Senin, 13 Juli 2015

Catatan Ramadhan #15: Special Day



            Hari itu SMS dari ibuku saya baca, katannya sabtu pagi jam 9 sudah sampai Juanda, sehingga hari Jum’at jam 12 malam keluarga berangkat menuju Surabaya untuk menjemput. Hanya beberapa orang saja yang ikut menjemput. Saya juga tidak ikut, badan saya agak capek karena waktu itu baru saja saya pulang dari Tulungagung. Sepertinnya  menunggu kedatangan ibu di rumah juga akan jauh lebih enak. Di tinggal beraktivitas di rumah, berjalannya waktu nanti tidak akan terasa, sehingga tiba-tiba waktu sudah menunjukkan detik-detik bertemu ibu saya. Sudah dua tahun saya tidak bertemu dengannya, jadi saat ibu saya akan datang seperti ini hati saya begitu gembira menyambutnya. Today and the next will be a special day.
Setelah saya pulang dari sholat tarawih, saya SMS adhik untuk menanyakan sudah sampai dimana. Ternyata masih harus menunggu empat jam-an lagi, mereka masih di Kediri. Tak apalah, empat jam akan menjadi waktu yang tidak lama ketika saya selingi dengan berbagai aktivitas.
Suara deru mobil terdengar sudah memasuki halaman rumah, artinya mereka sudah datang. Lansung saja, saya keluar untuk menyambut mereka. Langsung kupeluk ibu saya yang terihat sangat capek karena setelah perjalanan yang sangat jauh. Beberapa saat kemudian, saya buatkan teh hangat dan kusiapkan air hangat untuk mandi agar badannya bisa fresh lagi.
Keesokan harinnya lebih seru lagi, keluarga sudah lengkap. Dua keluarga berkumpul semua di rumah nenek, menjadi keluarga besar. Di sore hari kami sibuk di dapur untuk mempersiapkan menu buka puasa bersama. Soto ayam akan menjadi hidangan special buka puasa kali ini. Kebersamaan keluarga  begitu terasa saat waktu berbuka tiba, menikmati menu buka bersama-sama dengan penuh bahagia.

Panggul, 6 Juli 2015

Catatan Ramadhan #14: Asyik …Punya Buku Lagi



Keinginan saya untuk memiliki buku “The Power of Reading” akhirnya tercapai juga. Saya sudah punya buku  yang “The Power of Writing”, tapi yang satu ini belum. Berhubung keduannya menjadi pasangan yang serasi, maka tak lengkap jika hanya membaca salah satunnya saja, kedua-duanya harus saya baca.
Beberapa hari yang lalu saya menanyakan buku ini ke Pak. Ngainun Naim, apakah masih tersedia atau tidak. Bersyukur sekali karena buku the power of reading masih tersedia.  Kemarin sebelum berangkat pulang ke kampung halaman, saya ke kantor beliau terlebih dahulu untuk membeli buku ini. Senang rasannya saya punya buku ini. Saya akan membacanya di rumah.
Buku The Power of Writing berisikan semua tentang dunia menulis. Ketika saya membaca buku yang The Power of Writing ada energy tersendiri yang saya dapatkan, membuat semangat pemalas ini menjadi tergugah untuk bangkit dalam menulis. Sepertinnya, buku The Power of Reading ini nanti juga akan berperan sama. Semoga setelah membaca buku ini, saya bisa menyadari akan pentingnya membaca. Spirit membaca yang belum sepenuhnya melekat dalam diri saya bisa terbangun. 

