas. Hitung-hitung untuk menghilangkan dahaga dan menambah stamina dengan minuman berkhasiat.


Panggul-Trenggalek, 20-10-2018


Minggu, 22 Juli 2018

BERKEBUN DI PEKARANGAN RUMAH


 
Memanfaatkan pekarangan untuk berkebun



Rumahku terletak di desa yang lumayan jauh dari pasar. Berbeda dengan di kota yang jika perlu kebutuhan memasak tinggal pergi ke pasar atau menunggu tukang sayur lewat depan rumah. Tidak ada tukang sayur yang berkeliling di  daerah tempat tinggalku. Alhasil memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur adalah salah satu solusinya.

Di desaku penduduknya belum padat, jarak antar rumah masih banyak yang berjauhan. Sehingga, lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk berkebun masih terbilang luas. Orangtuaku memilih berkebun di pekarangan rumah. Banyak macam sayuran yang ditanam, ada kangkung, bayam, jagung, mentimun, buncis, kemangi, sawi, kacang, terong, pepaya, cabe, tomat, singkong, dll. 


 

Agar tanaman sayur tidak layu tentunya harus disiram. Emakku sangat telaten menyiramnya setiap dua kali sehari, pagi dan sore. Di pekarangan rumah juga ada kandang kambing yang pupuknya bisa dimanfaatkan untuk memupuk sayuran. Orangtuaku tidak pernah memakai pupuk organik, hanya pupuk kandang. Katanya sayur bisa bertahan lebih lama. Rasa cabe pun memang lebih pedas dari cabe yang biasanya di jual di pasar.

Sayur-sayuran tersebut tidak untuk dijual, karena jumlahnya sedikit. Pernah sekali emakku membawa tomat ke toko kelontong untuk dijual, karena tidak habis dikonsumsi sendiri. Berkebun di pekarangan rumah banyak sekali manfaatnya. Selain bisa menghemat pengeluaran kebutuhan sayur, juga kesegarannya berbeda dengan sayur yang dijual di pasar. Jika perlu memasak sayur, memetiknya bisa mendadak.



ANUGERAH, KEBAHAGIAAN, DAN HARAPAN

Perasaan bahagia bercampur kaget saat mengetahui bahwa kehamilanku yang sudah memasuki usia 8 minggu. Sedikit ada rasa tidak percaya karena ...