Panggul, 3-8-2015

Catatan Ramadhan #13: Mudik Yuk …



          Kegiatan perkuliahan sudah kelar, kegiatan organisasi sudah kelar. Karena semua sudah selesai, hari ini saya memutuskan untuk mudik. Yup…berbicara soal mudik, ini sudah menjadi tradisi saat sudah mendekati hari lebaran seperti ini, orang-orang yang lagi di luar kota pulang kampung untuk bertemu dengan keluarga. Seperti halnya saya, he e. Sekolah saya sebenarnya tidak begitu jauh dengan kota tempat saya tinggal dan sayapun juga sering pulang kampung. Haruskah saya juga ikut-ikutan mudik? Yang saya tahu biasannya mudik itu dilakukan oleh yang selama beberapa tahun belum sempat berkunjung ke kampung halaman atau udik, sehingga saat menjelang lebaran menjadi waktu yang pas karena bisa tinggal dengan waktu yang lumayan lama.
          Meskipun saya sering pulang ke kampung halaman, tapi mudik sebelum lebaran itu berbeda dengan hari-hari  biasa, sehingga sangat menarik kirannya jika di tuangkan dalam sebuah catatan. Saat mudik pada hari-hari biasa itu persiapanya tidak terlalu banyak karena cuma beberapa hari saja akan tinggal di rumah. Mudik kali ini berbeda, ada banyak hal yang harus saya siapkan sebelum saya mudik. Persiapan-persiapan tersebut agar tidak ada yang terlewatkan, saya catat se-jelas-jelasnya agar mudah untuk mengechecknya mana yang sudah dan mana yang belum.
          Berikut adalah beberapa diantarannya yang harus saya lakukan sebelum mudik. Membereskan kos tempat saya tinggal, mulai dari merapikan kamar, menyapu, nge-pel, membuang sampah, dll, ini saya lakukan agar saat saya tinggal, kos terlihat bersih. Saya adalah orang yang terakhir menempati kos, sehingga selaku peghuni terakhir saya harus bertanggung jawab. Setelah beres-beres selesai, saya lanjutkan untuk mencuci motor kesayangan. Sudah lama motor tidak di cuci dan kali ini saya menyempatkan diri untuk mencucinnya agar selama perjalanan bisa nyaman.
Karena saya akan tinggal di rumah dalam waktu yang cukup lama, jadi juga harus menyiapkan barang-barang yang harus saya bawa. Istilah kerennya packing. Ku persiapkan tas yang cukup besar untuk menaruh barang bawaan saya, seperti baju dan peralatan pribadi. Selain itu, buku untuk bacaan di rumah juga penting untuk di bawa, beberapa buku bacaan saya masukkan ke dalam tas. Setiap saya pulang kampung, buku menjadi hiburan yang mengasyikkan. Di rumah sinyal intermet tidak ada, TV sebenarnya ada untuk hiburan, tapi hanya channel tertentu saja yang bisa, jadinnya sering tidak minat untuk melihat TV di rumah. Yang cukup mengenaskan juga yaitu sinyal telephon, di rumah saya masih sulit sinyal. Kalau ada hal-hal penting saja jika ingin SMS atau telephon, karena harus keluar rumah dengan jarak yang lumayan jauh agar bisa mendapatkan sinyal bagus. Oleh karena itu, buku-buku yang saya bawa ini akan menjadi hiburanku selama di rumah.
Dalam angan-angan saya, cuman sebentar untuk persiapan pulang kampung ini, ternyata apa yang saya perkirakan salah. Sampai siang belum juga selesai, masih saja ada kurang hingga akhirnya selesai pada sore hari. Di sore hari itupun saya langsung berangkat.

T. Agung, 03 Juli 2015
         

Rabu, 01 Juli 2015

Catatan Ramadhan #12: Sambut Kemuliaan Ramadhan



            Hari-hari di bulan Ramadhan semakin hari semakin berkurang, dan kini ramadhan memasuki akhir minggu ke dua. Hampir separuh puasa ramadhan telah kita lalui, artinya sebentar lagi akan menyambut datangnya malam kemuliaan. Di bulan ramadhan ini ada salah satu momen yang ditunggu-tunggu, yaitu pada malam yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan yakni Lailatul Qadar. Mungkin lebih tepatnya untuk memaknai malam Lailatul Qadar ini bukan “ditunggu” tetapi “di dapatkan", karena tidak semua orang bisa menemui momen ini.
            Lailatul Qadar yang berarti malam kemuliaan dimana pada malam tersebut ibadah yang kita lakukan lebih baik dari 1000 bulan, Subhanallah… betapa beruntungnya orang yang bisa mendapatkan malam kemuliaan ini. Mudah-mudahan kita bisa termasuk di dalamnya.
        Sayangnya malam lailatul qadar ini telah menjadi rahasia Allah, tidak bisa mengetahui persis malam kemuliaan ini jatuhnya kapan, sehingga menjadi kewajiban kita kirannya ntuk senantiasa menjaga ibadah dan amalan-amalan yang lainnya di bulan ramadhan ini dengan sungguh-sungguh.

T. Agung, 1 Juli 2015

Catatan Ramadhan #11: Ramadhan Bulan Pelatihan



            Dalam buku yang berjudul life excellence (menuju  hidup lebih baik) di jelaskan bahwa ramadhan adalah bulan pelatihan atau training, sehingga orang yang telah berhasil dalam training ramadhan ini tidak bisa di ukur pada saat di bulan ramadhan-nya, tapi dilihat pada sebelas bulan setelah bulan ramadhan.
            Hal ini dianalogikan dengan sebuah hadist dimana “orang yang berpuasa sebulan penuh di bulan ramadhan dan menghidupkan malam-malamnya dengan tarawihkarena iman dan taqwa, maka akan di hapuskandosa-dosannya yang telah lalu sehingga ia bagai bayi yang baru dilahirkan dari perut ibunnya”.Hadist tersebut menunjukkan bahwa jika kita berhasil dalam mejalankan ibadah puasa di bulan, maka status kita seperti halnya bayi yang baru dilahirkan, yaitu dalam keadaan fitrah atau suci. Belum punya kesalahan dan tidak punya dosa. Alangkah bahagiannya jika kita bisa menjalankan ibadah-ibadah di bulan ramadhan ini dan bisa berhasil. 
 
             

ANUGERAH, KEBAHAGIAAN, DAN HARAPAN

Perasaan bahagia bercampur kaget saat mengetahui bahwa kehamilanku yang sudah memasuki usia 8 minggu. Sedikit ada rasa tidak percaya karena ...